KUPANG | LINTASTIMOR.ID – Pagi menyapa Pantai Aer Cina dengan desir angin yang menggerakkan hamparan rumput laut di pesisir Desa Oesiana, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Di lanskap sederhana yang menjadi nadi kehidupan masyarakat pesisir itu, Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), dijadwalkan memulai safari empat harinya di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebuah perjalanan yang tidak hanya mempertemukan seorang mantan kepala negara dengan rakyat, tetapi juga merangkai denyut ekonomi, kebudayaan, relawan, dan dinamika politik dalam satu tarikan napas.
Kunjungan yang berlangsung 31 Juli hingga 3 Agustus 2026 dipusatkan di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang. Agenda tersebut menjadi kelanjutan safari Jokowi ke berbagai daerah setelah sebelumnya mengunjungi Provinsi Lampung.
Hari pertama diawali dengan peninjauan kawasan budidaya rumput laut di Pantai Aer Cina. Di lokasi itu, Jokowi dijadwalkan berdialog langsung dengan para petani untuk mendengar kondisi riil sekaligus menyerap aspirasi mengenai potensi pengembangan sektor perikanan yang menjadi salah satu tulang punggung ekonomi masyarakat pesisir NTT.
“Pak Jokowi akan melihat langsung budidaya rumput laut sekaligus berdialog dengan para petani untuk mendengar berbagai potensi dan tantangan yang mereka hadapi di lapangan,” ujar Kuncen Relawan Jokowi Jilid II (RJ2) NTT, Utje Gustaaf Patty.
Dari pesisir, langkah safari berlanjut menuju ruang publik Kota Kupang. Pada Sabtu (1/8/2026), Jokowi dijadwalkan membaur bersama masyarakat dalam kegiatan Car Free Day di Jalan El Tari. Setelah itu, ia menghadiri Karnaval Gajah dan Karnaval Budaya di kawasan Lai Lai Besi Kopan (LLBK) sebelum menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda)/Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) NTT untuk memberikan arahan kepada para kader partai.
Perjalanan kemudian berlanjut pada 2 Agustus 2026 di Kabupaten Kupang. Jokowi dijadwalkan bertemu tokoh masyarakat, relawan, serta menghadiri agenda adat yang telah dipersiapkan panitia setempat. Safari itu akan ditutup pada 3 Agustus 2026 melalui pertemuan bersama relawan pendukung Jokowi se-NTT.
“Selain memenuhi undangan masyarakat, beliau juga dijadwalkan menghadiri agenda konsolidasi Partai Solidaritas Indonesia di NTT,” kata Utje Gustaaf Patty.
Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan dirancang sebagai ruang silaturahmi yang menyentuh berbagai aspek, mulai dari ekonomi kerakyatan, interaksi sosial, pelestarian budaya, hingga penguatan komunikasi bersama kader partai dan relawan.
Bagi masyarakat NTT, kunjungan ini menghadirkan lebih dari sekadar sosok mantan presiden. Ia membawa ruang dialog yang lahir dari tempat-tempat kehidupan rakyat berlangsung—di pesisir tempat rumput laut dibudidayakan, di jalan-jalan kota yang dipenuhi warga, hingga di panggung budaya yang menjaga identitas daerah.
Dalam konteks politik nasional, safari ini juga memperlihatkan bahwa pengaruh Jokowi masih menjadi salah satu simpul penting dalam komunikasi politik Indonesia. Perpaduan agenda ekonomi rakyat, kebudayaan, relawan, dan konsolidasi PSI menunjukkan bagaimana pendekatan sosial dan politik tetap berjalan berdampingan, membangun kedekatan dengan masyarakat tanpa melepaskan dinamika organisasi politik di daerah.
Empat hari di bumi Flobamora pada akhirnya bukan sekadar rangkaian perjalanan seorang mantan presiden. Di setiap langkah yang menyusuri pesisir, jalan kota, hingga ruang pertemuan, tersimpan pesan bahwa politik akan selalu menemukan maknanya ketika tetap berangkat dari kehidupan rakyat, tumbuh bersama budaya, dan kembali bermuara pada harapan masyarakat.


















