Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
KesehatanNasionalPeristiwa

Menyambut Bhayangkara ke-80, TNI-Polri di Belu Satukan Tangan dan Darah untuk Kemanusiaan

68
×

Menyambut Bhayangkara ke-80, TNI-Polri di Belu Satukan Tangan dan Darah untuk Kemanusiaan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

ATAMBUA | LINTASTIMOR.ID — Pagi itu, suasana Aula Bhayangkari Polres Belu tidak dipenuhi suara komando ataupun derap langkah pasukan. Yang terdengar justru percakapan hangat, sapaan penuh keakraban, dan semangat kemanusiaan yang mengalir dari satu kursi donor ke kursi donor lainnya.

Di tengah hitungan mundur menuju Hari Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada 1 Juli 2026, Kepolisian Resor Belu bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Belu menghadirkan makna pengabdian dalam bentuk yang paling sederhana namun sangat berharga: setetes darah untuk kehidupan.

Example 300x600

Jumat (19/06/2026), puluhan personel TNI-Polri, anggota Bhayangkari, Senkom Mitra Polri, hingga unsur satuan lintas institusi berkumpul dalam satu tujuan mulia, mendonorkan darah demi membantu sesama yang sedang berjuang antara harapan dan keterbatasan di ruang-ruang perawatan rumah sakit.

Kegiatan sosial tersebut melibatkan personel Polres Belu, Kodim 1605 Belu, Brimob Kompi 1 Yon A Pelopor Belu, Yonif 744/SYB, personel Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yon Armed 12 Kostrad, Kompi Kavaleri KKA, serta pengurus Bhayangkari Belu.

Aksi kemanusiaan itu dipantau langsung Wakapolres Belu, KOMPOL Lorensius, S.H., S.I.K., yang menyaksikan bagaimana semangat kebersamaan tumbuh tanpa sekat seragam maupun institusi.

Sejak pukul 08.00 WITA, para peserta terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan yang meliputi pengecekan tekanan darah, golongan darah, dan kadar hemoglobin. Pemeriksaan dilakukan oleh tenaga medis dari Klinik Pratama Polres Belu bersama PMI Kabupaten Belu guna memastikan seluruh pendonor memenuhi syarat kesehatan sebelum mendonorkan darahnya.

Setelah dinyatakan memenuhi kriteria, para peserta satu per satu berbaring di kursi donor. Jarum yang menembus kulit bukan sekadar prosedur medis, melainkan simbol keikhlasan untuk berbagi kehidupan kepada orang lain yang bahkan mungkin tidak pernah mereka kenal.

Kapolres Belu, AKBP I Gede Eka Putra Astawa, S.H., S.I.K., mengatakan bahwa kegiatan donor darah merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat sekaligus bagian dari rangkaian menyambut Hari Bhayangkara ke-80.

“Ini rutin kita laksanakan dalam menyambut Hari Bhayangkara dan ini dilaksanakan oleh seluruh Polres jajaran Polda NTT. Selama ini TNI-Polri sudah sering bersama-sama menggelar kegiatan amal seperti ini karena prinsip kita, jika kebersamaan terus dijaga, maka TNI-Polri ke depannya akan semakin kuat,” ujar Kapolres Belu.

Menurutnya, donor darah bukan hanya menghadirkan manfaat bagi penerima, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kesehatan para pendonor.

“Selain membantu menyelamatkan hidup orang lain, ada banyak manfaat yang kita dapatkan dengan mendonorkan darah, antara lain menjaga kesehatan jantung dan sirkulasi darah, membantu mengontrol berat badan, serta memberikan manfaat kesehatan lainnya,” ungkap Kapolres Belu.

Dari total 75 peserta yang mendaftarkan diri, sebanyak 30 orang dinyatakan memenuhi syarat sebagai pendonor setelah menjalani pemeriksaan kesehatan. Sementara 45 peserta lainnya tidak dapat melakukan donor karena tidak memenuhi kriteria medis yang ditentukan.

Sebanyak 30 kantong darah berhasil dikumpulkan, terdiri dari golongan darah A sebanyak 9 kantong, golongan darah B sebanyak 2 kantong, golongan darah AB sebanyak 3 kantong, dan golongan darah O sebanyak 16 kantong.

Kapolres Belu menjelaskan bahwa seluruh darah yang berhasil dihimpun akan disalurkan melalui PMI Kabupaten Belu kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Darah yang diperoleh dari pendonor ini nantinya akan kita distribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui PMI Belu. Harapan kita, dengan tambahan darah ini, keluarga pasien di rumah sakit tidak mengalami kesulitan dan tidak terbebani karena harus mencari bantuan darah guna menyelamatkan nyawa pasien,” jelasnya.

Secara kontekstual, kegiatan donor darah menjadi salah satu bentuk pengabdian sosial yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat. Di tengah kebutuhan darah yang kerap meningkat di rumah-rumah sakit, keterlibatan TNI, Polri, Bhayangkari, dan berbagai elemen masyarakat dalam aksi kemanusiaan seperti ini tidak hanya memperkuat solidaritas antarinstansi, tetapi juga menjadi jawaban nyata atas kebutuhan kemanusiaan yang tidak mengenal pangkat, jabatan, maupun latar belakang.

Ketika peringatan Hari Bhayangkara semakin dekat, makna pengabdian itu tampak bukan hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam kesediaan berbagi setetes darah bagi sesama. Sebab pada akhirnya, kekuatan sebuah pengabdian tidak selalu diukur dari besarnya kewenangan yang dimiliki, melainkan dari ketulusan hati untuk hadir dan memberi harapan bagi kehidupan orang lain.

Example 300250