Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
HiburanNasional

Piche Kota dan Deretan Musisi Ramaikan “Kupang Pange Pulang”, Panggung Musik di Universitas Nusa Cendana

150
×

Piche Kota dan Deretan Musisi Ramaikan “Kupang Pange Pulang”, Panggung Musik di Universitas Nusa Cendana

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

KUPANG | LINTASTIMOR.ID — Musik menjadi jembatan bagi para musisi untuk bertemu dengan penggemar, merawat kedekatan dengan tanah kelahiran, sekaligus menghadirkan cerita dari perjalanan panjang mereka. Semangat itu tergambar dalam poster acara Kupang Pange Pulang yang dijadwalkan berlangsung pada 17 Oktober 2026 di Auditorium Universitas Nusa Cendana, Kupang.

Nama Piche Kota menjadi salah satu perhatian dalam deretan penampil yang diumumkan melalui poster tersebut. Penyanyi asal Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), itu akan tampil bersama sejumlah musisi, penyanyi, dan pengisi acara lainnya.

Example 300x600

Selain Piche Kota, poster mencantumkan nama Andmesh Kamaleng, Mario G Klau, Gery Gani, Ziva Magnolya, Anneth, Fresly Nikijuluw, MC Yewen, Cepupus Band, Hand of God Band, Faisal Resi, MKP Band, Syalom Pandie, Juliandry Mustafa, The Counter Melody, MC Aine, dan MC Edno.

Kehadiran para penampil dari latar belakang musik yang beragam menjadikan acara ini sebagai ruang pertemuan berbagai warna musikal. Nama-nama yang diumumkan juga memperlihatkan keterlibatan penyanyi solo, grup musik, serta pembawa acara dalam satu panggung.

Namun, bagi Piche Kota, kesempatan tampil di hadapan publik melalui acara seperti ini juga menjadi bagian dari perjalanan seorang penyanyi muda yang sedang membangun namanya di industri musik Indonesia.

Piche Kota, suara muda dari Atambua

Piche Kota dikenal dengan nama lengkap Petrus Yohannes Debrito Armando Djaga Kota. Ia merupakan penyanyi asal Atambua, Kabupaten Belu, NTT, yang mendapat perhatian luas setelah mengikuti ajang Indonesian Idol 2025 dan berhasil menembus jajaran enam besar atau Top 6.

Pencapaian tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan kariernya. Melalui kompetisi itu, Piche memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan kemampuan vokalnya kepada khalayak yang lebih luas, sekaligus membawa nama daerah asalnya ke panggung hiburan nasional.

Bagi penyanyi muda dari kawasan perbatasan Indonesia dan Timor-Leste, perjalanan menuju panggung nasional bukan hanya persoalan popularitas. Ada proses panjang untuk membangun kemampuan, menemukan karakter musikal, dan mempertahankan kepercayaan pendengar.

Perhatian publik terhadap Piche Kota pun berkembang dari penampilannya di kompetisi televisi menuju perjalanan bermusik yang lebih luas.

“Sedikit Lebih Lama”, babak baru perjalanan musikal

Salah satu karya yang menandai perjalanan Piche Kota adalah lagu “Sedikit Lebih Lama”, yang dirilis pada 18 September 2026 berdasarkan informasi yang telah tersedia.

Lagu tersebut menjadi bagian dari langkahnya membangun identitas sebagai penyanyi setelah memperoleh perhatian melalui Indonesian Idol. Perjalanan seorang penyanyi tidak berhenti ketika kompetisi berakhir; justru pada tahap inilah konsistensi berkarya, pertemuan dengan pendengar, dan kemampuan menjaga kualitas penampilan menjadi penting.

Bagi Piche, setiap panggung dan karya baru membuka kesempatan untuk memperluas jangkauan pendengar, termasuk mereka yang mengikuti perjalanannya sejak awal.

Penampilannya dalam Kupang Pange Pulang juga menempatkan nama penyanyi asal Atambua itu dalam jajaran musisi yang diumumkan untuk tampil pada acara tersebut.

Deretan artis dengan warna musik berbeda

Selain Piche Kota, poster Kupang Pange Pulang menampilkan sejumlah nama yang telah dikenal melalui perjalanan musik masing-masing.

Andmesh Kamaleng dikenal melalui lagu-lagu pop bernuansa emosional, sementara Mario G Klau memiliki perjalanan tersendiri sebagai penyanyi dan pencipta lagu. Ziva Magnolya dan Anneth juga termasuk nama penyanyi muda yang dikenal publik melalui kompetisi menyanyi dan karya rekaman mereka.

Fresly Nikijuluw turut tercantum dalam daftar penampil, bersama Gery Gani dan sejumlah musisi lainnya. Kehadiran Cepupus Band, Hand of God Band, MKP Band, serta The Counter Melody memperlihatkan bahwa acara ini tidak hanya menghadirkan penyanyi solo, tetapi juga kelompok musik.

Sementara itu, MC Yewen, MC Aine, dan MC Edno tercantum sebagai bagian dari deretan pengisi acara. Nama-nama lain yang diumumkan adalah Faisal Resi, Syalom Pandie, dan Juliandry Mustafa.

Seluruh nama tersebut tercantum dalam materi promosi acara. Susunan penampilan, pembagian sesi, serta waktu tampil masing-masing artis belum dijelaskan dalam poster yang tersedia.

Panggung pertemuan musik dan identitas daerah

Auditorium Universitas Nusa Cendana menjadi lokasi yang dipilih untuk penyelenggaraan acara pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Poster juga mencantumkan sejumlah mitra kolaborasi yang mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Di tengah pertumbuhan industri hiburan dan meningkatnya perhatian terhadap musisi dari berbagai daerah, panggung seperti Kupang Pange Pulang berpotensi menjadi ruang pertemuan antara karya, komunitas pendengar, dan identitas lokal.

Bagi Piche Kota, perjalanan dari Atambua menuju panggung hiburan nasional menunjukkan bagaimana seorang penyanyi daerah dapat memperluas ruang berkaryanya melalui kesempatan dan proses yang berkelanjutan.

Sementara bagi penonton, pertemuan berbagai nama dalam satu acara menghadirkan kesempatan menikmati beragam karakter musik dalam satu panggung.

Pada akhirnya, perjalanan seorang musisi tidak hanya diukur dari seberapa jauh namanya dikenal, tetapi juga dari karya yang terus dihidupkan dan hubungan yang dibangun bersama pendengarnya. Di panggung Kupang Pange Pulang, Piche Kota menjadi salah satu nama yang membawa cerita perjalanan itu—dari Atambua menuju ruang musik yang lebih luas.

Example 300250
Penulis: Agustinus Bobe Editor: Agustinus Bobe