Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaGaya HidupNasionalOtomotifPeristiwaPolkam

Stok BBM Timika Terjaga, Pertamina Perkuat Pasokan Yahukimo

51
×

Stok BBM Timika Terjaga, Pertamina Perkuat Pasokan Yahukimo

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA | LINTASTIMOR.ID — Di wilayah Yahukimo, Papua Pegunungan, kelancaran pasokan bahan bakar minyak (BBM) bukan hanya soal angka dalam tangki penyimpanan. Di balik setiap liter bahan bakar yang tiba di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), ada jalur distribusi yang harus menyesuaikan diri dengan alam, mulai dari kedangkalan sungai hingga perubahan muka air yang menentukan kelancaran perjalanan armada pengangkut.

Di tengah tantangan geografis dan cuaca ekstrem itu, PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku memastikan ketersediaan stok BBM di Fuel Terminal (FT) Timika tetap terjaga. Perusahaan juga memperkuat strategi penyaluran agar kebutuhan masyarakat dan sektor-sektor vital di Yahukimo dapat terus dilayani.

Example 300x600

Per Sabtu, 17 Oktober 2026, stok BBM di FT Timika tercatat mencapai sekitar 3,1 juta liter solar, 1,3 juta liter Pertalite, dan 800 ribu liter minyak tanah. Persediaan tersebut menjadi salah satu penopang utama pasokan energi untuk wilayah yang memiliki tantangan distribusi cukup kompleks itu.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, menegaskan bahwa ketersediaan stok di terminal menjadi modal penting untuk menjaga keberlanjutan distribusi. Namun, menurut dia, pekerjaan tidak berhenti ketika BBM tersedia di tempat penyimpanan. Tantangan berikutnya adalah memastikan bahan bakar itu tiba di lembaga penyalur dan dapat diakses masyarakat.

“Secara keseluruhan, stok di FT Timika dalam keadaan baik dan sangat mencukupi. Fokus utama kami adalah memastikan pasokan BBM tersebut dapat terdistribusi secara maksimal dan berkelanjutan, baik ke SPBU-SPBU untuk kebutuhan masyarakat luas maupun ke para mitra strategis,” ujar Ispiani.

Menyiasati sungai, menjaga jalur pasokan

Distribusi BBM menuju Yahukimo tidak sepenuhnya bergantung pada ketersediaan stok. Kondisi alam menjadi faktor yang ikut menentukan perjalanan pasokan. Pendangkalan sungai dan perubahan ketinggian air dapat memengaruhi pergerakan armada, sehingga pola pengiriman harus disesuaikan dengan situasi di lapangan.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Pertamina Patra Niaga mengoptimalkan pola suplai kombinasi. BBM dari Timika dikirim menggunakan kapal Landing Craft Transport (LCT) atau Self Propelled Oil Barge (SPOB), yang dapat digunakan untuk mendukung pengangkutan melalui jalur sungai dangkal sesuai kondisi operasional. Perjalanan kemudian dilanjutkan menggunakan armada longboat milik masyarakat untuk menjangkau Dekai dan wilayah Yahukimo.

Pola ini menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan distribusi di tengah keterbatasan jalur transportasi. Pengiriman tidak hanya menuntut kesiapan stok dan armada, tetapi juga penyesuaian terhadap kondisi sungai yang dapat berubah sewaktu-waktu.

Di wilayah dengan tantangan geografis seperti Yahukimo, rantai pasok energi membutuhkan koordinasi dan perencanaan yang berkelanjutan. Setiap tahapan pengiriman harus diperhitungkan agar pasokan dapat bergerak dari terminal menuju lembaga penyalur tanpa mengabaikan kondisi jalur yang dilalui.

Stok SPBU dan pengiriman susulan

Gambaran ketersediaan BBM di tingkat lembaga penyalur terlihat dari catatan per Jumat, 16 Oktober 2026. Stok Pertalite di SPBU Yahukimo tercatat sekitar 16.400 liter, sedangkan solar mencapai sekitar 19.300 liter.

Pertamina juga menyampaikan bahwa pengiriman susulan dengan muatan 5.000 liter Pertalite dan 5.000 liter solar telah bergerak menuju lembaga penyalur. Pengiriman tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat persediaan di tingkat SPBU agar pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung secara berkelanjutan.

“Upaya pengiriman terus berjalan secara berkelanjutan. Kami terus bekerja keras memperkuat rantai pasok agar stok di SPBU selalu siaga melayani warga,” tegas Ispiani.

Angka persediaan di terminal dan SPBU itu menunjukkan dua bagian penting dalam distribusi BBM: kesiapan stok di pusat pasokan dan kelancaran pengiriman menuju konsumen. Keduanya harus berjalan beriringan agar ketersediaan di terminal dapat diterjemahkan menjadi pelayanan nyata bagi masyarakat.

Energi untuk masyarakat dan layanan vital

Di luar kebutuhan masyarakat melalui SPBU, Pertamina Patra Niaga juga menyatakan komitmennya mendukung operasional sektor vital dan instansi negara di Yahukimo, termasuk TNI, Polri, PLN, serta sektor industri lainnya.

Pelayanan untuk kebutuhan tersebut dilaksanakan berdasarkan volume permintaan dan mekanisme pengiriman yang mengacu pada perjanjian kerja sama (PKS) yang telah disepakati. Koordinasi dengan instansi terkait dan Pemerintah Daerah juga terus dilakukan untuk mendukung kelancaran pemenuhan kebutuhan energi.

“Kami memastikan koordinasi dan sinergi bersama instansi serta Pemerintah Daerah terus berjalan erat agar kebutuhan energi di Yahukimo dapat terpenuhi dengan lancar,” tutup Ispiani.

Bagi Yahukimo, keberlanjutan pasokan BBM memiliki arti yang melampaui jumlah liter yang tercatat dalam laporan stok. Ketersediaan bahan bakar turut menopang mobilitas warga, aktivitas ekonomi, dan operasional berbagai layanan penting.

Karena itu, ukuran keberhasilan distribusi bukan hanya seberapa besar persediaan yang tersedia di FT Timika, melainkan juga seberapa konsisten pasokan tersebut dapat menjangkau masyarakat di tengah tantangan geografis.

Pertamina Patra Niaga menyatakan akan terus mengoptimalkan distribusi dan memperkuat koordinasi agar pasokan BBM menuju Yahukimo tetap terjaga. Di balik perjalanan kapal dan longboat yang menyusuri jalur sungai, ada satu tujuan yang hendak dipastikan: kebutuhan energi masyarakat tetap terlayani.

 

Example 300250