Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaKabupaten MimikaNasionalPeristiwaPolkam

Merah Putih Dikibarkan, Papua Tengah Meneguhkan Indonesia

18
×

Merah Putih Dikibarkan, Papua Tengah Meneguhkan Indonesia

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

NABIRE |LINTASTIMPR.ID — Bulan Agustus selalu datang membawa warna yang tak pernah benar-benar pudar: merah dan putih. Di bawah langit Kota Papua Tengah yang luas, dua warna itu kembali diminta berkibar dari rumah-rumah warga, halaman sekolah, kantor pemerintahan, tempat usaha, hingga ruang-ruang kehidupan masyarakat.

Bukan hanya kain yang bergerak disentuh angin, Merah Putih adalah ingatan kolektif tentang sebuah bangsa yang lahir dari perjuangan panjang. Dari tanah Papua Tengah, semangat itu kembali disuarakan. Polda Papua Tengah mengingatkan seluruh masyarakat untuk mengibarkan Bendera Merah Putih secara serentak mulai 1 hingga 31 Agustus 2026, menyambut peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Example 300x600

Ajakan tersebut disampaikan oleh Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, sebagai bagian dari upaya menumbuhkan semangat nasionalisme, memperkuat persatuan, sekaligus mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Kapolda mengatakan, Agustus bukan sekadar pergantian halaman dalam kalender. Bulan ini adalah ruang bagi bangsa Indonesia untuk kembali menatap sejarah, merawat persaudaraan, dan meneguhkan kecintaan terhadap tanah air.

“Bulan Agustus merupakan momentum untuk meneguhkan semangat kebangsaan dan memperkuat rasa cinta tanah air. Kami mengajak seluruh masyarakat di Papua Tengah untuk mengibarkan Bendera Merah Putih secara serentak mulai 1 hingga 31 Agustus 2026 di setiap rumah, kantor, sekolah, tempat usaha, dan lingkungan masing-masing,” ungkap Kapolda, Senin (3/8/2026).

Bagi Kapolda, pengibaran Merah Putih tidak berhenti pada sebuah seremoni tahunan. Di balik setiap bendera yang berkibar, ada penghormatan kepada mereka yang telah mendahului sejarah. Ada pula pesan bahwa kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diwariskan, melainkan nilai yang harus terus dirawat bersama.

“Pengibaran Bendera Merah Putih bukan sekadar tradisi, tetapi merupakan wujud penghormatan kepada jasa para pahlawan sekaligus simbol persatuan, kebanggaan, dan kecintaan kita kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

Di Papua Tengah, pesan itu menemukan konteksnya sendiri. Wilayah yang dihuni oleh masyarakat dengan latar belakang yang beragam membutuhkan ruang persatuan yang terus dirawat. Karena itu, Merah Putih tidak hanya hadir sebagai simbol negara, tetapi juga menjadi bahasa bersama yang menyatukan perbedaan dalam satu kesadaran kebangsaan.

Secara kontekstual, ajakan mengibarkan bendera juga memiliki makna sosial yang lebih luas. Semarak kemerdekaan dapat menjadi momentum untuk memperkuat rasa memiliki terhadap daerah sekaligus terhadap Indonesia. Ketika bendera berkibar serentak di ruang-ruang publik dan permukiman warga, pesan yang dibangun bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang komitmen bersama menjaga persatuan, keamanan, dan ketertiban di tengah dinamika kehidupan masyarakat Papua Tengah.

Polda Papua Tengah juga mengingatkan masyarakat agar pengibaran Bendera Merah Putih dilakukan sesuai ketentuan. Bendera hendaknya dipasang di tempat yang mudah terlihat, dikibarkan sejak matahari terbit hingga matahari terbenam, serta dipastikan dalam kondisi bersih, tidak kusam, dan tidak robek.

Posisinya pun harus benar: warna merah berada di bagian atas dan warna putih di bagian bawah.

“Bendera diharapkan dipasang di tempat yang mudah terlihat, dikibarkan sejak matahari terbit hingga matahari terbenam, dalam kondisi bersih, tidak kusam maupun robek, serta dipasang dengan posisi yang benar, yaitu warna merah berada di bagian atas dan warna putih di bagian bawah,” tegasnya.

Kapolda berharap semarak HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya diukur dari banyaknya Merah Putih yang menghiasi jalan, rumah, kantor, sekolah, dan tempat usaha. Lebih dari itu, semangat kemerdekaan diharapkan menjelma menjadi tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari: menjaga persaudaraan, merawat toleransi, menghormati perbedaan, serta bersama-sama menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman dan kondusif.

“Mari kita jadikan bulan kemerdekaan ini sebagai momentum untuk mempererat persaudaraan, memperkuat persatuan, serta bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Dengan semangat Merah Putih, kita bangun Papua Tengah yang damai, maju, dan sejahtera dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutup Kapolda.

Dan ketika Agustus kembali menyalakan warna merah dan putih di langit Papua Tengah, kemerdekaan menemukan maknanya yang paling sederhana sekaligus paling dalam: sebuah bangsa akan tetap tegak bukan hanya karena benderanya berkibar, tetapi karena rakyatnya masih memilih untuk berdiri bersama di bawahnya.

Example 300250