Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaKabupaten MimikaPeristiwaTeknologi

Johannes Rettob Pacu Era Baru Mimika, Pembangunan Berbasis Riset dan Inovasi Resmi Digelorakan

97
×

Johannes Rettob Pacu Era Baru Mimika, Pembangunan Berbasis Riset dan Inovasi Resmi Digelorakan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA| LINTASTIMOR.ID – Di tengah hamparan kekayaan alam yang selama ini menjadi penopang pembangunan Mimika, sebuah babak baru sedang dibuka. Bukan lagi semata-mata bertumpu pada sumber daya yang tersimpan di perut bumi, melainkan pada kekuatan gagasan, riset, dan inovasi yang lahir dari kecerdasan manusia.

Langkah itu ditandai dengan peluncuran Mimika Innovation Week (MIW) 2026 yang digelar Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Mimika di Graha Eme Neme Yauware, Selasa (9/6/2026). Agenda tersebut menjadi simbol komitmen Pemerintah Kabupaten Mimika dalam mendorong transformasi pembangunan yang lebih modern, terukur, dan berbasis ilmu pengetahuan.

Example 300x600

Bupati Mimika, Johannes Rettob, menegaskan bahwa pembangunan daerah di masa depan tidak dapat lagi hanya mengandalkan eksploitasi sumber daya alam. Menurutnya, setiap kebijakan harus didukung oleh riset yang kuat agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara tepat dan berkelanjutan.

╔════════════════════════════════════╗ ║ “Pembangunan daerah ke depan ║ ║ tidak lagi hanya bertumpu pada ║ ║ pemanfaatan sumber daya alam, ║ ║ tetapi harus didukung oleh riset ║ ║ dan inovasi yang mampu ║ ║ menghasilkan kebijakan yang ║ ║ tepat sasaran dan berkelanjutan.” ║ ║ ║ ║ — Johannes Rettob ║ ╚════════════════════════════════════╝

Menurut Johannes, pengambilan keputusan yang berbasis data dan hasil kajian ilmiah merupakan kebutuhan mendesak agar pembangunan tidak berjalan berdasarkan asumsi, melainkan berdasarkan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala BRIDA Mimika, Slamet Sutejo, menjelaskan bahwa Mimika Innovation Week 2026 hadir dengan pendekatan yang lebih terbuka melalui penyelenggaraan sayembara inovasi yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Partisipasi tidak hanya dibuka bagi organisasi perangkat daerah (OPD), tetapi juga perguruan tinggi, instansi vertikal, BUMN, pemerintah kampung, jurnalis, hingga kelompok disabilitas.

╔════════════════════════════════════╗ ║ “MIW 2026 dirancang menjadi ║ ║ ruang kolaborasi yang melibatkan ║ ║ seluruh elemen masyarakat dalam ║ ║ melahirkan ide dan inovasi untuk ║ ║ pembangunan Mimika.” ║ ║ ║ ║ — Slamet Sutejo ║ ╚════════════════════════════════════╝

Sebagai bagian dari penguatan ekosistem riset daerah, BRIDA Mimika juga mengembangkan aplikasi Sirida Kami (Sistem Riset dan Inovasi Daerah) yang berfungsi sebagai pusat integrasi data, hasil penelitian, dan inovasi daerah yang dapat diakses oleh publik.

Kehadiran platform tersebut diharapkan mampu menghindari tumpang tindih penelitian sekaligus memperkuat pemanfaatan hasil kajian dalam proses perencanaan pembangunan.

Perkembangan budaya riset di Mimika juga menunjukkan tren yang menggembirakan. Jika pada tahun 2015 pemerintah daerah hanya menghasilkan satu kajian, maka pada tahun 2025 jumlahnya meningkat menjadi 36 kajian yang digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan.

Dalam upaya memperkuat budaya inovasi, seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika diwajibkan menghasilkan sedikitnya dua inovasi sepanjang tahun 2026. Berbagai inovasi terbaik nantinya akan diikutsertakan dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri.

Keberhasilan tersebut turut tercermin dari capaian indeks inovasi daerah. Pada tahun 2025, Kabupaten Mimika berhasil masuk dalam jajaran 200 kabupaten paling inovatif di Indonesia serta menempati posisi kedua terbaik di wilayah Papua.

Secara kontekstual, transformasi pembangunan berbasis riset menjadi kebutuhan penting bagi daerah-daerah yang sedang bertumbuh. Ketika kebijakan disusun berdasarkan data dan penelitian yang kuat, pembangunan menjadi lebih efektif, tepat sasaran, dan mampu menjawab tantangan masa depan. Di era persaingan global yang semakin kompetitif, daerah yang unggul bukan hanya yang kaya sumber daya alam, tetapi juga yang mampu mengelola pengetahuan dan inovasi sebagai modal utama kemajuan.

Selain peluncuran MIW 2026, Pemerintah Kabupaten Mimika juga menandatangani nota kesepahaman dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta sejumlah perguruan tinggi sebagai langkah memperluas kerja sama penelitian dan pengembangan sumber daya manusia.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media, Mimika kini sedang menyiapkan fondasi pembangunan yang tidak hanya kuat untuk hari ini, tetapi juga relevan untuk masa depan. Sebab kekayaan alam mungkin dapat diwariskan oleh generasi sebelumnya, tetapi kemajuan sebuah daerah akan ditentukan oleh kemampuan generasinya menciptakan ide, pengetahuan, dan inovasi yang mengubah harapan menjadi kenyataan.

Example 300250