MIMIKA | LINTASTIMOR.ID — Waktu terus bergerak, sementara pembangunan dituntut tidak berjalan di tempat. Memasuki paruh kedua Tahun Anggaran 2026, Pemerintah Kabupaten Mimika menghadapi tantangan mempercepat pelaksanaan program setelah realisasi keuangan daerah pada semester pertama baru mencapai sekitar 22 persen.
Situasi tersebut menjadi perhatian serius Bupati Mimika, Johannes Rettob, yang meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) segera mempercepat penyerapan anggaran agar program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat dapat terlaksana sesuai target.
Penegasan itu disampaikan Johannes saat memimpin Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Realisasi Fisik dan Keuangan Program/Kegiatan Semester I Tahun Anggaran 2026 bersama Wakil Bupati Emanuel Kemong dan Sekretaris Daerah Abraham Kateyau.
Berdasarkan hasil evaluasi, rata-rata realisasi keuangan OPD masih berada di bawah angka 30 persen. Kondisi tersebut dinilai perlu segera dibenahi mengingat kalender anggaran telah memasuki bulan Juli, sehingga ruang untuk menyelesaikan seluruh program semakin terbatas.
Johannes meminta setiap kepala OPD memaparkan berbagai kendala yang dihadapi sekaligus menyampaikan langkah-langkah percepatan agar pelaksanaan program pembangunan dapat berjalan lebih efektif pada semester kedua.
“Setiap rupiah dalam APBD harus diwujudkan menjadi pelayanan, pembangunan, dan manfaat nyata bagi masyarakat. Penyerapan anggaran bukan sekadar angka administrasi, melainkan ukuran sejauh mana pemerintah mampu menghadirkan hasil yang dirasakan rakyat.”
Menurut Johannes, percepatan penyerapan anggaran menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesinambungan pembangunan daerah sekaligus memastikan pelayanan publik tidak mengalami keterlambatan.
Dalam rapat tersebut, Bupati juga memberikan apresiasi kepada Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) yang mencatat realisasi keuangan sekitar 60 persen, tertinggi di antara seluruh perangkat daerah. Capaian itu diharapkan menjadi motivasi bagi OPD lainnya untuk meningkatkan kinerja dan mempercepat pelaksanaan program.
Evaluasi semester pertama ini menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Mimika untuk memperkuat koordinasi, mempercepat proses administrasi, serta memastikan setiap program berjalan sesuai perencanaan. Konsistensi dalam penyerapan anggaran dinilai penting agar target pembangunan daerah dapat tercapai tanpa mengorbankan prinsip efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas.
Pemerintah Kabupaten Mimika berharap hasil evaluasi tersebut menjadi pijakan bagi seluruh OPD untuk meningkatkan kinerja pada semester kedua sehingga pelaksanaan program dan penggunaan anggaran Tahun Anggaran 2026 dapat berlangsung lebih optimal.
Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari besarnya anggaran yang tersedia, tetapi dari kecepatan, ketepatan, dan tanggung jawab dalam mengubah setiap alokasi menjadi manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat. Itulah esensi pemerintahan yang bekerja, melayani, dan hadir bagi rakyat.


















