Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaGaya HidupHukum & KriminalInternasionalNasionalPolkam

Xanana Gusmão dan Viktor Laiskodat Perkuat Persahabatan Dua Bangsa

15
×

Xanana Gusmão dan Viktor Laiskodat Perkuat Persahabatan Dua Bangsa

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
KUPANG | LINTASTIMOR.ID – Di tengah suasana hangat sebuah jamuan makan malam di Wisma Alak, Kupang, dua tokoh dari negara dan wilayah yang bertetangga bertemu dalam satu ruang persahabatan. Perdana Menteri (PM) Timor-Leste Kay Rala Xanana Gusmão dan mantan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat memanfaatkan momentum tersebut untuk membicarakan masa depan hubungan dan kerja sama regional antara Indonesia, khususnya NTT, dan Timor-Leste.

Pertemuan yang berlangsung pada 6 November 2026 itu digelar dalam sebuah seremoni jamuan makan malam atas undangan mantan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat. Lebih dari sekadar pertemuan sosial, jamuan tersebut menjadi ruang diplomasi persahabatan yang mempertemukan gagasan, pengalaman, dan harapan tentang hubungan baik kedua pihak.

Di Wisma Alak, Kupang, percakapan kedua tokoh itu mengarah pada pentingnya memperkuat hubungan historis dan kedekatan geografis antara masyarakat Timor-Leste dan Indonesia. NTT, sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan Timor-Leste, memiliki posisi strategis dalam membangun kerja sama lintas negara.

Example 300x600

Persahabatan yang terjalin tidak hanya bertumpu pada kedekatan wilayah, tetapi juga pada hubungan antarmasyarakat yang telah tumbuh melalui sejarah, budaya, dan interaksi sosial selama bertahun-tahun.

“Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali persahabatan sekaligus membicarakan arti penting dan masa depan kerja sama antara Provinsi NTT, Indonesia, dan Timor-Leste.”

Menelusuri kembali jejak persahabatan di Kupang

Rangkaian kunjungan PM Xanana Gusmão di Kupang tidak hanya berlangsung di ruang pertemuan. Ia juga menyempatkan diri mengunjungi sejumlah destinasi wisata dan lokasi penting di kota tersebut.

Pantai Tedis dan Pantai Lasiana menjadi dua tempat yang dikunjungi. Di kawasan pesisir itu, kunjungan berlangsung dalam suasana berbeda, jauh dari agenda formal pemerintahan. Panorama laut dan karakter pesisir Kupang menghadirkan sisi lain dari kota yang selama ini menjadi salah satu gerbang penting hubungan Indonesia dan Timor-Leste.

Kunjungan tersebut sekaligus membawa Xanana kembali pada ingatan perjalanan masa lalu. Sekitar 25 tahun silam, ia pernah datang ke Kupang untuk menyaksikan pertandingan persahabatan sepak bola antara tim dari Dili dan tim dari Kupang.

Kenangan itu menjadi bagian menarik dari kunjungannya kali ini. Sebab, sepak bola bukan hanya olahraga, melainkan juga ruang perjumpaan yang mampu mempertemukan masyarakat lintas batas melalui semangat persaudaraan dan kebersamaan.

Dari pertandingan persahabatan pada masa lalu hingga jamuan makan malam bersama mantan Gubernur NTT saat ini, terdapat benang merah yang menghubungkan kedua wilayah: persahabatan yang terus dipelihara melampaui batas geografis dan perbedaan administrasi negara.

Membuka peluang kerja sama regional

Pertemuan Xanana Gusmão dan Viktor Bungtilu Laiskodat memberikan gambaran tentang pentingnya membangun komunikasi dan hubungan antartokoh dalam memperkuat kerja sama regional.

Sektor pariwisata dan pembangunan ekonomi menjadi dua bidang yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan bersama. Kedekatan geografis NTT dan Timor-Leste dapat menjadi modal penting dalam mendorong pertukaran wisatawan, promosi destinasi, pengembangan ekonomi masyarakat, serta berbagai bentuk kemitraan lintas wilayah.

Bagi masyarakat di kawasan perbatasan, hubungan baik kedua pihak bukan semata-mata urusan diplomasi. Kerja sama yang terbangun secara konkret berpotensi membuka kesempatan ekonomi, memperluas akses pasar, dan menciptakan manfaat langsung bagi kehidupan masyarakat.

Pada akhirnya, kunjungan PM Xanana Gusmão ke Kupang menghadirkan pesan bahwa hubungan antartetangga tidak cukup hanya dijaga melalui komunikasi resmi pemerintahan. Persahabatan juga perlu dirawat melalui perjumpaan, dialog, pertukaran budaya, dan inisiatif bersama.

Dari Wisma Alak hingga pesisir Lasiana dan Tedis, Kupang kembali menjadi ruang pertemuan dua bangsa yang memiliki sejarah kedekatan. Sebuah persahabatan yang diharapkan tidak berhenti sebagai kenangan masa lalu, tetapi terus bertumbuh menjadi fondasi kerja sama dan kemakmuran bersama pada masa depan.

 

Example 300250