Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaGaya HidupHiburanKabupaten MimikaNasionalOtomotifPeristiwaPolkam

Langkah-Langkah Kecil Merawat Indonesia: 78 TK Semarakkan Pawai Budaya Hari Anak Nasional di Timika

9
×

Langkah-Langkah Kecil Merawat Indonesia: 78 TK Semarakkan Pawai Budaya Hari Anak Nasional di Timika

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA | LINTASTIMOR.ID – Langkah-langkah kecil itu berbaris penuh keceriaan di jalanan Timika. Dengan balutan pakaian adat dari berbagai penjuru Nusantara, ratusan anak usia dini menghadirkan mozaik Indonesia yang berwarna. Di balik senyum polos mereka, tersimpan pesan sederhana namun mendalam: keberagaman adalah warisan yang harus dikenal, dicintai, dan dijaga sejak masa kanak-kanak.

Semangat itu mewarnai peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Kabupaten Mimika, Kamis (23/7/2026), ketika 78 Taman Kanak-kanak (TK) ambil bagian dalam pawai budaya bertema “Sayangi Anak, Lindungi Masa Depannya.” Kegiatan ini menjadi ruang belajar yang hidup, memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia sekaligus menanamkan nilai persatuan kepada anak-anak sejak usia dini.

Example 300x600

Pawai dimulai dari halaman Gedung Eme Neme Yauware, kemudian melintasi Jalan Belibis menuju Bank Papua sebelum kembali ke titik awal. Sepanjang perjalanan, iring-iringan peserta disambut hangat masyarakat yang memenuhi sisi jalan, memberikan tepuk tangan dan senyum kepada para peserta cilik yang melangkah dengan penuh percaya diri.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Anton Welerubun, menegaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional memiliki makna yang jauh melampaui seremoni tahunan. Momentum ini menjadi bagian dari upaya membangun karakter, menumbuhkan kreativitas, dan memperkenalkan identitas budaya bangsa kepada generasi penerus.

“Kami berharap melalui pendidikan anak usia dini, anak-anak dapat mengembangkan kreativitas, membentuk karakter yang baik, serta memiliki bekal untuk menghadapi masa depan,” ujar Anton.

Ia menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 113 satuan PAUD di Kabupaten Mimika, dengan sekitar 75 PAUD berpartisipasi dalam pawai budaya tahun ini.

Di sisi lain, Anton menegaskan komitmen Dinas Pendidikan untuk terus memperkuat program wajib belajar melalui pendataan anak-anak yang belum mengenyam pendidikan. Data tersebut akan diverifikasi sebelum dilakukan intervensi melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), mengingat terdapat sejumlah data yang memerlukan pembaruan karena adanya peserta didik yang telah lulus, berpindah domisili, maupun meninggal dunia.

Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Mimika, Antoneta Manuhutu, mengatakan pawai budaya telah menjadi agenda rutin Hari Anak Nasional sebagai media pembelajaran yang menyenangkan untuk mengenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada anak-anak.

“Kami sangat bangga karena antusiasme sekolah dan orang tua sangat luar biasa. Berkat kolaborasi bersama Dinas Pendidikan, kegiatan ini dapat berjalan dengan baik. Melalui pawai budaya, anak-anak belajar mengenal sekaligus menghargai keberagaman budaya Indonesia,” kata Antoneta.

Ia berharap seluruh guru PAUD di Mimika terus menjaga komitmen menghadirkan pendidikan yang berkualitas sehingga anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, kreatif, serta siap menghadapi tantangan masa depan.

Pawai budaya ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter tidak selalu lahir dari ruang kelas. Nilai persatuan, toleransi, dan kecintaan terhadap bangsa dapat ditanamkan melalui pengalaman yang menyenangkan dan dekat dengan dunia anak. Ketika keberagaman diperkenalkan sejak usia dini, fondasi kehidupan bermasyarakat yang harmonis pun dibangun dengan lebih kuat.

Pada akhirnya, di balik langkah-langkah mungil yang mengitari jalanan Timika, tersimpan harapan besar tentang Indonesia. Sebab masa depan bangsa tidak hanya dibentuk oleh ilmu pengetahuan, melainkan juga oleh anak-anak yang tumbuh dengan hati yang menghargai perbedaan, mencintai budayanya, dan percaya bahwa keberagaman adalah kekuatan yang mempersatukan.

Example 300250