Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
InternasionalNasionalPeristiwa

Laut Belum Mengembalikan Tiga Penyelam

2
×

Laut Belum Mengembalikan Tiga Penyelam

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Satu WNA Austria Ditemukan Selamat, Tiga Penyelam Masih Dicari di Perairan Sikka

MAUMERE {LINTASTIMPR.ID— Laut di antara Pulau Panga Batang, Pulau Babi dan Nangahale, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Minggu (4/10/2026), mendadak berubah menjadi ruang pencarian dan penantian.

Example 300x600

Di bawah hamparan laut yang dari permukaan tampak tenang, empat penyelam sebelumnya berada dalam satu aktivitas diving. Namun, arus yang dilaporkan cukup kencang membuat penyelaman berubah menjadi situasi yang membahayakan.

Satu orang akhirnya ditemukan selamat.

Tiga lainnya belum kembali.

Hingga operasi pencarian hari pertama berakhir, Tim SAR Gabungan masih menyisir perairan Sikka, berharap laut segera mengembalikan mereka kepada keluarga, rekan perjalanan, dan orang-orang yang menunggu di daratan.

Peristiwa itu dilaporkan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Maumere sekitar pukul 14.10 WITA oleh Riana, selaku tour guide.

Informasi awal menyebutkan, empat penyelam dilaporkan belum kembali ke permukaan setelah melakukan aktivitas diving di sekitar perairan Pulau Panga Batang.

Mereka terdiri atas dua warga negara Irlandia, satu warga negara Austria, dan seorang warga negara Indonesia yang berprofesi sebagai dive guide.

Dari penyelaman menjadi pencarian

Sekitar pukul 10.00 WITA, enam orang turun melakukan penyelaman. Mereka terdiri atas empat warga negara asing dan dua guide WNI.

Kelompok tersebut kemudian dibagi menjadi dua tim.

Tim pertama beranggotakan seorang guide WNI dan seorang WNA asal Belanda. Keduanya berhasil kembali ke permukaan.

Namun, situasi berbeda terjadi pada tim kedua.

Empat orang yang berada dalam tim tersebut belum kembali ke permukaan. Arus laut di sekitar lokasi disebut cukup kencang.

Kecemasan pun berubah menjadi panggilan pertolongan.

Lokasi kejadian diperkirakan berada pada koordinat 8°29’5.75″S – 122°27’34.71″E, sekitar 16,6 nautical mile dari Pelabuhan Wuring, Maumere.

Laporan itu kemudian menggerakkan operasi SAR.

Kansar Maumere mengerahkan Tim SAR Gabungan menggunakan KN SAR Puntadewa menuju lokasi kejadian.

Sekitar pukul 16.00 WITA, tim tiba di area pencarian dan langsung melakukan penyisiran di permukaan laut.

Waktu terus bergerak.

Sementara laut tetap menyimpan jawabannya.

Satu nama kembali dari laut

Harapan pertama datang sekitar pukul 16.30 WITA.

Informasi diterima Tim SAR Gabungan bahwa seorang perempuan warga negara Austria bernama Patricia, 42 tahun, ditemukan dalam keadaan selamat oleh seorang nelayan di perairan antara Pulau Babi dan Nangahale, Maumere.

Nelayan tersebut menemukan Patricia dalam kondisi yang memungkinkan untuk dievakuasi.

Patricia kemudian dibawa menuju Nangahale untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Bagi tim pencarian, kabar itu menjadi secercah harapan di tengah operasi yang belum selesai.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Fathur Rahman, selaku SAR Mission Coordinator (SMC), membenarkan penemuan tersebut.

“Pada pukul 16.30 WITA, kami menerima informasi bahwa satu korban atas nama Patricia, warga negara Austria, telah ditemukan dalam keadaan selamat oleh nelayan di perairan antara Pulau Babi dan Nangahale. Korban kemudian dibawa menuju Nangahale untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.”

Namun, kabar baik itu belum menjadi akhir.

Tiga orang masih belum ditemukan.

“Dengan ditemukannya satu korban ini, masih terdapat tiga korban lainnya yang saat ini masih dalam pencarian,” ujar Fathur Rahman.

Tiga nama yang masih ditunggu

Mereka yang masih dalam pencarian adalah:

Dervla Mulligan (28), perempuan, warga negara Irlandia;

Darragh (27), laki-laki, warga negara Irlandia;

Frederik Horimpun (39), laki-laki, warga negara Indonesia, dive guide Maumere.

Tiga nama itu kini menjadi bagian dari daftar pencarian di tengah bentangan laut Sikka.

Bagi Tim SAR, setiap menit berarti.

Setiap jejak di permukaan air diperiksa. Setiap kemungkinan diperhitungkan. Setiap arah penyisiran menjadi bagian dari ikhtiar untuk menemukan mereka.

Ketika laut disisir dari segala arah

Sekitar pukul 17.45 WITA, pencarian kembali diperluas.

Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian menggunakan skoci. Teknologi juga dikerahkan.

Sebuah drone thermal diterbangkan untuk membantu pemantauan dari udara dan memperluas jangkauan pencarian di sekitar lokasi.

Laut yang luas tidak lagi hanya dipandang dari permukaan.

Setiap sudut menjadi kemungkinan.

Setiap titik menjadi harapan.

Fathur Rahman mengatakan seluruh unsur dan sarana yang tersedia terus dioptimalkan dalam operasi pencarian tersebut.

“Kami terus mengoptimalkan seluruh unsur dan sarana yang tersedia dalam operasi pencarian ini. Penyisiran dilakukan di sekitar LKK menggunakan skoci dan kami juga memanfaatkan drone thermal untuk membantu memperluas pemantauan.”

Harapan itu sederhana, tetapi berat maknanya.

“Kami berharap ketiga korban yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan,” lanjutnya.

Operasi belum selesai

Operasi SAR hari pertama melibatkan Tim Rescue Kansar Maumere, Ditpolair Polda NTT, Satpolair Polres Sikka, dan Lanal Maumere.

KN SAR Puntadewa menjadi sarana utama dalam operasi pencarian.

Namun, laut belum memberikan seluruh jawabannya.

Satu korban telah ditemukan dalam keadaan selamat. Tiga lainnya masih menjadi bagian dari pencarian.

Operasi SAR akan dilanjutkan pada hari kedua.

Di atas laut Sikka, pencarian belum berhenti.

Ketika malam turun dan garis pantai mulai diselimuti gelap, harapan tetap dijaga. Sebab dalam operasi kemanusiaan, pencarian tidak hanya berbicara tentang koordinat, kapal, drone, dan penyisiran.

Ia juga berbicara tentang waktu.

Tentang keteguhan.

Dan tentang keyakinan bahwa di balik luasnya laut, masih ada kemungkinan untuk menemukan tiga manusia yang hingga kini belum kembali.

Laut boleh luas. Tetapi harapan tidak boleh surut.

Example 300250
Penulis: Athy Meaq Editor: Agustinus Bobe