Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaKabupaten MappiKabupaten MimikaNasionalPeristiwaPolkam

Ketua MRP Papua Tengah Ultimatum Perang Suku di Kwamki Narama: “Pekan Depan Harus Berakhir”

64
×

Ketua MRP Papua Tengah Ultimatum Perang Suku di Kwamki Narama: “Pekan Depan Harus Berakhir”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MIMIKA LINTASTIMOR.ID – Asap konflik adat yang selama hampir enam bulan membakar tanah Kwamki Narama akhirnya mendapat ultimatum keras dari Ketua , .

Di hadapan tokoh adat, masyarakat Papua, dan para kepala perang yang berkumpul di Ruang Cenderawasih 66 Timika, Sabtu (14/5/2026), Anggaibak menegaskan bahwa perang suku antara kubu Dang dan kubu Newegalen harus diakhiri paling lambat pekan depan.

Example 300x600

Konflik berdarah yang telah merenggut 14 nyawa orang asli Papua dan menyebabkan ratusan warga luka-luka itu disebut tidak boleh terus dibiarkan menjadi luka panjang di jantung Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.

Dengan nada tegas namun penuh keprihatinan, Ketua MRP Papua Tengah meminta seluruh kepala perang atau woemum dari kedua kubu segera membuka jalan damai sebelum aparat penegak hukum turun melakukan tindakan tegas.

╔═❥•ೋ°°ೋ•❥═╗
“Tidak ada alasan untuk perang terus terjadi. Kami hanya memberikan waktu sepekan. Setelah itu, penegakan hukum akan dilakukan aparat kepolisian dan didukung anggota MRP.”
— Agustinus Anggaibak
╚═❥•ೋ°°ೋ•❥═╝

Menurut Anggaibak, langkah konkret sebenarnya sudah mulai dilakukan oleh anggota MRP Papua Tengah melalui koordinasi intensif bersama Pemerintah Kabupaten Mimika dan Pemerintah Kabupaten Puncak guna menghentikan perang adat yang terus menelan korban.

Ia menegaskan, sebagai lembaga kultur orang Papua, MRP memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga nyawa dan martabat masyarakat adat Papua agar tidak terus hilang sia-sia akibat konflik berkepanjangan.

Rencananya, upacara adat “Patah Panah” sebagai simbol berakhirnya perang adat akan dilaksanakan pada Sabtu, 24 Mei 2026, di Kwamki Narama, dengan menghadirkan para woemum dari kedua kubu yang bertikai.

Momentum adat itu diharapkan menjadi titik akhir pertumpahan darah yang selama berbulan-bulan menyelimuti wilayah tersebut.

╔═❥•ೋ°°ೋ•❥═╗
“Sabtu nanti, 24 Mei 2026, perdamaian harus dilaksanakan. Tidak ada alasan untuk tidak damai. Setelah itu, aparat keamanan akan melakukan penindakan hukum secara positif.”
— Agustinus Anggaibak
╚═❥•ೋ°°ೋ•❥═╝

Di tengah luka dan duka yang masih membekas di Kwamki Narama, seruan damai itu kini menggema sebagai harapan terakhir agar tanah Papua tidak lagi dibasahi air mata sesama anak negeri.

Example 300250
Penulis: Redaksi Lintastimor.idEditor: Agustinus Bobe