Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
NasionalPeristiwaPolkamTeknologi

Jejak Peradaban Asmat, Wapres Gibran Menatap Warisan Budaya dari Jantung Papua Selatan

241
×

Jejak Peradaban Asmat, Wapres Gibran Menatap Warisan Budaya dari Jantung Papua Selatan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

ASMAT |LINTASTIMOR.ID – Di antara aroma kayu tua yang menyimpan sejarah dan deretan ukiran yang seolah berbicara tentang perjalanan leluhur, Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, menapaki ruang-ruang Museum Budaya Asmat. Kunjungan itu bukan sekadar agenda kenegaraan, melainkan perjumpaan dengan identitas budaya yang selama puluhan tahun menjadi denyut kehidupan masyarakat Asmat.

Dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Asmat pada Minggu (21/6/2026), Wapres Gibran bersama rombongan mengunjungi Museum Budaya Asmat yang berada di Agats. Kehadirannya disambut oleh kekayaan karya seni yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat Papua Selatan sekaligus warisan budaya bangsa.

Example 300x600

Di dalam museum, Wapres tampak berkeliling meninjau berbagai koleksi yang tersimpan. Satu demi satu karya seni diperhatikannya dengan seksama, sembari mendengarkan penjelasan mengenai nilai sejarah dan filosofi yang terkandung di balik setiap ukiran.

Museum tersebut menyimpan beragam hasil karya seni khas Asmat, di antaranya ukiran pahatan tangan berupa patung-patung yang menggambarkan kehidupan masyarakat Agats dan perjalanan budaya yang diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi.

Salah satu koleksi yang menarik perhatian adalah ukiran berbentuk buaya raksasa yang tersimpan di dalam museum. Karya tersebut menjadi bagian dari representasi kekayaan simbolik masyarakat Asmat yang erat kaitannya dengan alam, tradisi, dan nilai-nilai kehidupan yang mereka pegang teguh.

Di sela-sela kunjungannya, Wapres Gibran juga berdialog dengan petugas museum mengenai sejumlah koleksi seni yang dipamerkan. Percakapan itu berlangsung di antara deretan artefak yang menjadi saksi perjalanan panjang budaya Asmat hingga dikenal di berbagai penjuru dunia.

“Setiap ukiran yang tersimpan di Museum Budaya Asmat bukan sekadar karya seni, melainkan catatan peradaban yang memahat kisah, kepercayaan, dan jati diri masyarakat Asmat dalam bahasa yang melampaui kata-kata.”

Dalam kunjungan tersebut, Wapres didampingi Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah yang turut mengikuti rangkaian agenda di Kabupaten Asmat.

Usai mengunjungi museum, Wapres Gibran bersama rombongan melanjutkan kunjungan ke lokasi pembangunan Gedung Katedral Keuskupan Salib Suci Agats untuk meninjau progres pembangunan yang tengah berlangsung.

Kunjungan ke Museum Budaya Asmat memiliki makna penting dalam konteks pelestarian budaya nasional. Di tengah arus modernisasi yang terus bergerak cepat, keberadaan museum menjadi ruang penjaga memori kolektif masyarakat. Kehadiran Wakil Presiden menunjukkan bahwa pembangunan Papua tidak hanya berbicara tentang infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga tentang menjaga akar budaya yang menjadi fondasi identitas bangsa.

Di ruang-ruang sunyi museum itu, setiap pahatan kayu seakan menyampaikan pesan yang sama: bahwa sebuah bangsa akan tetap berdiri kokoh selama mampu merawat ingatannya. Sebab ketika budaya dijaga, sesungguhnya yang sedang dipertahankan bukan hanya warisan masa lalu, melainkan arah perjalanan menuju masa depan.

Example 300250