Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaNasionalPeristiwa

Flores NTT Berduka, Gempa m7,7 Renggut Korban Jiwa

20
×

Flores NTT Berduka, Gempa m7,7 Renggut Korban Jiwa

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PRAY FOR FLORES-NTT

MAUMERE | LINTASTIMOR.ID — Pagi di Flores pecah oleh guncangan yang datang tiba-tiba. Rumah-rumah bergetar, warga berhamburan keluar, dan di sejumlah tempat, kepanikan berubah menjadi duka.

Example 300x600

Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026) pagi. Gempa yang terjadi pukul 04.58.24 WIB itu berpusat di laut pada kedalaman 15 kilometer, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Getarannya dirasakan sangat kuat di sejumlah wilayah Flores. Dari Nagekeo, Sikka hingga Manggarai Barat, warga dilaporkan berhamburan meninggalkan rumah. Di kawasan pesisir, masyarakat juga diarahkan melakukan evakuasi setelah peringatan dini tsunami dikeluarkan.

Namun, pagi itu tidak hanya meninggalkan ketakutan.

Ia juga meninggalkan kehilangan.

“Flores sedang berduka. Di tengah reruntuhan dan kepanikan, masih ada doa yang terus dipanjatkan agar mereka yang selamat dapat bertahan dan mereka yang pergi mendapat tempat terbaik.”

Beberapa korban dilaporkan meninggal dunia. Sementara korban lainnya masih dalam proses verifikasi. Data mengenai jumlah korban terus diperbarui oleh petugas di lapangan seiring proses pencarian, evakuasi, dan pendataan berlangsung.

Tim gabungan Basarnas, TNI dan Polri masih melakukan proses evakuasi. BNPB bersama BPBD Kabupaten Sikka juga terus berkoordinasi dalam penanganan korban sekaligus memastikan keselamatan masyarakat di wilayah terdampak.

Di tengah situasi tersebut, petugas harus bekerja dalam kondisi yang tidak mudah. Evakuasi dilakukan ketika kemungkinan gempa susulan masih menjadi ancaman dan sejumlah bangunan dilaporkan mengalami kerusakan.

gempa susulan terus terjadi

BNPB mencatat sejumlah gempa susulan, di antaranya berkekuatan M6,2, M6,2, M5,6 hingga M5,5. Berdasarkan informasi sementara, gempa-gempa susulan tersebut tidak berpotensi tsunami.

Jumlah korban maupun kerusakan masih mungkin berubah. Proses pendataan dan verifikasi masih berlangsung sehingga informasi mengenai dampak gempa harus terus diperbarui berdasarkan temuan petugas di lapangan.

Secara kontekstual, rangkaian gempa ini menunjukkan betapa rentannya wilayah Flores terhadap guncangan tektonik, terlebih ketika pusat gempa berada di laut dan berdekatan dengan kawasan pesisir. Karena itu, kecepatan evakuasi, ketepatan informasi, serta kepatuhan masyarakat terhadap arahan petugas menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko korban yang lebih besar.

“Tetap tenang. Jangan biarkan kepanikan mengalahkan kewaspadaan.”

Masyarakat diminta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BNPB, BPBD dan pemerintah daerah, serta menjauhi bangunan yang retak atau mengalami kerusakan.

Di sejumlah sudut Flores, pagi yang semestinya berjalan seperti biasa berubah menjadi waktu untuk mencari keluarga, menyelamatkan mereka yang terluka, dan memastikan siapa saja yang masih belum ditemukan.

Untuk mereka yang kehilangan, duka mungkin tidak akan selesai bersama berhentinya getaran bumi.

Untuk mereka yang selamat, pagi ini menjadi pengingat bahwa keselamatan bukan hanya tentang menyelamatkan diri, tetapi juga tentang saling menggenggam ketika keadaan menjadi paling sulit.

“Duka untuk para korban. Doa untuk Sikka, Nagekeo, dan seluruh Flores.”

Semoga keluarga yang kehilangan diberikan kekuatan, korban luka segera pulih, dan seluruh masyarakat Flores serta Nusa Tenggara Timur senantiasa berada dalam perlindungan Tuhan.

Flores tidak sendiri. NTT tidak sendiri.

Dan ketika bumi telah berhenti berguncang, yang tersisa adalah manusia yang saling mencari, saling menyelamatkan, dan saling menguatkan—sebab di tanah yang sedang berduka, harapan harus tetap menemukan jalannya.

Example 300250