Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
Gaya HidupNasionalPeristiwaPolkam

Polres Belu Menembus Puncak Pelayanan Prima Nasional

43
×

Polres Belu Menembus Puncak Pelayanan Prima Nasional

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

ATAMBUA |LINTASTIMOR.ID— Di sebuah wilayah yang berdiri di garis paling timur Indonesia, perbatasan Timor Leste, pelayanan publik bukan hanya tentang loket, dokumen, atau antrean yang harus diselesaikan.

Di sana, wajah institusi negara kerap kali pertama kali terbaca dari cara seorang petugas menyapa, mendengar, dan melayani masyarakat.

Example 300x600

Dari tapal batas itulah, kabar prestasi Polres Belu, Polda NTT, datang membawa pesan yang lebih luas: pelayanan yang cepat, transparan, akuntabel, dan humanis dapat tumbuh bahkan dari wilayah perbatasan.

Polres Belu berhasil meraih Penghargaan Pelayanan Prima Tahun 2026 dari Kapolri, Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si.

Penghargaan tersebut diserahkan Kapolda NTT, Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., kepada Kapolres Belu, AKBP I Gede Eka Putra Astawa, S.H., S.I.K., di Aula Rupatama Polda NTT, Kamis (10/9/2026).

Momentum itu tidak berhenti sebagai seremoni penghargaan. Di balik piagam dan predikat yang diterima, tersimpan ukuran tentang bagaimana sebuah institusi kepolisian membangun kepercayaan masyarakat melalui kualitas pelayanan.

Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang dinilai telah bekerja keras dan konsisten menjaga marwah institusi sekaligus meningkatkan mutu pelayanan publik.

“Penghargaan bukan hanya tanda keberhasilan, melainkan cermin dari komitmen, kerja keras, inovasi, dan konsistensi seluruh personel dalam membangun organisasi yang berintegritas serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.”

Menurut Kapolda, capaian tersebut menunjukkan adanya komitmen untuk membangun tata kelola organisasi yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Ia juga berharap penghargaan itu menjadi energi baru bagi satuan kerja maupun satuan wilayah lainnya di lingkungan Polda NTT agar terus berbenah dan melahirkan inovasi pelayanan.

Lebih jauh, seluruh jajaran diminta memperkuat soliditas dan sinergitas dengan para pemangku kepentingan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa predikat pelayanan prima tidak boleh berhenti pada sebuah penghargaan. Ia harus hidup dalam perilaku setiap personel ketika berhadapan dengan masyarakat.

Kapolda NTT menegaskan agar seluruh jajaran tetap mempedomani Commander Wish yang telah disampaikannya.

“Berbuat baik untuk diri sendiri, berbuat baik untuk institusi Polri, dan berbuat baik untuk NKRI.”

Kalimat itu menjadi benang merah dari penghargaan yang diterima Polres Belu. Sebab, pelayanan publik pada akhirnya tidak hanya diukur dari seberapa cepat sebuah urusan selesai, tetapi juga dari seberapa besar masyarakat merasa dihargai, dilayani, dan memperoleh kepastian.

Dari perbatasan, menjaga kepercayaan

Dalam konteks wilayah perbatasan negara, kualitas pelayanan kepolisian memiliki arti strategis. Masyarakat tidak hanya membutuhkan kehadiran aparat dalam menjaga keamanan, tetapi juga membutuhkan institusi yang mampu menghadirkan pelayanan publik yang profesional dan dapat dipercaya.

Karena itu, penghargaan Pelayanan Prima dapat dibaca sebagai dorongan agar capaian administratif dan kelembagaan diterjemahkan menjadi pengalaman pelayanan yang nyata bagi masyarakat. Kepercayaan publik tidak dibangun dalam satu hari; ia tumbuh dari ribuan interaksi kecil ketika negara hadir dengan wajah yang ramah, cepat, transparan, dan bertanggung jawab.

Kapolda NTT kemudian mengajak seluruh jajaran menjadikan momentum penghargaan tersebut sebagai pijakan untuk memperkuat kebersamaan dan meningkatkan kinerja demi kemajuan wilayah hukum Polda NTT.

“Mari kita jadikan momentum ini sebagai titik awal untuk memperkuat kebersamaan, membangun kinerja yang lebih baik, dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara, khususnya bagi kemajuan Nusa Tenggara Timur yang kita cintai bersama.”

Bagi Kapolres Belu AKBP I Gede Eka Putra Astawa, penghargaan tersebut menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi dirinya bersama seluruh personel Polres Belu untuk bekerja lebih baik.

Orang nomor satu di jajaran Polres Belu itu menjelaskan bahwa penghargaan tersebut didasarkan pada Keputusan Kapolri Nomor: KEP/182/I/2026 tentang Satker/Satwil Penerima Predikat Pelayanan Prima.

“Puji Tuhan, kami merasa bangga atas capaian ini setelah tahun kemarin kami (Polres Belu) juga mendapatkan penghargaan serupa dari Kemenpan RB. Penghargaan yang diraih ini merupakan hasil kerja keras dan komitmen seluruh personel dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.”

Capaian tersebut, kata Kapolres, justru menjadi tantangan baru bagi seluruh jajaran untuk terus melakukan inovasi dan memperbaiki sistem pelayanan publik agar semakin transparan, akuntabel, dan humanis.

“Penghargaan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari tantangan yang lebih besar untuk menjaga kepercayaan masyarakat. Kami akan terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan demi mewujudkan Polri yang PRESISI.”

Penghargaan itu akhirnya menemukan maknanya bukan pada panggung tempat ia diserahkan, melainkan pada ruang-ruang pelayanan tempat masyarakat datang membawa persoalan, harapan, dan kebutuhan akan kepastian.

Di garis batas negeri, sebuah predikat pelayanan prima kini menjadi janji yang harus terus dijaga: bahwa semakin tinggi penghargaan yang diterima institusi, semakin besar pula tanggung jawabnya untuk membuktikan bahwa kepercayaan masyarakat memang layak diperjuangkan.

Example 300250