Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
Hukum & KriminalInternasionalNasionalPeristiwa

Pilot Misi Kemanusiaan Asal Amerika Gugur Ditembak di Langit Papua, Visum Ungkap Luka Mematikan; Satgas Pastikan PT AMA Murni Layani Kemanusiaan

75
×

Pilot Misi Kemanusiaan Asal Amerika Gugur Ditembak di Langit Papua, Visum Ungkap Luka Mematikan; Satgas Pastikan PT AMA Murni Layani Kemanusiaan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAYAPURA | LINTASTIMOR.ID – Langit Kota  Papua kembali menyimpan duka yang sulit diterjemahkan dengan kata-kata. Di balik pegunungan yang selama puluhan tahun dilintasi pesawat-pesawat kecil pembawa harapan, kini tersisa kabar pilu tentang seorang pilot yang tak pernah lagi kembali dari penerbangannya.

Captain Nicholas F. Goselin (29), warga negara Amerika Serikat dan pilot PT Associated Mission Aviation (AMA), meninggal dunia setelah menjadi korban penembakan dalam insiden pembakaran pesawat Pilatus PK-RCY di Lapangan Terbang Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Example 300x600

Kepastian itu disampaikan Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 setelah proses evakuasi dan pemeriksaan visum terhadap jenazah selesai dilakukan di RS Bhayangkara Polda Papua, Jayapura, Jumat (3/7/2026). Hasil pemeriksaan forensik memastikan korban meninggal akibat luka tembak yang menyebabkan kerusakan fatal pada dasar tengkorak.

Sebelumnya, jenazah diterbangkan dari Timika menggunakan pesawat Boeing 737 (AI-7304) pada pukul 16.30 WIT dan tiba di Jayapura sekitar pukul 17.30 WIT. Kedatangannya disambut suasana hening yang dipenuhi penghormatan terakhir. Sejumlah pejabat TNI-Polri hadir, di antaranya Kaops Damai Cartenz 2026 Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, Wakapolda Papua Brigjen Pol. Muhajir, Wakaops Damai Cartenz 2026 Kombes Pol. Adarma Sinaga, serta unsur terkait lainnya.

Sebelum menjalani visum, doa penguatan dipimpin oleh Uskup Yanuarius Teofilus Matopai You. Di ruang yang dipenuhi keheningan, prosesi itu menjadi penghormatan terakhir bagi seorang penerbang yang selama ini mengabdikan dirinya untuk menjangkau wilayah-wilayah terpencil Papua.

“Atas nama Satgas Operasi Damai Cartenz-2026, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban, pihak PT AMA, serta seluruh pihak yang terdampak atas peristiwa ini.”

Demikian disampaikan Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, saat memberikan keterangan kepada awak media.

Ia menjelaskan, pemeriksaan visum menjadi bagian penting dalam proses penegakan hukum untuk memastikan penyebab kematian secara ilmiah.

Menurutnya, autopsi tidak dilakukan karena berdasarkan pemeriksaan luar yang diperkuat dengan radiologi, penyebab kematian telah dapat dipastikan secara medis.

Karumkit RS Bhayangkara Polda Papua, Kombes Pol. dr. Rommy Sebastian, M.Kes., M.H., CPM., QHIA., mengungkapkan hasil visum menunjukkan korban mengalami sejumlah luka berat, di antaranya luka terbuka pada kepala, dahi, pipi kiri, daerah sekitar telinga kanan, luka lecet pada sisi kanan kepala, serta patah tulang rahang atas dan rahang bawah akibat benturan benda tumpul.

Yang paling menentukan, kata Rommy, adalah luka tembak masuk pada pipi kiri yang memiliki karakteristik contact gunshot wound, yakni moncong senjata ditempelkan langsung ke permukaan kulit ketika ditembakkan.

“Lintasan peluru masuk melalui pipi kiri dan keluar di sekitar telinga kanan sehingga menyebabkan kerusakan berat pada dasar tengkorak. Cedera tersebut menyebabkan korban meninggal dunia dengan sangat cepat atau sudden death,” jelasnya.

Sementara itu, Kasatgas Gakkum Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. I. G. G. Era Adinata, menyampaikan bahwa penyelidikan langsung dilakukan sejak insiden terjadi melalui pemeriksaan saksi, pengumpulan informasi, wawancara, hingga penelusuran aktivitas media sosial.

Hasil penyelidikan sementara mengarah pada keterlibatan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Bakusip yang dipimpin M. Mbalingga.

Menurut penyidik, M. Mbalingga mengklaim bertanggung jawab atas penyerangan tersebut melalui media sosial. Tidak lama kemudian, Elkius Kobak juga mengeluarkan pernyataan serupa. Tim penyidik juga telah mengidentifikasi foto seseorang yang berdiri di atas bangkai pesawat yang terbakar dan memastikan sosok tersebut adalah M. Mbalingga.

Meski demikian, hubungan kelompok Bakusip dengan kelompok Elkius Kobak masih terus didalami dalam proses penyidikan.

Terkait berbagai narasi yang berkembang di media sosial mengenai dugaan PT AMA menjalankan aktivitas di luar misi kemanusiaan, Satgas Operasi Damai Cartenz memberikan penegasan.

Kasatgas Humas mengatakan pihaknya telah berkomunikasi langsung dengan manajemen PT AMA maupun Uskup Jayapura selaku pimpinan misi.

“PT AMA telah melayani penerbangan misi kemanusiaan dan pelayanan keagamaan di Papua selama 67 tahun. Baru kali ini mereka mengalami peristiwa yang sangat tragis seperti ini.”

Ia menegaskan bahwa PT AMA selama ini murni melayani kebutuhan gereja dan masyarakat di wilayah pedalaman Papua, bukan menjalankan misi lain sebagaimana tuduhan yang beredar.

Peristiwa ini kembali memperlihatkan bahwa konflik bersenjata di Papua tidak hanya mengancam aparat keamanan, tetapi juga merenggut nyawa mereka yang datang membawa pelayanan kemanusiaan. Ketika ruang kemanusiaan ikut menjadi sasaran kekerasan, yang terluka bukan hanya individu, melainkan juga harapan masyarakat pedalaman yang selama puluhan tahun bergantung pada jalur udara untuk memperoleh pelayanan kesehatan, pendidikan, dan kehidupan yang lebih layak.

Satgas Operasi Damai Cartenz menegaskan penyidikan akan terus dilakukan secara profesional untuk mengungkap seluruh pelaku beserta motif di balik penembakan tersebut. Sebab, di balik satu jenazah yang dipulangkan ke keluarganya, tersimpan pesan kemanusiaan yang seharusnya tak pernah menjadi korban dari kebencian. Ketika seorang pilot yang mengabdikan hidupnya untuk melayani akhirnya gugur di langit yang sama tempat ia menebar harapan, duka itu sesungguhnya menjadi milik seluruh bangsa.

Example 300250