MIMIKA | LINTASTIMOR.ID — Setiap perjalanan besar selalu diawali dari langkah-langkah kecil yang ditempa dengan disiplin, ketekunan, dan pengorbanan. Dari tanah Timika yang menjadi saksi masa kecilnya, Sersan Mayor Taruna Ghaza Alif Suseno kini berdiri di ambang gerbang pengabdian sebagai calon perwira TNI Angkatan Darat setelah berhasil menuntaskan Seminar Proposal (SEMPRO), salah satu tahapan akademik penting di Akademi Militer.
Keberhasilan tersebut menjadi penanda bahwa Ghaza semakin dekat dengan momen bersejarah yang akan mengubah statusnya dari seorang taruna menjadi perwira remaja. Di balik capaian itu, tersimpan perjalanan panjang yang dibangun melalui tempaan intelektual, fisik, karakter, dan kepemimpinan selama menjalani pendidikan di Akademi Militer.
Ghaza merupakan Taruna Akademi Militer Tingkat III berpangkat Sersan Mayor Taruna dengan Nomor Akademi 2023-141 dari kecabangan Infanteri. Ia mendaftar melalui Timika, Kodam XVII/Cenderawasih, dan saat ini dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Komandan Satuan Korps (Wadansuk Korhit) Indonesia Timur.
Keberhasilan menyelesaikan Seminar Proposal menjadi salah satu syarat akademik yang wajib dipenuhi menjelang tahap akhir pendidikan. Tahapan ini mencerminkan kesiapan seorang taruna tidak hanya dalam penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga dalam membangun pola pikir strategis sebagai calon pemimpin di medan pengabdian.
“SEMPRO bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi menjadi simbol kematangan intelektual seorang taruna sebelum mengemban amanah sebagai perwira TNI Angkatan Darat. Di titik inilah ilmu pengetahuan bertemu dengan jiwa kepemimpinan dan semangat pengabdian kepada bangsa.”
Perjalanan pendidikan Ghaza dimulai dari SDIT Al Falah Timika, kemudian melanjutkan pendidikan di SMPIT Al Falah Timika, sebelum menempuh pendidikan menengah di SMAN 3 Purwokerto. Jejak pendidikan tersebut menjadi fondasi yang mengantarkannya diterima sebagai Taruna Akademi Militer pada tahun 2023.
Putra pasangan Suseno dan Indah Takahindangen itu dijadwalkan mengikuti Prasetya Perwira (Praspa) Calon Perwira Remaja (Capaja) Tahun 2026 yang akan digelar pada 21 Juli 2026 di Istana Negara, Jakarta.
Prosesi Praspa merupakan puncak pendidikan Taruna Akademi Militer sekaligus momentum sakral pelantikan sebagai perwira remaja TNI. Setelah mengucapkan sumpah perwira, para lulusan akan mengemban tugas sebagai perwira pertama di lingkungan TNI Angkatan Darat sesuai kecabangan masing-masing.
Keberhasilan Ghaza juga merefleksikan semakin terbukanya ruang bagi putra-putri daerah, termasuk dari Papua Tengah, untuk tampil dan berprestasi di lembaga pendidikan militer nasional. Capaian ini menjadi bukti bahwa kualitas sumber daya manusia lahir dari kerja keras, kesempatan yang setara, serta komitmen yang terus dipupuk sejak usia dini.
Bagi keluarga, keberhasilan ini adalah buah dari doa dan perjuangan panjang. Bagi masyarakat Mimika dan Papua Tengah, langkah Ghaza menjadi kebanggaan yang menegaskan bahwa dari Timur Indonesia lahir generasi muda yang siap mengabdi bagi bangsa dan negara.
Pada akhirnya, perjalanan menuju Istana Negara bukanlah akhir dari sebuah cita-cita, melainkan awal dari pengabdian yang sesungguhnya. Sebab, kehormatan seorang perwira tidak hanya diukur dari pangkat yang disematkan di pundaknya, tetapi juga dari kesetiaan menjaga merah putih, melindungi rakyat, dan mengabdikan seluruh kemampuan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.


















