Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaKabupaten MimikaNasionalPeristiwaPolkam

Mimika Berlayar ke Panggung Nasional, 148 Delegasi Bawa Harapan Petani, Nelayan dan Produk Unggulan ke PENAS KTNA XVII Gorontalo

59
×

Mimika Berlayar ke Panggung Nasional, 148 Delegasi Bawa Harapan Petani, Nelayan dan Produk Unggulan ke PENAS KTNA XVII Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Caption Foto:
Pelaksana Tugas Kepala DTPHP Kabupaten Mimika, Abdul Haris Sudarmono bersama Ketua Dekranasda Ny. Suzzy Rettob, Wakil Ketua Ny. Perina Kemong serta para staf saat membereskan stand Mimika yang akan dikunjungi Menteri Pertanian, Jumat sore.

MIMIKA | LINTASTIMOR.ID – Menjelang senja di arena Pekan Nasional (PENAS) XVII Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) di Kabupaten Gorontalo, sejumlah tangan tampak sibuk menata setiap sudut stan Mimika. Produk-produk unggulan disusun dengan cermat, kerajinan ditata penuh kebanggaan, sementara aroma kopi khas pegunungan Papua seakan membawa cerita panjang tentang kerja keras para petani dari tanah yang jauh di timur Indonesia.

Example 300x600

Di balik kesibukan itu, tersimpan satu misi besar: membawa nama Mimika ke panggung nasional dan memperkenalkan potensi daerah kepada puluhan ribu peserta dari seluruh penjuru Nusantara.

Pemerintah Kabupaten Mimika mengirim sebanyak 148 delegasi untuk mengikuti PENAS XVII KTNA yang berlangsung di Kabupaten Gorontalo pada 20 hingga 25 Juni 2026. Keikutsertaan tersebut tidak hanya melibatkan aparatur pemerintah, tetapi juga para petani, peternak, nelayan, pelaku UMKM, pendamping pertanian, hingga pengurus Dekranasda.

Kontingen Mimika terdiri dari unsur Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP), Dinas Peternakan, Dinas Perikanan, Dinas Ketahanan Pangan, Bappeda, serta sejumlah ketua dan wakil bidang Dekranasda yang dipimpin Ketua Dekranasda Ny. Suzzy Rettob bersama Wakil Ketua Ny. Perina Kemong.

Pelaksana Tugas Kepala DTPHP Kabupaten Mimika, Abdul Haris Sudarmono, menjelaskan bahwa dari total peserta yang diberangkatkan, terdapat sembilan petani binaan DTPHP yang turut ambil bagian. Selain itu, rombongan juga diperkuat oleh pelaku UMKM, perwakilan sektor perikanan, ketahanan pangan, dan 17 orang pendamping petani.

“Kegiatan ini merupakan ajang KTNA tingkat nasional yang mempertemukan petani, nelayan, penyuluh, pemerintah, dan pelaku usaha dari seluruh Indonesia,” ujar Abdul Haris, Jumat (19/6/2026).

Bagi Mimika, ajang tersebut bukan sekadar kehadiran seremonial. Kabupaten ini datang membawa identitas, potensi, dan hasil karya masyarakat yang selama ini tumbuh dari kekayaan alam Papua.

Berbagai produk unggulan diperkenalkan kepada peserta dari seluruh Indonesia, mulai dari Kopi Amuro atau Amungme-Kamoro, aneka keripik, produk olahan buah merah, nenas unggul, hasil perikanan, hingga berbagai kerajinan tangan binaan Dekranasda.

“Kami membawa potensi ekonomi daerah untuk diperkenalkan lebih luas. Harapannya produk-produk unggulan Mimika dapat dikenal dan membuka peluang kerja sama dengan daerah lain,” kata Abdul Haris.

Menurutnya, keikutsertaan Mimika dalam PENAS KTNA XVII juga menjadi momentum penting untuk membangun jejaring dan kolaborasi dengan berbagai daerah lain di Indonesia.

“Kita ingin berkolaborasi dengan daerah lain terkait pengembangan produk unggulan masing-masing. Ini menjadi kesempatan untuk saling belajar dan membangun kemitraan,” lanjutnya.

Tak hanya memamerkan produk unggulan, para peserta dari Mimika juga akan mengikuti kegiatan Temu Karya yang difasilitasi oleh Kementerian Pertanian. Forum tersebut menjadi ruang pembelajaran dan penguatan kapasitas bagi petani, penyuluh, serta anggota KTNA dalam menghadapi tantangan sektor pertanian yang terus berkembang.

“Melalui kegiatan ini diharapkan kemampuan petani, pendamping pertanian, dan pelaku usaha pangan di Mimika semakin meningkat sehingga dapat mendorong pengembangan sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah,” pungkas Abdul Haris.

Secara kontekstual, keikutsertaan Mimika dalam PENAS KTNA XVII memiliki makna strategis di tengah upaya pemerintah mendorong diversifikasi ekonomi daerah. Ketika sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan UMKM semakin dituntut berdaya saing, forum nasional seperti PENAS menjadi ruang penting untuk memperluas pasar, membangun kemitraan, serta memperkenalkan potensi lokal kepada investor, pelaku usaha, dan pemerintah daerah lainnya. Bagi Mimika, ini bukan hanya soal promosi produk, tetapi juga investasi masa depan bagi kesejahteraan petani dan nelayan.

PENAS KTNA XVII tahun 2026 diikuti oleh delegasi dari 38 provinsi serta ratusan kabupaten dan kota di Indonesia. Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, , pada Sabtu pagi. Penyelenggara memperkirakan jumlah peserta dan tamu yang hadir mencapai sekitar 30.000 orang dan berpotensi menembus angka 35.000 orang selama pelaksanaan kegiatan.

Di tengah lautan peserta yang datang dari berbagai penjuru negeri, Mimika hadir membawa lebih dari sekadar produk dan komoditas. Ia membawa cerita tentang tanah yang subur, tangan-tangan pekerja yang tak pernah lelah, serta harapan bahwa hasil karya dari ujung timur Indonesia mampu berdiri sejajar dan dikenal di panggung nasional.

Example 300250