Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaGaya HidupPeristiwaPolkam

Dari Pedang Pattimura ke Layar Digital: Johannes Rettob Menyalakan Api Kreativitas Anak Muda Maluku di Mimika

2
×

Dari Pedang Pattimura ke Layar Digital: Johannes Rettob Menyalakan Api Kreativitas Anak Muda Maluku di Mimika

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA |LINTASTIMOR.ID-Di bawah langit Timika yang perlahan berubah keemasan pada Jumat sore, gema tifa dan nyanyian persaudaraan Maluku menyelimuti pelataran Gedung Eme Neme Yauware. Di tengah semangat Hari Ulang Tahun Pattimura ke-209, sejarah seakan berjalan berdampingan dengan masa depan. Pedang perjuangan dikenang, namun layar digital mulai dijadikan medan baru untuk berkarya.

Di hadapan masyarakat Maluku yang memadati lokasi perayaan, Bupati Mimika, , menyampaikan pesan yang tidak sekadar seremonial. Ia berbicara tentang zaman yang berubah, tentang generasi muda yang kini hidup di tengah derasnya arus teknologi, dan tentang pentingnya menjaga api perjuangan agar tidak padam oleh kemajuan era.

Example 300x600

╔════════════════════════════════╗
“Semangat perjuangan Pattimura adalah warisan sejarah yang harus diwariskan kepada generasi muda Maluku.”
╚════════════════════════════════╝

Kalimat itu meluncur tenang, tetapi terasa kuat menggema di antara hadirin. Bagi Johannes Rettob, perjuangan hari ini bukan lagi mengangkat senjata, melainkan keberanian untuk mencipta, berinovasi, dan membangun masa depan melalui kreativitas di ruang digital.

Tema perayaan tahun ini, “Dari Pedang ke Inovasi, dari Obor ke Digital, menuju Mimika ke Gerbang Emas”, menurutnya bukan sekadar slogan seremoni tahunan. Tema itu menjadi simbol perubahan zaman—bahwa generasi muda Maluku di Mimika harus mampu berdiri di tengah modernitas tanpa kehilangan akar sejarah dan identitas budaya.

Ia mengajak anak-anak muda Maluku untuk terus berkarya, memperluas kemampuan, serta memanfaatkan teknologi sebagai ruang baru untuk menunjukkan talenta dan gagasan.

╔══════════════════════════════════════╗
“Generasi muda harus lebih kreatif dan mampu bersaing di era modern.”
╚══════════════════════════════════════╝

Di tengah keberagaman Kabupaten Mimika yang dihuni berbagai suku dan latar budaya, Johannes Rettob juga menekankan pentingnya menjaga semangat orang basudara—nilai persaudaraan khas Maluku yang selama ini menjadi perekat sosial masyarakat.

Ia memberikan apresiasi kepada Ikatan Keluarga Maluku Kabupaten Mimika yang dinilai terus menjaga harmoni sosial dan aktif mendukung pembangunan daerah melalui berbagai kegiatan positif.

Sementara itu, Ketua Ikatan Keluarga Maluku Kabupaten Mimika, , menegaskan bahwa masyarakat Maluku di Mimika akan terus merawat persaudaraan dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah.

Secara kontekstual, pesan Johannes Rettob mencerminkan perubahan wajah perjuangan generasi muda Indonesia Timur saat ini. Jika dahulu keberanian diukur dari kemampuan melawan penjajahan, maka hari ini keberanian diuji melalui kemampuan bertahan dan bersaing di era digital tanpa kehilangan identitas budaya. Mimika, sebagai daerah dengan keberagaman yang kuat dan pertumbuhan sosial yang dinamis, menjadi ruang penting bagi lahirnya generasi muda kreatif yang tetap berpijak pada nilai persaudaraan dan sejarah leluhur.

Sore itu, perayaan Pattimura di Timika bukan hanya tentang mengenang seorang pahlawan. Ia menjelma menjadi pengingat bahwa sejarah tidak pernah benar-benar selesai—ia hanya berganti bentuk, dari kobaran obor menjadi cahaya layar digital, dari suara perang menjadi karya-karya yang menghidupkan harapan masa depan.

Example 300250
Penulis: Redaksi Lintastimor.idEditor: Agustinus Bobe