Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
Gaya HidupHiburanNasionalPeristiwaPolkamTeknologi

Fulan Fehan Kembali Memanggil Dunia: Ribuan Penari Siap Menari untuk Persahabatan di Beranda Nusantara

172
×

Fulan Fehan Kembali Memanggil Dunia: Ribuan Penari Siap Menari untuk Persahabatan di Beranda Nusantara

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

ATAMBUA | LINTASTIMOR.ID – Ketika kabut pagi perlahan mengangkat tirainya dari punggung bukit Fulan Fehan, hamparan savana yang luas itu kembali bersiap menjadi panggung persahabatan lintas bangsa. Di tanah yang selama berabad-abad menyimpan jejak sejarah, budaya, dan perjumpaan manusia, ribuan langkah akan berpadu dalam satu irama, menghadirkan pesan sederhana namun mendalam: persahabatan yang melampaui batas negara.

Pemerintah Kabupaten Belu kembali menggelar Festival Fulan Fehan IV Tahun 2026 dengan mengusung tema “Dance for Friendship”. Festival budaya unggulan di kawasan perbatasan Indonesia–Timor Leste ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai 25 hingga 27 Juni 2026, di Kecamatan Lamaknen dan kawasan wisata Fulan Fehan.

Example 300x600

Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH, mengajak masyarakat Indonesia maupun Timor Leste untuk hadir dan bersama-sama merayakan keberagaman budaya yang telah lama menjadi kekuatan masyarakat perbatasan.

╔════════════════════════════════════╗ ❝ Festival ini bukan sekadar perayaan budaya, tetapi ruang persahabatan yang mempertemukan masyarakat lintas batas dalam semangat kebersamaan, penghormatan terhadap tradisi, dan cinta terhadap warisan leluhur. ❞ ╚════════════════════════════════════╝

Rangkaian Festival Fulan Fehan IV akan diawali pada 25 Juni 2026 dengan kegiatan Ukun Naran Bunaq di Kampung Adat Duarato, Kecamatan Lamaknen, mulai pukul 14.00 WITA.

Di kampung adat yang masih menjaga denyut tradisi leluhur itu, wisatawan akan diajak menyelami kekayaan budaya masyarakat Bunaq. Setiap ritual, simbol adat, dan nilai-nilai budaya yang ditampilkan menjadi cerminan identitas yang terus hidup di tengah arus modernitas.

Memasuki hari kedua, 26 Juni 2026 pukul 15.00 WITA, Festival Fulan Fehan akan menghadirkan Exotic Tenun melalui Parade Tenun dan Fashion Show yang melibatkan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari siswa SD, SMP, SMA, unsur TNI/Polri, BUMN/BUMD, sektor swasta, hingga berbagai komunitas.

Hingga saat ini tercatat sekitar 180 peserta dari Kabupaten Belu, Timor Tengah Utara (TTU), dan Malaka telah mendaftarkan diri untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Dalam parade itu, para peserta akan berkompetisi menampilkan kostum-kostum unik yang terbagi dalam dua kategori, yakni Juara Utama dan Juara Favorit. Pengunjung juga akan dimanjakan dengan berbagai pertunjukan seni, mulai dari tarian modern, tari kolosal, paduan suara, hingga penampilan musik band yang akan memeriahkan suasana.

Pada malam fashion show, karya-karya terbaik para desainer dari Indonesia dan Timor Leste akan tampil di atas panggung. Para desainer tersebut berasal dari Timor Leste, Kota Kupang, Kabupaten TTU, serta Dekranasda Kabupaten Belu yang selama ini aktif mengembangkan tenun sebagai identitas budaya daerah.

Puncak kemegahan festival akan berlangsung pada 27 Juni 2026 mulai pukul 10.00 WITA di kawasan wisata Fulan Fehan. Sebanyak 3.800 penari dan pendamping akan menampilkan Tarian Likurai, tarian tradisional yang sejak lama menjadi simbol persatuan, semangat, dan persahabatan masyarakat Timor.

Di tengah bentangan savana yang hijau dan perbukitan yang bergelombang, ribuan penari akan bergerak serempak, menghadirkan harmoni yang bukan hanya memukau mata, tetapi juga menyampaikan pesan perdamaian kepada dunia.

Sejumlah tamu penting dari dalam dan luar negeri telah mengonfirmasi kehadiran mereka dalam festival tersebut. Dari Timor Leste, Presiden Timor-Leste beserta rombongan dijadwalkan hadir. Kehadiran juga akan datang dari Australia melalui Wali Kota Darwin beserta rombongan.

Sementara dari Indonesia, sejumlah tokoh dan institusi telah mengonfirmasi partisipasi mereka, antara lain Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Ketua Umum TP PKK, Rektor ISI, perwakilan UGM, perwakilan Universitas Airlangga, Wakil Rektor IPDN, Badan Penghubung Provinsi Sumatera Barat, Tim Uma Nusantara, hingga Google Indonesia.

Dari Provinsi Nusa Tenggara Timur, kehadiran telah dikonfirmasi oleh Gubernur NTT, unsur Forkopimda Provinsi NTT, perwakilan BUMN/BUMD, serta para Bupati/Wali Kota dan Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota se-Provinsi NTT.

Secara kontekstual, Festival Fulan Fehan tidak lagi sekadar agenda budaya tahunan. Dalam beberapa tahun terakhir, festival ini berkembang menjadi instrumen diplomasi budaya yang memperkuat hubungan masyarakat Indonesia dan Timor Leste. Di saat dunia menghadapi berbagai tantangan sosial dan geopolitik, Fulan Fehan menghadirkan pesan berbeda: bahwa budaya mampu menjadi bahasa universal yang menyatukan manusia tanpa memandang batas wilayah, identitas, maupun perbedaan latar belakang.

Pemerintah Kabupaten Belu menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan festival ini, termasuk TNI, Polri, sponsor, komunitas, pelaku seni budaya, masyarakat, dan seluruh panitia yang terlibat.

Melalui tema “Dance for Friendship”, Festival Fulan Fehan IV diharapkan menjadi momentum untuk mempererat persahabatan lintas batas, memperkuat identitas budaya, serta memperkenalkan Belu sebagai beranda terdepan Indonesia yang kaya akan warisan budaya dan nilai persaudaraan.

Di Fulan Fehan, tarian bukan sekadar gerak tubuh yang mengikuti irama. Ia adalah bahasa hati yang diwariskan lintas generasi, menyatukan manusia dalam satu lingkaran persahabatan. Dan ketika ribuan langkah Likurai bergema di atas savana, dunia akan kembali diingatkan bahwa persaudaraan selalu menemukan jalannya melalui budaya.

Example 300250