Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaGaya HidupKabupaten MappiKabupaten MimikaNasionalPeristiwaPolkam

Dari Langkah Kaki ke Semangat Persaudaraan: Fun Run 7K Pattimura Menggetarkan Mimika

37
×

Dari Langkah Kaki ke Semangat Persaudaraan: Fun Run 7K Pattimura Menggetarkan Mimika

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA | LINTASTIMOR.ID – Pagi di pelataran Gedung Eme Neme Yauware, Kabupaten Mimika, Jumat (15/5/2026), tidak hanya dipenuhi derap langkah ratusan peserta Fun Run 7K. Udara yang masih menyimpan embun itu juga dipenuhi semangat persaudaraan, tawa, dan wajah-wajah penuh antusias yang datang dari beragam latar belakang untuk merayakan Hari Pattimura ke-209 Tahun 2026.

Di tengah riuh suara peserta dan kibaran atribut merah putih, semangat Kapitan Pattimura seakan kembali hidup di tanah Papua.

Example 300x600

Bukan melalui dentuman senjata atau pekik perang, melainkan lewat langkah-langkah kecil yang menyatukan manusia dalam olahraga, toleransi, dan rasa cinta terhadap negeri.

Kegiatan yang berlangsung meriah itu dilepas langsung oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), Fransiskus Bokeyau. Kehadirannya disambut hangat peserta yang memadati area start sejak pagi hari.

Dalam sambutannya, Fransiskus memberikan apresiasi kepada Ikatan Keluarga Maluku Kabupaten Mimika bersama seluruh panitia yang dinilai berhasil menghadirkan kegiatan penuh makna dan kebersamaan.

╔════════════════════════════════════╗
❝ Semangat perjuangan Pattimura harus terus diwariskan kepada generasi muda sebagai inspirasi dalam membangun bangsa dan daerah dengan penuh tanggung jawab, keberanian, disiplin, dan cinta tanah air. ❞
— Fransiskus Bokeyau
╚════════════════════════════════════╝

Bagi Fransiskus, Hari Pattimura bukan sekadar seremoni tahunan yang hadir lalu berlalu. Di balik nama besar Kapitan Pattimura, tersimpan nilai perjuangan tentang harga diri, keberanian melawan ketidakadilan, dan pengabdian kepada rakyat yang tetap relevan hingga hari ini.

Fun Run 7K pun menjadi lebih dari sekadar olahraga pagi. Di lintasan sepanjang tujuh kilometer itu, masyarakat Mimika seperti sedang merawat denyut kebersamaan di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya yang hidup berdampingan di daerah penghasil emas tersebut.

Peserta berlari dengan semangat yang sama, tanpa memandang asal-usul maupun status sosial. Ada anak muda, orang tua, komunitas olahraga, hingga keluarga yang datang membawa semangat persatuan. Sorak sorai dan tepuk tangan warga di sepanjang jalur menambah suasana hangat yang terasa begitu manusiawi.

╔════════════════════════════════════╗
❝ Kegiatan ini memperkuat toleransi dan rasa persaudaraan lintas suku, agama, dan budaya. Inilah kekuatan Mimika, keberagaman yang hidup dalam suasana damai dan saling menghormati. ❞
— Fransiskus Bokeyau
╚════════════════════════════════════╝

Di tengah tantangan sosial yang kerap menguji harmoni masyarakat multikultural di berbagai daerah Indonesia, kegiatan seperti Fun Run 7K Pattimura di Mimika menunjukkan bahwa ruang-ruang kebersamaan masih menjadi cara paling efektif menjaga persatuan. Olahraga tidak lagi sekadar aktivitas fisik, melainkan medium sosial yang mampu mempertemukan identitas-identitas berbeda dalam suasana yang setara dan damai.

Fransiskus juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Mimika akan terus mendukung berbagai kegiatan kemasyarakatan yang memberikan dampak positif bagi pembangunan karakter masyarakat, terutama generasi muda.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak semata-mata diukur dari berdirinya gedung atau infrastruktur fisik, tetapi juga dari lahirnya manusia-manusia yang sehat, kuat, produktif, dan memiliki jiwa persatuan yang tinggi.

Ia pun mengajak masyarakat terus menjaga keamanan, ketertiban, dan keharmonisan sosial agar semangat Pattimura tetap menjadi energi kolektif dalam membangun Mimika yang maju, aman, sejahtera, dan bermartabat.

Di akhir kegiatan, ketika langkah-langkah peserta mulai melambat dan peluh membasahi wajah mereka, tersisa satu pesan yang terasa kuat di udara Mimika pagi itu: bahwa persaudaraan kadang lahir dari hal-hal sederhana — dari langkah kaki yang bergerak bersama menuju tujuan yang sama.

Example 300250
Penulis: Redaksi Lintastimor.idEditor: Agustinus Bobe