ATAMBUA |LINTASTIMOR.ID — Dari ujung timur Pulau Timor, kepedulian bergerak menuju Flores. Bukan dengan kemewahan, melainkan dengan apa yang mampu dikumpulkan: beras, minuman, doa, dan rasa kemanusiaan.
Bencana yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Flores menggugah keprihatinan banyak pihak. Dari Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, jajaran pengurus Partai Golkar memilih untuk tidak hanya menyampaikan rasa prihatin, tetapi menerjemahkannya dalam bentuk nyata.
Pada Sabtu, 12 September 2026, donasi Golkar Belu Peduli secara resmi dilepas dari Sekretariat Partai Golkar Kabupaten Belu menuju Kupang, untuk selanjutnya diteruskan ke wilayah Flores yang terdampak bencana.
Pelepasan bantuan tersebut dipimpin Ketua Partai Golkar Kabupaten Belu, Agustinus Nahak, bersama jajaran pengurus kabupaten, kecamatan, desa, dan kelurahan se-Kabupaten Belu.
Bantuan yang dihimpun berupa beras dan minuman. Nilainya mungkin tidak dapat menghapus seluruh penderitaan warga terdampak. Namun di tengah situasi sulit, bantuan tersebut menjadi tanda bahwa mereka yang sedang menghadapi bencana tidak berjalan sendirian.
“Kepedulian terhadap bencana Flores merupakan keprihatinan kita semua. Apa yang kami lakukan ini adalah bentuk kepedulian Partai Golkar Belu untuk membantu mengurangi beban saudara-saudari kita yang sedang mengalami penderitaan akibat bencana yang baru terjadi di Pulau Flores,” kata Agustinus Nahak.
Dari Belu untuk saudara di Flores
Bagi Partai Golkar Belu, bantuan tersebut tidak semata-mata ditempatkan sebagai kegiatan organisasi politik. Ada pesan kemanusiaan yang ingin disampaikan dari Belu kepada masyarakat Flores.
Di tengah bencana, kebutuhan paling sederhana sering kali justru menjadi sangat berarti. Sebungkus beras dapat menjadi makanan bagi sebuah keluarga. Sebotol minuman dapat menjadi penguat bagi seseorang yang sedang bertahan di tengah keterbatasan.
Dalam konteks kebencanaan, solidaritas masyarakat memiliki arti penting karena pemerintah, lembaga sosial, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, dan kekuatan politik tidak dapat bekerja sendiri. Respons terhadap bencana membutuhkan kolaborasi, terutama untuk memastikan bantuan bergerak cepat dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Karena itu, donasi tersebut menjadi bagian kecil dari mata rantai solidaritas dari Timor menuju Flores.
Agustinus Nahak, yang juga merupakan anggota DPRD Nusa Tenggara Timur dari Daerah Pemilihan VII NTT yang meliputi Belu, Malaka, dan Timor Tengah Utara, mengatakan pihaknya berharap bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban masyarakat terdampak.
Ia juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama mendoakan agar masa sulit yang sedang dihadapi masyarakat Flores segera berakhir.
“Kita juga mendoakan agar penderitaan saudara-saudari kita di Flores segera berakhir. Semoga mereka diberikan kekuatan dan ketabahan untuk melewati masa sulit ini,” ujarnya.
Politik yang hadir ketika rakyat membutuhkan
Kepedulian dalam situasi bencana memiliki makna yang lebih luas bagi sebuah organisasi politik. Kehadiran partai di tengah masyarakat idealnya tidak hanya terlihat ketika momentum politik tiba, tetapi juga ketika masyarakat sedang menghadapi kesulitan.
Bagi Golkar Belu, gerakan donasi ini diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan tersebut.
Agustinus berharap kepedulian yang dilakukan jajaran Partai Golkar Belu dapat menjadi acuan bagi seluruh kader untuk terus menjaga hubungan dengan masyarakat.
“Kami berharap kepedulian Partai Golkar ini dapat menjadi acuan dan niat baik untuk menunjukkan bahwa Partai Golkar selalu berusaha dekat dengan rakyat,” katanya.
Dari halaman Sekretariat Partai Golkar Belu, bantuan itu kemudian bergerak meninggalkan Atambua.
Tujuannya Flores.
Namun pesan yang dibawanya jauh lebih panjang daripada jarak antara Timor dan Flores: bahwa ketika bencana datang dan sebagian saudara sedang kehilangan rasa aman, kepedulian dari tempat lain dapat menjadi cahaya kecil yang menjaga harapan tetap menyala.
Sebab dalam bencana, yang paling berharga bukan hanya apa yang diberikan, tetapi keyakinan bahwa di tengah kehilangan, masih ada tangan yang terulur dan hati yang memilih untuk peduli.


















