Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
Gaya HidupNasionalPeristiwa

Tahbisan  Diakon SVD Ledalero 2026, 18 Konfrater Sang Sabda Bersiap Ditahbiskan Menjadi Diakon di Kapela

2
×

Tahbisan  Diakon SVD Ledalero 2026, 18 Konfrater Sang Sabda Bersiap Ditahbiskan Menjadi Diakon di Kapela

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

“Karena Begitu Besar Kasih Allah” (Yohanes 3:16)
Di bawah langit Ledalero yang teduh dan lonceng kapela yang bersahut lembut, 18 putra Sang Sabda bersiap melangkah menuju altar pengabdian. Mereka datang bukan membawa kemegahan dunia, melainkan hati yang telah lama ditempa dalam doa, disiplin, dan pengorbanan sunyi.

LEDALEORO |LINTASTIMOR.ID— Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur kembali menjadi saksi lahirnya para pelayan altar bagi Gereja dan umat manusia. Sebanyak 18 Konfrater Serikat Sabda Allah (SVD) dijadwalkan menerima Tahbisan Diakon pada Minggu, 31 Mei 2026, di Kapela Agung Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero.

Example 300x600

Tahbisan suci tersebut akan dipimpin langsung oleh selaku Uskup Keuskupan Agung Kupang, Mgr.Hironimus Pakaenoni.

Mengusung tema rohani “Karena Begitu Besar Kasih Allah” yang diambil dari Injil Yohanes 3:16, momentum sakral ini menjadi peneguhan panggilan bagi para konfrater yang telah menjalani proses formasi panjang dalam kehidupan seminari dan spiritualitas Serikat Sabda Allah.

Di halaman seminari yang sejuk, wajah-wajah para calon diakon tampak teduh. Di balik senyum mereka tersimpan perjalanan panjang: meninggalkan keluarga, menaklukkan kerinduan, belajar mencintai kesunyian, serta menyerahkan diri bagi pelayanan Gereja universal.

Tahbisan Diakon bukan sekadar seremoni gerejawi, melainkan awal dari penyerahan hidup secara lebih total kepada Kristus dan umat. Seorang diakon dipanggil menjadi pelayan Sabda, pelayan altar, dan pelayan kasih bagi mereka yang kecil, lemah, dan terlupakan.

Adapun 18 Konfrater SVD yang akan menerima Tahbisan Diakon yakni:

  1. Fr. Bake Lado Sabinus, SVD
  2. Fr. Sina Kelen Simon, SVD
  3. Fr. Meni Subun Febronius, SVD
  4. Fr. Tap Adrianus, SVD
  5. Fr. Daga Selestianus, SVD
  6. Fr. Oki Wilfridus, SVD
  7. Fr. Sogen Gega Petrus Marianus, SVD
  8. Fr. Bauk Kanisius, SVD
  9. Fr. Diku Da Rikardus, SVD
  10. Fr. Tukan Paulus Barekama, SVD
  11. Fr. Iwad Mara Donatus, SVD
  12. Fr. Gowing Moron Beatus Didimus, SVD
  13. Fr. Hausufa Clitus Marselinus, SVD
  14. Fr. Sandiawan Denatalis Petrus, SVD
  15. Fr. Carli Ka’u Fransiskus, SVD
  16. Fr. Rudin Yohanes, SVD
  17. Fr. Japa Bertin Yulius, SVD
  18. Fr. Ambasan Yosef Mario, SVD

Suasana tahbisan diperkirakan akan dihadiri para imam, frater, suster, keluarga kandidat, umat, serta para pencinta Sang Sabda dari berbagai daerah.

Di Ledalero, tahbisan selalu lebih dari sebuah upacara. Ia adalah kisah tentang benih-benih panggilan yang bertumbuh dalam doa para ibu, air mata ayah, dan pengharapan Gereja. Di altar itu, para konfrater akan merebahkan diri dalam litani para kudus — sebuah simbol bahwa hidup mereka tak lagi sepenuhnya milik diri sendiri, melainkan dipersembahkan bagi Tuhan dan sesama.

Dan ketika tangan uskup ditumpangkan di atas kepala mereka, langit Ledalero seakan kembali menggemakan panggilan lama:
bahwa kasih Allah selalu menemukan orang-orang yang bersedia diutus.

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini…”
Maka 18 putra Sang Sabda pun menjawab:
“Ya Tuhan, utuslah kami.”

Example 300250
Penulis: Redaksi Lintastimor.idEditor: Agustinus Bobe