Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaNasionalOtomotifPeristiwaPolkamTeknologi

Jalan Malaka Timur Boas Menangis di Tengah Hujan”

2
×

Jalan Malaka Timur Boas Menangis di Tengah Hujan”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Longsor di Boas hingga Woelaus Menganga, Warga Memohon Pemerintah Jangan Tunggu Korban Berjatuhan

MALAKA |LINTASTIMOR.ID–Hujan yang turun tanpa henti beberapa hari terakhir tak hanya membasahi tanah di Kecamatan Malaka Timur, Kabupaten Malaka. Ia juga perlahan menggerus badan jalan, merobek aspal, dan meninggalkan luka panjang dari wilayah Boas hingga Woelaus.

Lubang-lubang besar menganga di tengah jalan. Sebagian badan jalan longsor dan nyaris putus. Air bercampur lumpur menutupi permukaan aspal yang rusak, membuat setiap kendaraan yang melintas seperti sedang mempertaruhkan keselamatan.

Example 300x600

Di malam hari, jalan itu berubah menjadi lorong gelap penuh ancaman.

Sepeda motor oleng saat melewati kubangan. Mobil-mobil harus berjalan perlahan sambil mencari celah aman di antara lubang dan longsoran tanah. Sopir kendaraan roda empat hingga roda dua belas pun memilih ekstra hati-hati karena kondisi jalan semakin membahayakan.

Tokoh masyarakat, , menyuarakan kegelisahan masyarakat yang kini hidup dalam kecemasan setiap kali melintasi jalur tersebut.

Menurutnya, kerusakan jalan akibat longsor dan hujan terus-menerus sudah sangat parah dan membutuhkan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Malaka sebelum menimbulkan korban jiwa.

“Badan jalan sudah berlubang hingga Woelaus. Longsor juga terjadi akibat hujan terus-menerus. Kami minta atensi penuh dari Pemda Malaka untuk segera memperbaiki jalan ini sebelum memakan korban,” tegas Paulus Seran kepada Lintastimor.id di lokasi jalan rusak, Jumat 15 Mei 2026 siang.

╔═══════════════════════❀༻❤️༺❀═══════════════════════╗
“Jalan yang rusak bukan hanya soal aspal yang pecah,
tetapi tentang rasa takut rakyat kecil
yang setiap hari harus pulang pergi
demi mempertahankan hidup.”
╚═══════════════════════❀༻❤️༺❀═══════════════════════╝

Bagi masyarakat Malaka Timur, jalan itu adalah denyut kehidupan. Dari jalur itulah hasil pertanian dibawa ke pasar. Anak-anak sekolah menuju ruang kelas. Ambulans melintas membawa pasien. Pedagang kecil menggantungkan harapan pada akses yang layak.

Namun kini setiap perjalanan terasa seperti melawan bahaya.

Warga mengaku saat hujan turun deras, beberapa titik jalan hampir tidak bisa dikenali karena tertutup air dan lumpur. Pengendara motor harus turun dan menuntun kendaraan mereka. Sementara kendaraan besar sering terjebak saat mencoba melewati ruas jalan yang rusak parah.

Jika tidak segera ditangani, masyarakat khawatir kerusakan akan semakin meluas dan memutus akses antarwilayah di Malaka Timur.

╔═══════════════════════❀༻🌹༺❀═══════════════════════╗
“Rakyat tidak meminta jalan emas.
Mereka hanya ingin pulang ke rumah
dengan selamat, tanpa takut jatuh
di jalan yang seharusnya dilindungi negara.”
╚═══════════════════════❀༻🌹༺❀═══════════════════════╝

Solusi yang Diharapkan Masyarakat

Masyarakat meminta Pemerintah Kabupaten Malaka segera mengambil langkah darurat dan langkah permanen agar kerusakan jalan tidak terus membahayakan pengguna.

Beberapa solusi yang diharapkan antara lain:

  1. Penanganan Darurat Secepatnya
    Pemda melalui Dinas PUPR diharapkan segera menurunkan alat berat untuk menimbun titik longsor dan lubang besar agar akses masyarakat tetap aman dilalui.
  2. Pemasangan Rambu dan Penerangan Sementara
    Titik-titik rawan longsor perlu diberi tanda peringatan agar pengguna jalan, terutama pada malam hari, dapat lebih waspada.
  3. Normalisasi Drainase dan Saluran Air
    Banyak kerusakan jalan dipicu aliran air hujan yang tidak terkontrol. Perbaikan drainase menjadi langkah penting agar longsor tidak terus terjadi.
  4. Perbaikan Permanen dan Penguatan Tebing Jalan
    Pemerintah perlu mengalokasikan anggaran khusus untuk pembangunan jalan permanen, termasuk penguatan tebing di titik rawan longsor.
  5. Pengawasan Berkala Saat Musim Hujan
    Pemantauan rutin perlu dilakukan agar kerusakan kecil tidak berkembang menjadi bencana besar yang memutus total akses masyarakat.

Kini masyarakat Malaka Timur hanya berharap suara mereka tidak hilang bersama derasnya hujan. Sebab di balik jalan yang rusak itu, ada ribuan kehidupan yang sedang menunggu keberpihakan pemerintah hadir secara nyata.

Example 300250
Penulis: Agustinus BobeEditor: Agustinus Bobe