Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
Hukum & KriminalKabupaten MimikaPeristiwa

Penegakan Hukum Memburu DPO di Lereng Tembagapura

4
×

Penegakan Hukum Memburu DPO di Lereng Tembagapura

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MIMIKA |LINTASTIMOR.ID — Di antara jurang dan bukit yang membentang di kawasan Tembagapura, langkah penegakan hukum kembali bergerak. Medan yang terjal tidak menghentikan personel gabungan Satgas Kepolisian dalam Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Satgas Amole-2026 menelusuri keberadaan seorang Daftar Pencarian Orang (DPO) berinisial GW, Jumat (7/8/2026).

Upaya tersebut merupakan hasil rangkaian penyelidikan, pemantauan, dan pengembangan informasi personel di lapangan mengenai keberadaan GW, yang telah tercatat sebagai DPO dan berkaitan dengan sejumlah perkara pidana di wilayah Tembagapura dan Kabupaten Mimika.

Example 300x600

Nama GW tercatat dalam LP/55/XI/2017/SEK. TEMBAGAPURA tanggal 14 November 2017. Ia diduga terlibat dalam aksi penembakan terhadap kendaraan LWB di area Mile 69, Distrik Tembagapura, yang mengakibatkan seorang korban berinisial RTS mengalami luka pada paha kiri.

Perkara lain yang turut mengaitkan GW tercatat dalam LP/39/III/2020/RES. MIMIKA tanggal 30 Maret 2020. Dalam aksi penyerangan dan penembakan di area perkantoran Office Building 1 PT Freeport Indonesia, Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, seorang warga negara Selandia Baru, Graeme Thomas Wall (57), meninggal dunia. Dua karyawan lainnya juga mengalami luka.

Di medan seperti Tembagapura, penegakan hukum tidak hanya berhadapan dengan seorang target, tetapi juga dengan bentang alam yang menyulitkan setiap pergerakan. Karena itu, tindakan personel di lapangan dilakukan dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi medan.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., saat dijumpai media, Sabtu (8/8), menjelaskan bahwa langkah terhadap GW dilakukan setelah personel mengembangkan informasi secara bertahap.

“Dalam pelaksanaan penegakan hukum, personel gabungan melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap target dengan menyesuaikan situasi di lapangan. Karena situasi di lapangan ini jurang dan bukit. Serta tetap berpedoman pada hukum yang berlaku,” jelas Yusuf.

Tindakan tersebut kemudian membuat GW mengalami luka pada bagian tubuhnya. Setelah itu, yang bersangkutan mendapatkan pertolongan dari anggota kelompoknya. Personel gabungan selanjutnya melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi di sekitar lokasi.

Dari informasi yang diperoleh petugas, GW kemudian dibawa oleh anggota kelompoknya menuju kawasan hutan.

Yusuf menambahkan, perkembangan situasi di lapangan masih terus dipantau oleh personel. Pengumpulan informasi dilakukan untuk memastikan setiap perkembangan dapat diketahui dan ditindaklanjuti berdasarkan fakta yang ditemukan.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menempatkan penindakan terhadap GW dalam kerangka penegakan hukum terhadap seseorang yang telah masuk dalam daftar pencarian orang.

“Penindakan terhadap GW dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan dan pemantauan personel di lapangan terhadap target yang telah masuk dalam daftar pencarian orang serta berkaitan dengan sejumlah perkara yang ditangani oleh kepolisian. Seluruh proses penegakan hukum dilaksanakan secara profesional, terukur, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Faizal.

Penegasan itu sekaligus menunjukkan bahwa penentuan sasaran operasi tidak dilakukan secara sembarangan. Setiap langkah, menurut kepolisian, bertumpu pada hasil penyelidikan dan data yang telah dimiliki.

“Kami memastikan bahwa setiap upaya penegakan hukum dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan dan data yang dimiliki kepolisian. Terhadap GW, yang bersangkutan merupakan target yang telah tercatat dalam DPO terkait sejumlah perkara pidana. Karena itu, langkah yang dilakukan personel merupakan bagian dari proses penegakan hukum terhadap target tersebut,” tegas Faizal.

Menjaga Ruang Publik dari Informasi Mentah

Di tengah situasi keamanan yang sensitif, informasi mengenai operasi penegakan hukum mudah berkembang lebih cepat daripada fakta yang berhasil diverifikasi. Karena itu, kepolisian meminta masyarakat tidak menjadikan informasi yang belum teruji sebagai dasar kesimpulan.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., mengingatkan masyarakat agar tetap tenang sembari menunggu informasi resmi mengenai perkembangan di lapangan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Perkembangan di lapangan akan terus kami dalami dan setiap informasi yang disampaikan kepada publik akan didasarkan pada fakta yang telah diverifikasi oleh petugas,” kata Adarma.

Secara kontekstual, pengejaran terhadap DPO di kawasan Tembagapura memperlihatkan bahwa penegakan hukum di wilayah dengan kondisi geografis ekstrem membutuhkan lebih dari sekadar keberanian. Akurasi informasi, pengendalian tindakan, pemahaman medan, serta kepatuhan terhadap hukum menjadi bagian yang tidak terpisahkan agar setiap langkah operasi tetap terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.

Hingga kini, Satgas Kepolisian yang tergabung dalam Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Satgas Amole-2026 masih melakukan pemantauan, pengumpulan informasi, dan pengembangan penyelidikan terhadap perkembangan situasi di wilayah Tembagapura.

Penegakan hukum terhadap GW menjadi bagian dari komitmen kepolisian menangani berbagai tindak pidana sekaligus melakukan pengejaran terhadap pelaku yang telah masuk dalam daftar pencarian orang. Seluruh proses ditegaskan tetap mengedepankan profesionalitas, proporsionalitas, kehati-hatian, serta kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Di lereng Tembagapura, ketika jejak manusia dapat menghilang di balik bukit dan hutan, penegakan hukum pada akhirnya bukan sekadar tentang menemukan seorang buronan, melainkan tentang memastikan bahwa setiap langkah pencarian tetap berpijak pada hukum dan dapat dipertanggungjawabkan.

Example 300250
Penulis: Redaksi Lintastimor.idEditor: Agustinus Bobe