Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaGaya HidupHiburanKabupaten MappiKabupaten MimikaNasionalPeristiwaPolkam

KONI Mimika Bangun Olahraga dari Kampung

41
×

KONI Mimika Bangun Olahraga dari Kampung

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA |LINTASTIMOR.ID— Di Mimika, masa depan olahraga tidak semestinya hanya tumbuh di tengah gemerlap kota. Ia bisa bermula dari lapangan sederhana di kampung, dari bakat anak-anak muda di pelosok distrik, lalu bergerak perlahan menuju panggung kabupaten.

Gagasan itulah yang mengemuka ketika Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Mimika bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta Tata Pemerintahan (Tapem) Kabupaten Mimika menggelar rapat koordinasi bersama 18 kepala distrik se-Kabupaten Mimika, Senin (31/8/2026), di Ruang Pertemuan Kantor Dispora Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Example 300x600

Rakor tersebut dipimpin Ketua Umum KONI Mimika Antonius Kemong, didampingi Wakil Ketua Marianus Maknaipeku, Wakil Ketua Anselmus, dan Sekretaris Umum George Deda.

Dua agenda besar menjadi pembahasan utama: persiapan pelantikan koordinator KONI tingkat distrik dan rencana pelaksanaan Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Mimika 2026.

Keduanya dipandang sebagai langkah strategis untuk membawa pembinaan olahraga lebih dekat kepada masyarakat, sekaligus membuka ruang lebih luas bagi lahirnya atlet dari tingkat distrik hingga kampung.

5 September, Koordinator KONI Distrik Dilantik

Antonius mengatakan pelantikan koordinator KONI tingkat distrik telah dijadwalkan pada 5 September 2026. Pelantikan tersebut akan dilakukan langsung oleh Bupati Mimika Johannes Rettob.

Koordinasi dengan Bupati, kata Antonius, telah mencapai tahap final. Karena itu, pertemuan dengan 18 kepala distrik dilakukan untuk menyampaikan sekaligus menyatukan pemahaman mengenai pembentukan struktur KONI di tingkat distrik.

“Koordinasi kami dengan Bupati sudah final dan semuanya siap untuk dilantik. Karena itu, hari ini kami melakukan pertemuan bersama 18 kepala distrik untuk menyampaikan dan menyatukan pemahaman terkait rencana tersebut.”

Antonius Kemong
Ketua Umum KONI Kabupaten Mimika

Pembentukan KONI tingkat distrik, menurut Antonius, merupakan bagian dari upaya menerjemahkan visi Pemerintah Kabupaten Mimika untuk membangun daerah dari kampung ke kota.

Di sektor olahraga, gagasan tersebut diterjemahkan dengan membangun sistem pembinaan dari bawah.

“Dasar pertama adalah mendukung program besar pemerintah, dalam hal ini Bupati Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong, yaitu membangun dari kampung ke kota. Kami menerjemahkannya dalam bidang olahraga menjadi membangun olahraga dari kampung ke kota.”

Antonius Kemong

Menurut Antonius, olahraga tidak boleh hanya berkembang di pusat kota. Pembinaan harus bergerak dari kampung, distrik, hingga kabupaten agar potensi atlet yang berada di wilayah pelosok dapat ditemukan dan dikembangkan sejak dini.

Struktur KONI Diperluas hingga Distrik

Pembentukan koordinator KONI tingkat distrik juga mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KONI yang mengatur struktur organisasi hingga tingkat distrik.

“Dalam struktur organisasi KONI, mulai dari KONI pusat sampai ke tingkat distrik. Di tingkat distrik ini disebut koordinator KONI tingkat distrik. Selama ini memang belum ada, dan sekarang baru kami bentuk.”

Antonius Kemong

Setelah memperoleh penjelasan mengenai tujuan dan dasar pembentukan tersebut, 18 kepala distrik pada prinsipnya memberikan respons positif dan menyatakan dukungan terhadap keberadaan KONI tingkat distrik.

Dukungan itu sekaligus membuka ruang bagi pembinaan olahraga yang lebih dekat dengan karakter dan kebutuhan masing-masing wilayah.

Porkab 2026 Dibawa ke Tingkat Distrik

Rakor juga membahas rencana pelaksanaan Porkab Mimika 2026 yang direncanakan berlangsung pada September atau Oktober 2026, bertepatan dengan rangkaian HUT Kabupaten Mimika.

Konsep awalnya, peserta Porkab akan merupakan perwakilan dari masing-masing distrik. Dengan konsep tersebut, Porkab tidak hanya menjadi arena pertandingan, tetapi juga ruang untuk menggali, menjaring, dan memetakan potensi atlet dari seluruh wilayah Mimika.

“Dalam Porkab ini rencananya pertandingan dilakukan antardistrik. Perwakilan-perwakilan distrik yang akan hadir sebagai peserta dalam pelaksanaan Porkab itu sendiri.”

Antonius Kemong

Namun, mekanisme teknis Porkab masih akan dibahas lebih lanjut. KONI Mimika akan menggelar rapat lanjutan dan pleno untuk menentukan jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan serta jumlah distrik yang akan berpartisipasi.

“Berapa jumlah cabor yang akan dipertandingkan, berapa jumlah distrik yang ikut dalam Porkab, semuanya nanti akan kita plenokan. Hasil pertemuan hari ini menjadi dasar untuk pertemuan berikutnya dalam memutuskan rencana pelaksanaan Porkab.”

Antonius Kemong

Yang Dilantik Koordinator, Bukan Kepengurusan

Antonius menegaskan bahwa pelantikan pada 5 September hanya diperuntukkan bagi koordinator KONI tingkat distrik.

Sementara kepengurusan KONI di masing-masing distrik akan dibentuk oleh koordinator setelah dilantik.

“Yang dilantik pada 5 September adalah koordinator KONI tingkat distrik. Sementara kepengurusan di tingkat distrik akan dibentuk oleh koordinator masing-masing setelah dilantik.”

Antonius Kemong

KONI berharap struktur baru tersebut menjadi fondasi pembinaan olahraga yang lebih dekat dengan masyarakat. Dengan adanya koordinator di tingkat distrik, proses pencarian dan pembinaan atlet diharapkan tidak lagi terkonsentrasi di wilayah perkotaan.

Dalam konteks Mimika, pembentukan KONI distrik menjadi penting karena potensi olahraga tersebar di wilayah yang memiliki karakter geografis dan akses berbeda. Struktur yang lebih dekat dengan masyarakat dapat membantu melakukan pemetaan bakat secara lebih dini, sementara Porkab dapat menjadi ruang untuk menguji sekaligus mempertemukan potensi tersebut dalam sebuah kompetisi.

Kepala Distrik Sampaikan Aspirasi

Dalam rakor tersebut, 18 kepala distrik pada prinsipnya menyatakan dukungan terhadap pembentukan KONI tingkat distrik dan pelaksanaan Porkab 2026.

Mereka menilai keberadaan KONI di tingkat distrik penting untuk melakukan pemetaan, penjaringan, serta pembinaan atlet secara lebih terarah.

Selain dukungan, sejumlah aspirasi juga disampaikan. Di antaranya kebutuhan fasilitas olahraga, dukungan anggaran pembinaan atlet, serta pentingnya pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Para kepala distrik berharap atlet di wilayah distrik maupun kampung tidak hanya diperhatikan ketika sebuah event olahraga akan berlangsung. Pembinaan, menurut mereka, perlu dilakukan sejak jauh hari agar potensi atlet dapat berkembang secara maksimal.

KONI Mimika juga meminta setiap distrik mulai mengidentifikasi bakat dan minat olahraga masyarakat, terutama generasi muda, sebagai bagian dari persiapan menuju Porkab 2026.

Sementara terkait rencana pembangunan fasilitas olahraga di distrik, pihak Tata Pemerintahan mengingatkan pentingnya memastikan status dan kepastian lahan terlebih dahulu. Langkah tersebut diperlukan untuk mencegah munculnya persoalan pertanahan setelah pembangunan fasilitas olahraga dilakukan.

KONI Mimika berharap kepala distrik dapat segera mempersiapkan perangkat KONI tingkat distrik sekaligus membantu memastikan kesiapan lahan yang nantinya digunakan untuk pembangunan sarana olahraga.

Selanjutnya, KONI Mimika akan melakukan pertemuan dengan Bupati Mimika Johannes Rettob untuk membahas kesiapan pelantikan koordinator KONI distrik sekaligus dukungan anggaran bagi KONI tingkat distrik.

Antonius berharap keberadaan KONI distrik menjadi fondasi baru bagi pembinaan olahraga yang lebih merata di Kabupaten Mimika.

“Ini menjadi bagian dari upaya kami membangun olahraga dari kampung ke kota. Kami ingin potensi atlet di setiap distrik dapat terakomodasi dan memiliki ruang untuk berkembang.”

Antonius Kemong

Pada akhirnya, olahraga bukan hanya tentang siapa yang berdiri di podium. Ia bermula jauh sebelumnya—dari sebuah kampung, dari bakat yang belum ditemukan, dan dari keberanian sebuah daerah untuk memberi kesempatan kepada anak-anaknya.

Jika olahraga Mimika ingin tumbuh besar, maka langkah pertamanya harus dimulai dari tempat di mana bakat itu dilahirkan: kampung.

Example 300250