ASMAT | LINTASTIMOR.ID – Langit Agats siang itu menaungi sebuah kunjungan yang sarat makna. Di tengah bentang rawa dan denyut kehidupan masyarakat pesisir Papua Selatan, Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melangkahkan kaki menuju lokasi pembangunan Gedung Gereja Katedral Keuskupan Salib Suci Agats—sebuah rumah iman yang bertahun-tahun berdiri dalam harapan umat untuk diselesaikan.
Setelah tiba di Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Minggu (21/6/2026), Wapres Gibran bersama rombongan langsung meninjau lokasi pembangunan gedung katedral yang menjadi salah satu simbol penting perjalanan iman umat Katolik di wilayah Asmat.
Di lokasi tersebut, Wapres tampak berkeliling meninjau area pembangunan sambil mendengarkan pemaparan mengenai perjalanan panjang proyek tersebut. Pembangunan Gedung Katedral Keuskupan Salib Suci Agats diketahui telah dimulai sejak tahun 2015, namun sempat terhenti sebelum akhirnya kembali dilanjutkan pada tahun 2025.
Bangunan yang berdiri di atas tanah Asmat itu bukan sekadar konstruksi fisik. Ia tumbuh dari gotong royong dan ketulusan banyak pihak. Pembangunannya didukung oleh dana yang dihimpun dari umat, bantuan pemerintah daerah, serta para donor yang turut menaruh perhatian terhadap keberlangsungan pembangunan rumah ibadah tersebut.
Seluruh konstruksi bangunan katedral itu menggunakan kayu besi asli, material yang dikenal kuat dan tahan lama, sekaligus mencerminkan karakter masyarakat Asmat yang kokoh menjaga tradisi, budaya, dan keyakinannya di tengah tantangan zaman.
Di sela rangkaian kunjungannya, Wapres Gibran juga meluangkan waktu mendengarkan aspirasi para perempuan Asmat. Dengan penuh harap, mereka menyampaikan keinginan agar memperoleh dukungan modal usaha guna memberdayakan para mama-mama Asmat dan memperkuat ekonomi keluarga.
“Suara para mama Asmat yang disampaikan langsung kepada Wakil Presiden menjadi cermin bahwa pembangunan tidak hanya berbicara tentang infrastruktur, tetapi juga tentang membuka ruang bagi tumbuhnya kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.”
Selain meninjau pembangunan Gedung Katedral, Wapres juga mengunjungi Museum Budaya Asmat yang berada di Agats. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya melihat lebih dekat kekayaan budaya yang selama ini menjadikan Asmat dikenal dunia melalui karya seni ukirnya yang khas dan bernilai tinggi.
Kehadiran Wakil Presiden di Agats memiliki makna strategis dalam konteks pembangunan Papua Selatan. Di satu sisi, kunjungan tersebut menunjukkan perhatian pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur keagamaan dan pelestarian budaya. Di sisi lain, dialog yang dibangun dengan masyarakat, khususnya kaum perempuan, memperlihatkan bahwa pembangunan Papua tidak hanya berorientasi pada bangunan fisik, tetapi juga pada pemberdayaan manusia sebagai pusat dari setiap kemajuan.
Di antara tiang-tiang kayu yang perlahan menjulang membentuk wajah baru Katedral Agats, tersimpan harapan yang telah menunggu selama bertahun-tahun. Sebab sebuah gereja bukan hanya tempat berdoa, melainkan simbol keteguhan iman, persatuan umat, dan keyakinan bahwa setiap mimpi besar akan menemukan jalannya untuk berdiri tegak pada waktunya.


















