Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaGaya HidupNasionalPeristiwaPolkam

Himbara Bukan Sekadar Bank, Prabowo Titipkan Misi Besar untuk Masa Depan Bangsa

113
×

Himbara Bukan Sekadar Bank, Prabowo Titipkan Misi Besar untuk Masa Depan Bangsa

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA |LINTASTIMOR.ID– Di tengah denyut kekuasaan yang berpusat di Istana Merdeka, Kamis (18/6/2026), seratus pemimpin perbankan negara duduk dalam satu ruangan, menyatukan pandangan tentang arah ekonomi Indonesia. Bukan sekadar rapat biasa, melainkan sebuah pertemuan yang memancarkan pesan kuat bahwa bank-bank milik negara tidak lagi hanya dihitung dari angka laba dan neraca keuangan, tetapi dari seberapa jauh mereka mampu menggerakkan harapan rakyat.

Untuk pertama kalinya, Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan secara lengkap jajaran Direksi dan Komisaris Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yang terdiri dari BRI, BNI, Bank Mandiri, BTN, dan BSI. Sebanyak 100 pimpinan perbankan hadir, mulai dari direktur utama, direksi, hingga komisaris, dalam sebuah forum yang menandai babak baru hubungan antara negara dan lembaga keuangan strategis nasional.

Example 300x600

Dalam arahannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Himbara tidak boleh dipandang semata sebagai entitas bisnis yang mengejar keuntungan. Di balik besarnya aset dan kapitalisasi pasar yang dimiliki, tersimpan tanggung jawab yang jauh lebih besar: menjadi instrumen kemajuan bangsa.

“Himbara bukan hanya mesin ekonomi, tetapi juga jembatan yang menghubungkan cita-cita pembangunan dengan kesejahteraan rakyat,” menjadi pesan yang mengemuka dalam arah Presiden kepada seluruh pimpinan bank-bank negara tersebut.

Presiden mengingatkan bahwa dengan kapitalisasi pasar gabungan mencapai sekitar Rp1.100 triliun—setara hampir 10 persen dari nilai seluruh perusahaan nasional—Himbara memegang posisi yang sangat strategis dalam menggerakkan roda ekonomi Indonesia.

Karena itu, peran bank-bank negara tidak boleh berhenti pada fungsi intermediasi keuangan semata. Mereka dituntut hadir membuka akses ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat, memperkuat sektor produktif, mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta menjadi mitra utama dalam menjalankan berbagai program prioritas pemerintah.

Namun di tengah besarnya mandat tersebut, Presiden tetap mengingatkan pentingnya profesionalisme dan tata kelola yang sehat. Seluruh bank Himbara diminta menjaga integritas institusi, menjalankan proses bisnis secara profesional, serta memegang teguh prinsip kehati-hatian agar kepercayaan publik tetap terpelihara.

Secara kontekstual, pesan Presiden ini hadir pada saat Indonesia menghadapi tantangan mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas pemerataan kesejahteraan. Dalam situasi demikian, keberadaan Himbara menjadi sangat vital karena memiliki jaringan, modal, dan daya jangkau yang mampu menyentuh sektor-sektor ekonomi yang selama ini sulit dijangkau oleh lembaga keuangan lainnya. Dengan kata lain, kekuatan Himbara tidak hanya diukur dari besarnya aset yang dikelola, tetapi juga dari kemampuannya mengubah potensi ekonomi rakyat menjadi kekuatan pembangunan nasional.

Pertemuan di Istana Merdeka itu pada akhirnya bukan sekadar agenda koordinasi antara Presiden dan para bankir negara. Ia menjadi pengingat bahwa di balik angka-angka yang tersusun rapi dalam laporan keuangan, terdapat jutaan harapan masyarakat yang menunggu untuk diwujudkan. Dan ketika perbankan negara bergerak seiring dengan kepentingan bangsa, maka setiap rupiah yang disalurkan sesungguhnya sedang menulis masa depan Indonesia.

Example 300250