Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaGaya HidupHiburanNasionalPeristiwaPolkam

Sungai Menantang, Pertamina Jaga Pasokan BBM  Yahukimo

12
×

Sungai Menantang, Pertamina Jaga Pasokan BBM  Yahukimo

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA | LINTASTIMOR.ID — Di Yahukimo, Papua Pegunungan, perjalanan bahan bakar minyak (BBM) tidak selalu berjalan mulus. Sungai yang mendangkal dan ketinggian air yang berubah-ubah menjadi tantangan bagi distribusi energi menuju masyarakat. Di balik setiap pengiriman, ada jalur yang harus disiasati agar kebutuhan warga dan layanan strategis tetap terpenuhi.

Menghadapi kondisi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku memastikan pasokan BBM untuk Kabupaten Yahukimo tetap tersedia. Persediaan di Fuel Terminal (FT) Timika masih mencukupi, sementara strategi distribusi terus dioptimalkan untuk menjaga kelancaran pengiriman hingga ke lembaga penyalur.

Example 300x600

Per Sabtu, 17 Oktober 2026, stok di FT Timika tercatat sekitar 3,1 juta liter solar, 1,3 juta liter Pertalite, dan 800 ribu liter minyak tanah. Persediaan ini menjadi penopang utama pasokan BBM yang dikirim untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan sektor strategis di wilayah Yahukimo.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, menegaskan bahwa ketersediaan stok harus diikuti dengan distribusi yang terjaga. Sebab, bahan bakar yang tersimpan di terminal baru benar-benar menjawab kebutuhan ketika dapat menjangkau masyarakat dan para pengguna di daerah tujuan.

“Secara keseluruhan, stok di FT Timika dalam keadaan baik dan sangat mencukupi. Fokus utama kami adalah memastikan pasokan BBM tersebut dapat terdistribusi secara maksimal dan berkelanjutan,” kata Ispiani dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/10/2026).

Menyiasati sungai, menjaga rantai pasok

Tantangan distribusi BBM menuju Yahukimo terletak pada kondisi jalur pengiriman. Pendangkalan dan perubahan ketinggian air sungai memengaruhi pergerakan armada, sehingga pengangkutan membutuhkan pola suplai yang disesuaikan dengan keadaan di lapangan.

Untuk menjaga kelancaran pengiriman, Pertamina menggunakan kapal Landing Craft Transport (LCT) atau Self Propelled Oil Barge (SPOB) dari Timika. Distribusi kemudian dilanjutkan menggunakan longboat milik masyarakat untuk menjangkau Dekai dan wilayah Yahukimo.

Pola pengiriman kombinasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadapi keterbatasan jalur transportasi. Perjalanan BBM tidak hanya bergantung pada ketersediaan stok, tetapi juga pada kemampuan menyesuaikan moda angkutan dengan kondisi sungai.

Di wilayah dengan tantangan geografis seperti Yahukimo, kesinambungan pasokan menuntut koordinasi dan pengaturan distribusi yang cermat. Setiap pengiriman menjadi bagian dari mata rantai yang menghubungkan persediaan di terminal dengan kebutuhan energi di daerah tujuan.

Persediaan SPBU diperkuat pengiriman susulan

Di tingkat SPBU, catatan per Jumat, 16 Oktober 2026, menunjukkan stok Pertalite di Yahukimo sekitar 16.400 liter, sedangkan solar mencapai 19.300 liter.

Pertamina juga mengirim tambahan 5.000 liter Pertalite dan 5.000 liter solar menuju lembaga penyalur. Pengiriman susulan ini ditujukan untuk memperkuat persediaan dan mendukung keberlanjutan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami terus bekerja keras memperkuat rantai pasok agar stok di SPBU selalu siaga melayani warga,” ujar Ispiani.

Data tersebut memperlihatkan dua sisi penting dalam menjaga ketersediaan energi: kecukupan persediaan di pusat pasokan dan kelancaran distribusi hingga ke SPBU. Keduanya perlu berjalan seiring agar stok yang tersedia di terminal dapat mendukung kebutuhan masyarakat di lapangan.

BBM menopang masyarakat dan sektor strategis

Selain memenuhi kebutuhan masyarakat melalui SPBU, Pertamina Patra Niaga menyatakan tetap mendukung kebutuhan BBM bagi sektor strategis, termasuk TNI, Polri, PLN, dan industri.

Penyaluran untuk kebutuhan tersebut dilaksanakan berdasarkan volume permintaan dan mekanisme pengiriman sesuai perjanjian kerja sama yang telah disepakati. Pertamina juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk menjaga kelancaran pemenuhan kebutuhan energi di Yahukimo.

Bagi masyarakat, ketersediaan BBM bukan hanya persoalan angka dalam laporan persediaan. Bahan bakar merupakan bagian penting yang menopang mobilitas, kegiatan ekonomi, dan operasional berbagai layanan yang dibutuhkan di wilayah tersebut.

Karena itu, tantangan distribusi di jalur sungai menjadi bagian penting dari upaya menjaga pasokan tetap berkelanjutan. Kecukupan stok perlu diiringi pengiriman yang mampu menjangkau lembaga penyalur sesuai kondisi lapangan.

Pertamina Patra Niaga memastikan upaya penguatan rantai pasok dan koordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait terus dilakukan. Di tengah tantangan geografis Yahukimo, kelancaran distribusi menjadi kunci agar persediaan BBM di terminal dapat terus mendukung kebutuhan masyarakat dan sektor strategis.

 

Example 300250
Penulis: Redaksi Lintastimor.id Editor: Agustinus Bobe