ATAMBUA| LINTASTIMOR.ID – Masa depan sebuah daerah tidak selalu dimulai dari ruang-ruang besar tempat kebijakan dilahirkan. Kadang, ia bertumbuh dari tangan-tangan kecil yang menggenggam sekotak susu, dari senyum anak-anak usia dini yang sedang belajar mengenal hidup sehat sebagai bekal menuju masa depan. Di Kabupaten Belu, ikhtiar itu kembali ditegaskan melalui gerakan membiasakan anak minum susu sejak dini.
Ketua Pokja Bunda PAUD Kabupaten Belu, Ny. Maria Fridolin Besin Leon, menyerahkan bantuan susu kepada anak-anak PAUD se-Kecamatan Tasifeto Timur di Aula Kantor Camat Tasifeto Timur, Jumat (31/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti 19 lembaga PAUD yang tergabung dalam dua Pusat Kegiatan Guru (PKG), yakni PKG Fealaran dan PKG Lakaan.
Sebanyak 295 dus susu disalurkan, dengan penyerahan simbolis sebanyak 32 kotak susu kepada perwakilan lembaga PAUD. Bantuan itu merupakan bagian dari program pemerintah yang dilaksanakan setiap hari Senin selama enam bulan ke depan.
“Program ini bukan sekadar membagikan susu, tetapi menjadi stimulasi agar anak-anak terbiasa mengonsumsi susu sejak dini. Ketika kebiasaan itu tumbuh, mereka akan meminta susu, bukan jajan sembarangan. Orang tua pun akan terdorong mengalihkan uang jajan untuk membeli susu sebagai investasi kesehatan anak,” ujar Ny. Maria Fridolin Besin Leon.
Ia menjelaskan, kebiasaan mengonsumsi susu merupakan bagian dari konsep pemenuhan gizi yang selama ini sering terlupakan, meski masyarakat telah mengenal prinsip Empat Sehat Lima Sempurna. Karena itu, program ini diharapkan menjadi langkah awal membangun pola hidup sehat sejak usia dini.
Menurutnya, apabila dukungan anggaran semakin memadai, frekuensi pemberian susu diharapkan dapat ditingkatkan menjadi dua hingga tiga kali dalam sepekan sehingga manfaatnya terhadap pertumbuhan tulang, gigi, dan perkembangan otak anak dapat dirasakan lebih optimal.
Selain aspek gizi, Ketua Pokja Bunda PAUD Kabupaten Belu juga menyoroti pentingnya peran guru atau tutor PAUD dalam membentuk karakter anak. Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan, membuang sampah pada tempatnya, serta membangun budaya menyapa dinilai akan lebih mudah ditanamkan melalui proses pembelajaran di sekolah.
“Anak-anak sering kali lebih mudah meneladani apa yang diajarkan guru di sekolah. Karena itu, setiap kebiasaan baik yang ditanamkan di ruang kelas diharapkan dapat mereka bawa pulang dan menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Ny. Maria Fridolin Besin Leon juga mengajak seluruh elemen masyarakat mempersiapkan generasi muda Belu menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, anak-anak PAUD hari ini adalah calon pemimpin yang kelak menentukan arah pembangunan daerah.
“Anak-anak yang ada di depan kita hari ini adalah mereka yang akan memimpin Belu pada dua dekade mendatang. Karena itu, kita tidak hanya menyiapkan kecerdasan mereka, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, dan nilai-nilai luhur agar mampu membawa daerah ini semakin maju dan berdaya saing,” tegasnya.
Secara kontekstual, investasi terbesar dalam pembangunan sesungguhnya dimulai pada masa kanak-kanak. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan gizi seimbang pada usia dini, yang dibarengi pembentukan karakter positif, menjadi fondasi penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan produktif. Karena itu, gerakan membiasakan anak minum susu tidak sekadar menjadi program bantuan, melainkan bagian dari strategi membangun kualitas generasi masa depan.
Adapun bantuan susu disalurkan kepada 19 lembaga PAUD, yakni TK Kartika Jaya VII (12 dus), PAUD Raimoris (16 dus), PAUD Berdikari Lamasi (19 dus), PAUD Sivava (9 dus), PAUD Moris Foun (8 dus), PAUD Maria Mediatrix (21 dus), PAUD Brithany (27 dus), PAUD Aifunan Murak (18 dus), PAUD Leonardus (19 dus), PAUD We Fulan Oe Alas (12 dus), PAUD Sakalon (7 dus), PAUD St Isidorus (14 dus), PAUD Sinar Asulait (9 dus), PAUD Tunumau (14 dus), PAUD Naroman (10 dus), PAUD Binaan Lasaka (2 dus), PAUD Mutiara (21 dus), PAUD Talisawak (8 dus), dan PAUD Sinar Fatubaa (26 dus).
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Belu, Camat Tasifeto Timur, Bunda PAUD tingkat kecamatan dan desa, Ketua PKG, para pengelola, tutor, serta anak-anak PAUD penerima manfaat.
“Membangun generasi unggul tidak selalu dimulai dari langkah besar. Terkadang, masa depan lahir dari kebiasaan-kebiasaan sederhana yang ditanamkan sejak dini—dari segelas susu, dari karakter yang dibentuk setiap hari, dan dari kepedulian yang diwariskan kepada anak-anak sebagai pemimpin masa depan.”


















