Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaGaya HidupHukum & KriminalKabupaten MappiKabupaten MimikaNasional

Di Tengah Riuh Perkara, Gibran Memilih Mengirim Doa

45
×

Di Tengah Riuh Perkara, Gibran Memilih Mengirim Doa

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

ASMAT |LINTASTIMOR.ID -Di ujung timur negeri, ketika langit Kota Asmat menggantung tenang dan agenda kenegaraan berjalan sebagaimana mestinya, sebuah kalimat sederhana melintasi jarak ribuan kilometer menuju ruang perawatan di Jakarta.

Bukan pernyataan politik yang keras. Bukan pula respons yang memperpanjang perdebatan.

Example 300x600

Yang keluar dari mulut Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka adalah doa.

Menanggapi kabar bahwa Roy Suryo dan dr Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa sedang menjalani perawatan di RS Polri usai proses penangkapan dan pemeriksaan kesehatan, Gibran menyampaikan harapan agar keduanya segera pulih.

“Karena kemarin saya dengar beliau berdua dirawat di RS Polri. Semoga segera sembuh, semoga segera pulih,” ujar Gibran saat ditemui di Asmat, Papua Selatan, Minggu (21/6/2026).

Kalimat itu singkat, tetapi hadir di tengah suasana yang selama beberapa waktu terakhir dipenuhi silang pendapat, argumentasi hukum, dan sorotan publik terhadap perkara dugaan ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo.

Gibran tidak berhenti pada ungkapan empati. Ia juga mengajak semua pihak untuk mengikuti proses hukum yang sedang berjalan dan menyerahkan penyelesaian perkara kepada mekanisme yang berlaku.

Dengan nada yang tetap tenang, ia menambahkan:

“Dan yang paling penting kita doakan yang terbaik untuk Bapak Roy Suryo dan Dokter Tifa.”

Sementara itu, kondisi kesehatan kedua tersangka menjadi perhatian setelah keduanya menjalani rawat inap di RS Polri Kramat Jati sejak Jumat (19/6/2026) sore, seusai pemeriksaan kesehatan.

Kuasa hukum Roy Suryo dan dr Tifa, Refly Harun, menjelaskan bahwa keputusan perawatan bukan berasal dari permintaan pihak keluarga maupun tim pembela, melainkan rekomendasi langsung dari tim dokter.

Untuk dr Tifa, Refly menyebut terdapat kondisi kesehatan bawaan yang kembali muncul, termasuk GERD. Menurut penjelasannya, kondisi tersebut dipengaruhi kelelahan, tekanan psikologis, serta belum sempat makan sejak proses penangkapan dilakukan pada Jumat pagi.

Sedangkan terkait Roy Suryo, Refly tidak memerinci diagnosis secara spesifik. Ia hanya menyampaikan adanya kondisi kesehatan yang telah ada sebelumnya sehingga dokter menilai perlu dilakukan observasi dan pengawasan medis sebelum yang bersangkutan kembali ke rumah tahanan.

Di titik inilah perkara ini memperlihatkan sisi yang lebih sunyi: bahwa di balik status hukum, pasal, dan perdebatan publik, selalu ada ruang kemanusiaan yang tetap bekerja. Hukum bergerak pada jalurnya, tetapi kesehatan dan empati tetap menjadi bahasa yang dipahami semua orang, bahkan oleh mereka yang berdiri di sisi yang berbeda.

Pada akhirnya, setiap proses hukum akan mencari jawabannya sendiri. Namun sebelum putusan menemukan bentuknya, doa dan harapan baik tetap menjadi pengingat bahwa di balik setiap perkara, yang berdiri terlebih dahulu adalah manusia.

Example 300250
Penulis: Redaksi Lintastimor.idEditor: Agustinus Bobe