JAKARTA | LINTASTIMOR.ID– Di tengah dinamika demokrasi yang terus bergerak, setiap angka survei selalu menghadirkan ruang untuk membaca denyut kepercayaan publik. Namun, bagi pemerintah, respons yang dipilih bukanlah perdebatan terhadap angka, melainkan komitmen untuk terus bekerja dan menjadikan setiap masukan sebagai bahan evaluasi demi memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat merespons hasil survei yang menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mengalami penurunan. Menurutnya, seluruh hasil survei maupun kajian dari lembaga yang kredibel patut dihormati sebagai bagian dari kehidupan demokrasi.
“Saya menghormati setiap hasil survei, kajian, maupun analisis yang disampaikan oleh lembaga-lembaga yang kredibel,” kata Gibran dalam keterangan resminya, dikutip Sabtu (1/8/2026).
Gibran juga menegaskan bahwa pemerintah menghargai seluruh bentuk partisipasi masyarakat, mulai dari pengamat, akademisi, insan media, hingga inisiatif anak-anak muda yang menyampaikan gagasan, termasuk melalui pembentukan kabinet bayangan.
“Saya juga menghormati setiap bentuk partisipasi masyarakat, termasuk pengamat, akademisi, awak media, serta inisiatif anak-anak muda dalam menyampaikan masukan maupun membentuk kabinet bayangan,” ujarnya.
Menurut Gibran, kritik dan pengawasan publik memiliki nilai penting selama disampaikan secara objektif, berbasis data, dan berorientasi pada solusi.
“Selama pengawasan publik disampaikan secara objektif, berbasis data, dan berorientasi pada solusi, saya memandangnya sebagai bahan evaluasi yang baik bagi jalannya pemerintahan,” katanya.
Ia menegaskan bahwa tugas utama pemerintah adalah terus meningkatkan kualitas kerja, membuka ruang mendengar aspirasi masyarakat, serta memastikan setiap kebijakan memberikan manfaat nyata bagi rakyat.
“Karena tugas pemerintah adalah bekerja dengan lebih baik, mendengar lebih banyak, dan memastikan setiap kebijakan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. Dengan semangat itulah kualitas tata kelola pemerintahan akan terus meningkat, demokrasi Indonesia akan semakin matang, dan kepercayaan publik dapat terus dijaga melalui kerja nyata, keterbukaan, serta akuntabilitas,” tegas Gibran.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan pemerintah tidak menjadikan hasil survei sebagai tujuan utama dalam menjalankan roda pemerintahan. Menurutnya, fokus pemerintah tetap pada pelaksanaan program-program yang diyakini membawa manfaat bagi masyarakat.
“Sejak awal selalu kami sampaikan bahwa kami bekerja bukan dalam rangka mencari survei,” ujar Prasetyo.
Ia menambahkan, “Kami tidak pernah melihat atau bekerja hanya untuk mengejar sebuah survei. Tapi dari apa yang kami kerjakan, kami yakin rakyat akan bisa menerima apa yang sudah kita jalankan sebagai janji kampanye.”
Sebelumnya, Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, mengungkapkan bahwa tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto pada Juli 2026 berada di angka 51,1 persen, turun dari 81,2 persen pada November 2025. Dalam periode yang sama, tingkat ketidakpuasan publik meningkat menjadi 46,9 persen, dari sebelumnya sekitar 16 persen.
“Penurunan tingkat kepuasan publik ini berhubungan erat dengan merosotnya sentimen positif terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum,” tutur Deni.
Dalam sistem demokrasi, survei publik bukanlah vonis akhir terhadap sebuah pemerintahan, melainkan salah satu instrumen untuk memotret persepsi masyarakat pada suatu waktu tertentu. Temuan tersebut dapat menjadi cermin bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi, sekaligus menjadi pengingat bahwa kepercayaan publik dibangun melalui konsistensi kebijakan, transparansi, dan hasil yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pada akhirnya, demokrasi tidak hanya diukur dari tingginya angka kepuasan, tetapi juga dari kesediaan pemerintah mendengar kritik, menerima evaluasi, dan menjawabnya melalui kerja nyata. Sebab, kepercayaan publik akan selalu bertumbuh ketika janji bertemu dengan bukti, dan harapan diwujudkan melalui tindakan.


















