Pembekalan OMK Menjadi Ruang Menyalakan Iman, Kepemimpinan, dan Semangat Pelayanan
ATAMBUA |LINTASTIMOR.ID– Di bawah naungan kesederhanaan Gereja Stasi St. Fransiskus Asisi Kuneru, sebuah peristiwa penting berlangsung dalam suasana yang khidmat dan penuh harapan. Bukan sekadar rangkaian acara menjelang pelantikan, melainkan sebuah proses penanaman nilai yang akan menentukan arah perjalanan Orang Muda Katolik (OMK) di masa mendatang.
Selasa, 16 Juni 2026 lalu, bangku-bangku gereja dipenuhi wajah-wajah muda yang datang dengan semangat belajar dan melayani. Mereka berkumpul untuk menerima pembekalan sebelum resmi dilantik sebagai pengurus dan anggota OMK Stasi St. Fransiskus Asisi Kuneru, Paroki Katedral Santa Maria Immaculata Atambua.
Pembekalan tersebut disampaikan oleh Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Atambua, RD. Samuel Yoris Giri, yang hadir didampingi RD. Yudel Neno dari Komisi Kepemudaan Keuskupan Atambua. Dalam suasana yang hangat namun sarat makna, keduanya membimbing para peserta untuk memahami panggilan pelayanan sebagai kaum muda Katolik di tengah tantangan zaman yang terus berubah.
“OMK bukan hanya pewaris Gereja, tetapi juga pelaku utama yang dipanggil untuk menghadirkan wajah Gereja yang hidup, dinamis, dan penuh kasih di tengah masyarakat.”
Pesan-pesan pembinaan disampaikan dengan bahasa yang dekat dengan kehidupan kaum muda, mengajak mereka untuk tidak hanya aktif dalam kegiatan gerejani, tetapi juga menjadi pribadi yang mampu membawa nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan sehari-hari.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut RD. Kristianus Fallo, Pastor Stasi Kuneru, Pater Widi, OFM, para suster, Pengurus Dewan Pastoral Stasi (DPS) Kuneru, para Ketua Lingkungan se-Stasi Kuneru, para pendamping OMK lingkungan, serta utusan OMK Paroki Katedral Atambua.
Kehadiran berbagai unsur Gereja itu menghadirkan suasana kebersamaan yang kuat. Para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga merasakan dukungan nyata dari seluruh komunitas iman yang berharap lahirnya generasi muda yang tangguh dalam pelayanan dan kokoh dalam iman.
Di dalam ruang gereja yang sederhana itu, setiap materi yang disampaikan menjadi bekal untuk menumbuhkan kesadaran bahwa kepemimpinan dalam Gereja bukan soal jabatan, melainkan kesediaan untuk melayani. Sebab seorang pemimpin Katolik dipanggil terlebih dahulu untuk menjadi pelayan bagi sesamanya.
Menyiapkan Pemimpin Gereja dari Akar Rumput
Pembekalan sebelum pelantikan OMK memiliki makna strategis dalam kehidupan Gereja. Di tengah derasnya arus digitalisasi, perubahan sosial, dan tantangan moral yang dihadapi generasi muda saat ini, pembinaan menjadi instrumen penting untuk menjaga arah perjalanan kaum muda agar tetap berakar pada nilai iman dan semangat pelayanan.
Karena itu, kegiatan seperti yang dilaksanakan di Stasi Kuneru bukan sekadar agenda organisasi, melainkan investasi pastoral jangka panjang. Dari komunitas-komunitas kecil di tingkat stasi dan lingkungan inilah lahir calon-calon pemimpin Gereja dan masyarakat yang kelak akan membawa terang di tengah kehidupan sosial.
“Pelayanan bukan tentang menjadi yang paling terlihat, tetapi tentang menjadi yang paling siap hadir ketika sesama membutuhkan.”
Menjelang pelantikan, semangat yang tumbuh di hati para OMK Kuneru menjadi pertanda bahwa Gereja terus memiliki harapan. Sebab selama masih ada kaum muda yang bersedia belajar, melayani, dan berjalan bersama Gereja, maka nyala iman itu tidak akan pernah padam.
Dan dari altar kecil di Kuneru, harapan itu kembali dinyalakan—pelan namun pasti—untuk menerangi perjalanan Gereja hari ini dan masa depan yang sedang dipersiapkan Tuhan melalui tangan-tangan muda yang penuh semangat pengabdian.


















