Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
HiburanNasional

Piche Kota Siap Meriahkan Pentahbisan Gereja St. Mikhael TTU

2
×

Piche Kota Siap Meriahkan Pentahbisan Gereja St. Mikhael TTU

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA |LINTASTIMOR.ID — Musik dan sukacita akan berpadu dalam sebuah perayaan religius di Gereja St. Mikhael Bitefa, Senin, 21 September 2026. Artis nasional asal Nusa Tenggara Timur, Piche Kota, dijadwalkan ikut memeriahkan rangkaian Misa Syukur dan Ramah Tamah Pentahbisan Gereja St. Mikhael Bitefa.

Kehadiran Piche bersama Tomy Boly menjadi salah satu warna istimewa dalam perayaan yang tidak hanya bernuansa liturgis, tetapi juga menghadirkan ruang kebersamaan bagi umat dan masyarakat.

Example 300x600

Berdasarkan undangan panitia, acara dijadwalkan berlangsung mulai pukul 16.00 WITA hingga selesai, bertempat di Gereja St. Mikhael Bitefa.

Piche Kota akan tampil bersama sejumlah pengisi acara lainnya, di antaranya Casa de Secret Band, Ps. Vincenzo Singers, Oma Amel, serta sejumlah artis lokal lainnya.

Ketika Musik Menjadi Bahasa Syukur

Pentahbisan sebuah gereja memiliki makna yang jauh melampaui sebuah seremoni. Gereja bukan hanya bangunan fisik, melainkan ruang iman tempat umat berkumpul, berdoa, merayakan Ekaristi, serta membangun persaudaraan.

Dalam suasana seperti itu, kehadiran musik memperoleh maknanya sendiri.

Panggung hiburan dalam rangkaian ramah tamah bukan ditempatkan sebagai pusat perayaan, melainkan sebagai bagian dari ekspresi kegembiraan umat setelah melalui sebuah momentum iman yang penting.

Di sanalah suara Piche Kota diperkirakan akan bertemu dengan suasana religius dan kebersamaan masyarakat.

Piche, yang dikenal melalui perjalanan musiknya hingga panggung Indonesian Idol, membawa warna tersendiri dalam perayaan tersebut. Kehadirannya sekaligus memperlihatkan bagaimana talenta anak daerah dapat kembali hadir di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari peristiwa yang memiliki arti bagi komunitasnya.

Dari Panggung Nasional ke Ruang Umat

Ada sesuatu yang menarik ketika seorang penyanyi yang telah dikenal melalui panggung nasional hadir dalam sebuah perayaan gereja.

Popularitas sejenak menemukan bentuk yang berbeda.

Bukan tentang sorotan kamera, persaingan panggung, ataupun gemerlap industri musik, tetapi tentang pulang kepada ruang kebersamaan—tempat musik dinyanyikan sebagai ungkapan sukacita dan syukur.

Bagi masyarakat yang hadir, penampilan Piche Kota dan para pengisi acara lainnya tentu menjadi bagian dari kemeriahan malam ramah tamah. Namun, inti perayaan tetap berada pada Misa Syukur dan makna pentahbisan Gereja St. Mikhael Bitefa.

Perpaduan antara liturgi, musik dan kebersamaan itu menjadikan perayaan tersebut memiliki wajah yang hangat: iman dirayakan dalam doa, sementara sukacita umat menemukan suaranya melalui musik.

Senin sore nanti, Gereja St. Mikhael Bitefa bukan hanya menjadi tempat umat berkumpul. Ia menjadi ruang perjumpaan antara iman, seni dan kebersamaan—ketika suara penyanyi, lantunan doa dan kegembiraan umat bertemu dalam satu perayaan syukur.

Sebuah gereja ditahbiskan untuk menjadi rumah iman. Dan pada hari itu, rumah tersebut dirayakan dengan doa, musik dan sukacita bersama.

Example 300250
Penulis: Agustinus BobeEditor: Agustinus Bobe