Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaPeristiwaPolkam

Dari Betelalenok Menuju Batas Negeri: Saat 63 Mahasiswa Menanam Masa Depan di Belu

164
×

Dari Betelalenok Menuju Batas Negeri: Saat 63 Mahasiswa Menanam Masa Depan di Belu

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

ATAMBUA |LINTASTIMOR.ID — Pagi itu, Gedung Betelalenok tidak sekadar menjadi tempat peluncuran program. Di ruang yang dipenuhi harapan dan percakapan tentang masa depan, langkah-langkah kecil menuju perubahan mulai diayunkan.

Pemerintah Kabupaten Belu secara resmi menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dan Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang yang diluncurkan pada Selasa, 23 Juni 2026.

Example 300x600

Sebanyak 63 mahasiswa akan menjalani pengabdian selama tiga bulan di Desa Sadi, Desa Tulakadi, dan Desa Dualaus—wilayah yang selama ini berdiri di garis depan perbatasan, namun menyimpan ruang luas untuk tumbuh.

Kehadiran mereka bukan sekadar membawa nama kampus atau lembar program kerja. Mereka datang dengan gagasan, tenaga, dan keberanian untuk mendengar denyut masyarakat secara langsung; menyusun inovasi dari hal-hal sederhana, memperkuat pemberdayaan, serta menghadirkan solusi nyata bagi percepatan pembangunan desa.

Pemerintah Kabupaten Belu memandang kolaborasi ini sebagai ikhtiar yang melampaui agenda akademik. Pertemuan antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat dinilai menjadi fondasi penting untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat perbatasan sekaligus membangun daya saing daerah.

“Kolaborasi adalah cara paling manusiawi untuk membangun. Ketika ilmu pengetahuan turun dari ruang kuliah dan bertemu kebutuhan riil masyarakat, pembangunan tidak lagi menjadi angka, melainkan pengalaman yang dirasakan,” demikian semangat yang tercermin dalam peluncuran tersebut.

Di tengah tantangan pembangunan kawasan perbatasan, model pengabdian lintas universitas seperti ini juga memberi pesan penting: desa bukan lagi objek pembangunan, tetapi ruang lahirnya gagasan baru yang dapat tumbuh dari partisipasi warga dan energi generasi muda.

Tiga bulan mungkin terdengar singkat. Namun di banyak tempat, perubahan sering lahir bukan dari waktu yang panjang, melainkan dari pertemuan yang sungguh-sungguh—antara ilmu, keberanian, dan harapan yang memilih tinggal lebih lama daripada masa pengabdian itu sendiri.

Example 300250
Penulis: Redaksi Lintastimor.idEditor: Agustinus Bobe