Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaPeristiwaPolkam

Jalan Motabuik – Nufuak Rusak Bertahun-Tahun, Kelurahan Mengaku Tak Berdaya”

350
×

Jalan Motabuik – Nufuak Rusak Bertahun-Tahun, Kelurahan Mengaku Tak Berdaya”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Di Tengah Kubangan Menuju SDI Nufuak, Anak-Anak Sekolah Meniti Lumpur demi Masa Depan

ATAMBUA |LINTASTIMOR.ID–Hujan turun perlahan di atas Jalan TN Bakel Motabuik menuju SDI Nufuak, Kecamatan Atambua Selatan, Kabupaten Belu, Jumat (15/5/2026). Rintiknya kecil, tetapi cukup untuk mengubah badan jalan menjadi deretan kubangan panjang berwarna coklat pekat.

Lubang-lubang besar yang telah lama menganga kembali dipenuhi air. Dari kejauhan, jalan itu tampak seperti sungai kecil yang rusak dan terlupakan. Sesekali suara knalpot meraung pelan ketika pengendara motor berusaha menghindari lubang yang tertutup genangan.

Example 300x600

Di jalan itulah anak-anak sekolah melintas setiap pagi.

Mereka berjalan dengan sepatu penuh lumpur, sebagian mengangkat celana agar tidak basah. Ada yang memilih melompat di sela bebatuan kecil, ada pula yang pasrah menembus kubangan demi tiba tepat waktu di sekolah.

Bagi warga Nufuak, kerusakan jalan itu bukan persoalan baru. Jalan rusak tersebut sudah bertahun-tahun menjadi bagian dari kehidupan mereka—sebuah penderitaan yang perlahan dianggap biasa karena terlalu lama dibiarkan.

Namun di balik keluhan masyarakat, pemerintah kelurahan mengaku tidak memiliki kewenangan maupun kemampuan anggaran untuk melakukan perbaikan.

Lurah Fatukbot, Emerentiana Moru, SST kepada Redaksi Lintastimor.id, Jumat siang, menjelaskan bahwa dana kelurahan tidak dapat digunakan untuk pembangunan jalan kabupaten.

“Karena dana kelurahan tidak untuk buat jalan. Kalau untuk sarpras itu hanya untuk rabat dan pengerasan khusus jalan lingkungan,” ujarnya.

Menurut Emerentiana, ruas Jalan TN Bakel Motabuik menuju SDI Nufuak merupakan jalan kabupaten sehingga tidak bisa diintervensi menggunakan dana kelurahan.

“Jalan masuk Nufuak Motabuik ini jalan kabupaten dan tidak bisa diintervensi pakai dana kelurahan. Jadi kami pemerintah kelurahan hanya bisa mengusulkan lewat Musrenbang Kelurahan,” katanya.

Ia mengatakan, sejak awal dirinya dilantik sebagai lurah, persoalan jalan rusak tersebut sudah beberapa kali disuarakan dalam forum resmi, termasuk saat reses DPRD Dapil I di Lingkungan Nufuak RT 16.

“Kami juga sudah bersuara. Semoga lewat Bapak/Ibu DPRD bisa diakomodir,” lanjutnya.

Pemerintah Kelurahan Fatukbot, kata dia, akan kembali membawa persoalan tersebut dalam Musrenbang berikut sebagai usulan prioritas pembangunan. Selain itu, pihaknya juga berencana melakukan koordinasi dengan BP4D dan Dinas PUPR Kabupaten Belu agar kerusakan jalan tersebut mendapat perhatian lebih serius.

╔═══════════════════════❀༻❤️༺❀═══════════════════════╗
“Di balik jalan yang berlubang itu,
ada langkah anak-anak sekolah
yang setiap hari bertaruh dengan lumpur
demi mengejar masa depan.”
╚═══════════════════════❀༻❤️༺❀═══════════════════════╝

Bagi masyarakat setempat, jalan itu bukan sekadar akses penghubung biasa. Jalan tersebut menjadi urat nadi kehidupan warga menuju sekolah, kebun, pasar hingga pusat Kota Atambua.

Sayangnya, waktu terus berjalan sementara lubang demi lubang tetap bertahan di badan jalan tanpa sentuhan perbaikan berarti.

Ketika musim hujan datang, kubangan menjadi semakin dalam. Kendaraan kerap terjebak. Pengendara harus ekstra hati-hati agar tidak tergelincir di jalan licin yang dipenuhi lumpur.

Warga mengaku kondisi tersebut sangat membahayakan, terutama bagi anak-anak sekolah yang setiap hari melintas menuju SDI Nufuak.

Di tengah kondisi itu, masyarakat hanya bisa berharap suara mereka tidak kembali tenggelam bersama air hujan yang menggenangi jalan rusak tersebut.

Sebab bagi warga kecil di pinggiran Kota Atambua, perhatian pemerintah bukan sekadar janji pembangunan, melainkan tentang keberpihakan terhadap kehidupan sehari-hari rakyat yang terus berjalan di atas jalan berlubang.

╔═══════════════════════❀༻🌹༺❀═══════════════════════╗
“Rakyat kecil tidak selalu meminta kemewahan.
Kadang mereka hanya ingin jalan yang layak,
agar perjalanan hidup mereka
tidak selalu dipenuhi luka dan lumpur.”
╚═══════════════════════❀༻🌹༺❀═══════════════════════╝

Example 300250