Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
Kabupaten MimikaNasionalPeristiwaPolkam

Johannes Rettob Bergerak dari Solo untuk Mimika, Air Bersih Jadi Misi Besar Pelayanan Masa Depan

37
×

Johannes Rettob Bergerak dari Solo untuk Mimika, Air Bersih Jadi Misi Besar Pelayanan Masa Depan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SURAKARTA | LINTASTIMOR.ID – Di tengah derasnya arus pembangunan daerah, ada satu kebutuhan dasar yang tak pernah kehilangan urgensinya: air bersih. Dari sanalah kehidupan dimulai, kesehatan dijaga, dan kualitas hidup masyarakat ditentukan. Kesadaran itulah yang membawa Pemerintah Kabupaten Mimika menempuh perjalanan ke Kota Surakarta, Jawa Tengah, untuk belajar langsung dari salah satu daerah yang dinilai berhasil dalam pengelolaan air minum dan sanitasi.

Jumat (19/6/2026), Bupati Mimika Johannes Rettob memimpin langsung kunjungan studi tiru ke Kantor Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Toya Wening Surakarta. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis Pemkab Mimika dalam membenahi layanan air bersih dan sanitasi demi menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Example 300x600

Rombongan Pemkab Mimika terdiri dari perwakilan Unicef, Kepala Dinas PUPR Inosensius Yoga Pribadi, Kepala Dinas Kesehatan Godfried Maturbongs, Sekretaris PUPR Samy Sahetapi, Kabid Cipta Karya Awaluddin Sully, serta perwakilan Bappeda dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mimika.

Dalam suasana penuh kehangatan dan semangat berbagi pengalaman, Bupati Johannes Rettob menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Surakarta yang telah membuka ruang pembelajaran bagi Kabupaten Mimika.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Mimika, kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Surakarta yang telah berkenan menerima kami untuk belajar dan berbagi praktik terbaik dalam pengelolaan air minum dan air limbah domestik,” ujar Johannes Rettob.

Menurutnya, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari komitmen nyata pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan dasar kepada masyarakat, khususnya pada sektor air bersih dan sanitasi yang memiliki dampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat.

Bupati Rettob menegaskan bahwa tata kelola air minum dan pengelolaan air limbah domestik yang baik merupakan fondasi penting dalam menciptakan masyarakat yang sehat, lingkungan yang terjaga, serta pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Mimika memusatkan perhatian pada tiga fokus utama. Pertama, memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai tata kelola air minum dan air limbah domestik, mulai dari aspek kebijakan, regulasi, kelembagaan, pembiayaan hingga sistem pengawasan.

Kedua, mempelajari berbagai inovasi dan praktik terbaik yang telah diterapkan Pemerintah Kota Surakarta dalam memberikan layanan air minum dan sanitasi kepada masyarakat.

“Pengalaman dan capaian Surakarta menjadi referensi penting bagi kami dalam meningkatkan kualitas layanan di Mimika,” kata Rettob.

Fokus ketiga adalah bagaimana berbagai pengalaman tersebut dapat diadaptasi sesuai dengan kondisi geografis, sosial, dan ekonomi Kabupaten Mimika yang memiliki karakteristik berbeda dengan daerah lain di Indonesia.

Bupati Mimika berharap hasil kunjungan tersebut tidak berhenti sebagai catatan di atas kertas, melainkan dapat diterjemahkan menjadi program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa pembelajaran ini dapat diterapkan secara efektif sehingga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, baik dari sisi kesehatan, lingkungan, maupun kesejahteraan,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh peserta yang mengikuti studi tiru tersebut untuk memanfaatkan kesempatan belajar secara maksimal melalui diskusi, observasi, dan pertukaran pengalaman dengan pihak Perumda Toya Wening Surakarta.

“Semakin banyak pengetahuan yang kita peroleh, semakin besar peluang kita menghadirkan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat,” tegasnya.

Secara kontekstual, penyediaan air bersih dan sanitasi merupakan salah satu indikator utama keberhasilan pelayanan publik di daerah. Di tengah pertumbuhan penduduk dan meningkatnya kebutuhan masyarakat, pemerintah daerah dituntut menghadirkan sistem layanan yang tidak hanya mampu menjangkau lebih banyak warga, tetapi juga berkelanjutan dan berkualitas. Karena itu, langkah Pemkab Mimika belajar dari daerah yang telah berhasil menjadi strategi penting untuk mempercepat transformasi pelayanan dasar di sektor air bersih.

Perjalanan ke Surakarta pada akhirnya bukan sekadar kunjungan antardaerah. Ia adalah ikhtiar mencari solusi, menimba pengalaman, dan membawa pulang harapan bagi masyarakat Mimika. Sebab ketika air bersih mengalir hingga ke setiap rumah dan sanitasi yang layak dapat dinikmati semua warga, di situlah pembangunan sesungguhnya menemukan maknanya: menghadirkan kehidupan yang lebih sehat, lebih bermartabat, dan lebih sejahtera bagi semua.

Example 300250