Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaHukum & KriminalKabupaten MappiKabupaten MimikaNasionalPeristiwaPolkam

Satgas Damai Cartenz Ringkus Pelaku Perantara Senjata KKB di Sarmi 

116
×

Satgas Damai Cartenz Ringkus Pelaku Perantara Senjata KKB di Sarmi 

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Memburu Mata Rantai Gelap yang Memasok Kekerasan di Tanah Papua

JAYAPURA |LINTASTIMOR.ID- Terik siang belum sepenuhnya surut ketika langkah aparat bergerak cepat menyusuri keramaian Pasar Sentral Sarmi, Sabtu (6/6/2026). Di tengah lalu-lalang warga yang menjalankan aktivitas sehari-hari, sebuah operasi senyap berujung pada penangkapan seorang pria berinisial YK (52), yang diduga menjadi bagian dari mata rantai distribusi senjata api dan amunisi untuk jaringan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Papua Pegunungan.

Penangkapan yang dilakukan Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC) 2026 bersama Polres Sarmi itu menjadi babak baru dalam upaya aparat membongkar jalur pemasokan senjata ilegal yang selama ini diduga menyuplai kelompok bersenjata di wilayah Yalimo dan Yahukimo.

Example 300x600

Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., saat diwawancarai pada Minggu (7/6/2026), membenarkan penangkapan tersebut.

╔════════════════════════════════════╗ ║ “Kasus ini merupakan bagian dari ║ ║ pengembangan penyidikan jaringan ║ ║ pemasok senjata dan amunisi yang ║ ║ diduga menyuplai kebutuhan ║ ║ kelompok bersenjata di wilayah ║ ║ Yalimo dan Yahukimo.” ║ ║ ║ ║ — Kombes Pol. Yusuf Sutejo ║ ╚════════════════════════════════════╝

Menurut hasil penyidikan, YK diduga pernah menerima satu pucuk senjata api beserta amunisi yang dibawa seorang pria berinisial B pada awal Maret 2026 di kediamannya di kawasan Argapura, Kota Jayapura. Senjata dan amunisi tersebut kemudian diduga diteruskan kepada sejumlah pihak yang selanjutnya melakukan transaksi dengan kelompok yang dipimpin Simeon Payage.

Berbekal informasi yang diperoleh di lapangan, tim gabungan bergerak menuju lokasi keberadaan YK dan segera mengamankannya untuk dibawa ke Polres Sarmi guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Dari tangan tersangka, aparat turut mengamankan sejumlah barang yang kini menjadi bagian dari proses pendalaman penyidikan, antara lain telepon seluler, dokumen identitas, kartu perbankan, uang tunai dalam berbagai pecahan, serta sejumlah barang pribadi lainnya.

Pengungkapan ini merupakan bagian dari rangkaian operasi yang telah berjalan sejak Maret 2026. Berdasarkan data Satgas Operasi Damai Cartenz, hingga awal Juni 2026 sedikitnya 12 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara jaringan senjata dan amunisi tersebut.

Dari serangkaian penindakan yang dilakukan, aparat berhasil menyita 298 butir amunisi, empat magazen senapan SS1, satu pucuk senjata api rakitan, serta enam laras senjata api bekas Perang Dunia yang ditemukan dalam kondisi berkarat dan tanpa popor.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen negara untuk memutus jalur distribusi senjata ilegal yang berpotensi digunakan dalam aksi kekerasan.

╔════════════════════════════════════╗ ║ “Kami berkomitmen menindak tegas ║ ║ seluruh pihak yang terlibat, baik ║ ║ sebagai penyedia, perantara, ║ ║ pendana maupun pembeli senjata ║ ║ dan amunisi ilegal.” ║ ║ ║ ║ — Irjen Pol. Faizal Ramadhani ║ ╚════════════════════════════════════╝

Ia menegaskan bahwa penyidikan akan terus dikembangkan guna mengungkap jaringan yang lebih luas dan memastikan seluruh pihak yang terlibat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menyatakan bahwa penyidik masih mendalami peran YK, termasuk jalur distribusi, pola komunikasi, dan kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan tersebut.

Mata Rantai yang Tak Boleh Dibiarkan

Kasus ini memperlihatkan bahwa ancaman keamanan di Papua tidak hanya bertumpu pada kelompok bersenjata di lapangan, tetapi juga pada jaringan logistik yang bekerja di belakang layar. Senjata tidak bergerak sendiri; ia berpindah melalui rantai perantara, pendana, pemasok, dan pembeli yang saling terhubung. Karena itu, keberhasilan memutus jalur distribusi menjadi langkah strategis untuk mengurangi potensi kekerasan yang selama ini mengorbankan masyarakat sipil maupun aparat keamanan.

Solusi Strategis untuk Negara

Selain penegakan hukum yang tegas, negara perlu memperkuat pengawasan terhadap peredaran senjata dan amunisi ilegal melalui sinergi aparat keamanan, intelijen, pemerintah daerah, dan masyarakat. Penguatan pembangunan ekonomi, pendidikan, lapangan kerja, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah rawan konflik juga menjadi bagian penting untuk menutup ruang tumbuhnya jaringan kekerasan. Di saat yang sama, partisipasi masyarakat dalam memberikan informasi kepada aparat harus terus didorong sebagai benteng pertama pencegahan peredaran senjata ilegal.

Satgas Operasi Damai Cartenz menegaskan akan terus melakukan pengembangan penyidikan guna mengungkap seluruh pihak yang terlibat dalam jaringan pemasokan senjata api dan amunisi ilegal di Papua. Proses pemeriksaan terhadap tersangka YK sendiri masih berlangsung untuk mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam perkara tersebut.

Pada akhirnya, perang melawan kekerasan tidak hanya dimenangkan dengan menangkap pelaku di garis depan, tetapi juga dengan memutus setiap jalur yang memberi mereka kekuatan. Sebab ketika satu mata rantai distribusi berhasil dipatahkan, harapan akan Papua yang lebih aman kembali menemukan jalannya.

Example 300250