Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
KesehatanNasional

Dhanil Ginting Puji RSUD Amri, Deliserdang Sehat

14
×

Dhanil Ginting Puji RSUD Amri, Deliserdang Sehat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

LUBUK PAKAM |LINTASTIMOR.ID— Pagi itu, rumah sakit tidak hanya menjadi tempat orang mencari kesembuhan. Di antara lorong pelayanan, ruang perawatan, dan wajah-wajah yang menunggu kabar baik, sebuah perhatian kecil kepada pasien kurang mampu mempertemukan wakil rakyat dengan pelayanan kesehatan yang sedang mereka jalani.

Anggota DPRD Kabupaten Deliserdang Daerah Pemilihan (Dapil) 6, M. Dhanil Ginting, meninjau langsung kondisi RSUD Drs. H. Amri Tambunan, Kamis (13/8/2026). Kunjungan itu sekaligus untuk memastikan penanganan terhadap pasangan suami istri dari keluarga kurang mampu yang sedang menjalani perawatan.

Example 300x600

Dhanil mengatakan, kunjungannya bermula dari informasi yang diterimanya dari Eko mengenai kondisi pasangan pasien yang membutuhkan pertolongan medis.

“Dua hari yang lalu Eko telepon saya. Dia bilang ada yang sakit. Kita coba rumah sakit Amri Tambunan. Jangan cuma sedikit, kita juga mau lihat, bersih tidak di sana,” ujar Dhanil saat berada di RSUD Drs. H. Amri Tambunan.

Ia sengaja datang bukan hanya untuk melihat kondisi pasien, tetapi juga menyaksikan secara langsung bagaimana rumah sakit memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dari peninjauan tersebut, Dhanil mengapresiasi kebersihan dan ketertiban rumah sakit. Ia juga menilai tenaga kesehatan memberikan pelayanan yang ramah kepada pasien maupun keluarga.

“Saya lihat rumah sakitnya bersih. Ibu-ibu semua cakep dan ramah. Jadi hari ini saya merasa puas sebagai anggota DPRD dari Partai Gerindra,” katanya.

Ketertiban Menjadi Bagian Pelayanan

Dhanil turut menyoroti aturan pembatasan jumlah pengunjung pasien. Menurut dia, kebijakan tersebut semestinya dipahami sebagai bagian dari upaya rumah sakit menjaga kenyamanan dan proses pemulihan pasien, bukan sebagai bentuk ketidakramahan kepada keluarga.

Menurutnya, terlalu banyak orang di ruang perawatan justru dapat mengganggu waktu istirahat pasien, meningkatkan kebisingan, serta memengaruhi kebersihan dan ketertiban lingkungan rumah sakit.

“Kalau satu pasien dijaga sampai sepuluh orang, pasien tidak bisa istirahat. Rumah sakit harus menjaga ketertiban, kebersihan dan kebisingan. Ini bukan berarti rumah sakit marah kepada keluarga pasien,” tegas Dhanil.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Deliserdang terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Dhanil juga menyatakan siap mendukung berbagai program pemerintah daerah sepanjang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kalau ada kekurangan, kita sama-sama dukung untuk diperbaiki. Kalau mau sempurna itu milik Allah SWT. Tidak ada manusia yang sempurna,” ujarnya.

Ketika Kesehatan Harus Mendekat

Dhanil mengatakan luas wilayah Kabupaten Deliserdang dengan 22 kecamatan dan belasan kelurahan menjadi tantangan tersendiri dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang merata.

Karena itu, ia berharap akses kesehatan ke depan semakin dekat dengan masyarakat, terutama warga yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan maupun fasilitas kesehatan.

Harapan tersebut menemukan konteksnya dalam kunjungan terhadap pasangan pasien kurang mampu itu. Sebab, kualitas pelayanan kesehatan tidak hanya diukur dari kelengkapan fasilitas, tetapi juga dari seberapa jauh sistem pelayanan mampu memastikan warga yang berada dalam keterbatasan ekonomi tetap memperoleh pertolongan secara layak.

Dalam ruang seperti inilah sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, rumah sakit, dan program jaminan kesehatan menjadi penting: bukan sekadar menghadirkan layanan, tetapi memastikan tidak ada warga yang harus menunda pengobatan hanya karena keterbatasan biaya.

Pasangan Kurang Mampu Langsung Ditangani

Direktur RSUD Drs. H. Amri Tambunan, dr. Erlinda Yani, menjelaskan pasangan yang menjadi perhatian Dhanil merupakan warga dari keluarga kurang mampu.

Keduanya datang ke rumah sakit sekitar pukul 22.00 WIB dan langsung mendapatkan penanganan melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Suami pasien, Rianto Agus Salim (47), warga Jalan Irian Barat, Pasar 7 Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, mengalami patah tulang pada bagian paha. Sementara istrinya, Rini Andria Ningsi (37), mengalami kelemahan pada anggota gerak tubuh.

“Suaminya mengalami patah tulang di tulang paha, sedangkan istrinya mengalami kelemahan pada anggota gerak tubuh. Besok paginya langsung dilakukan tindakan operasi untuk suaminya,” jelas Erlinda.

Menurut Erlinda, masyarakat Deliserdang yang tidak mampu dan belum memiliki jaminan kesehatan tidak perlu khawatir mengenai biaya pengobatan. Pemerintah Kabupaten Deliserdang telah menyiapkan program bantuan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.

Pasangan tersebut mendapatkan pelayanan melalui program Paspula, yang diperuntukkan bagi warga Deliserdang kurang mampu dan belum memiliki jaminan kesehatan. Data pasien selanjutnya diproses untuk mendapatkan kepesertaan BPJS PBI.

“Untuk orang tidak mampu di Kabupaten Deli Serdang, ada program dari Bapak Bupati namanya Paspula. Warga yang tidak mampu dan tidak memiliki jaminan kesehatan dapat dimasukkan ke program tersebut,” kata Erlinda.

Teknologi Membuat Pelayanan Lebih Ringkas

Selain Paspula, RSUD Drs. H. Amri Tambunan juga menerapkan program Pas Jempol. Melalui program ini, identitas dan data pasien telah terintegrasi sehingga masyarakat cukup melakukan pemindaian sidik jari ketika mengakses pelayanan kesehatan.

“Semua sudah direkam jempolnya. Jadi pasien yang berobat ke rumah sakit maupun puskesmas cukup membawa jempolnya. Dipindai, kemudian muncul data-data pasien,” jelas Erlinda.

Erlinda mengajak masyarakat Deliserdang tidak ragu mendapatkan pelayanan kesehatan di RSUD Drs. H. Amri Tambunan. Ia memastikan fasilitas dan layanan medis terus dikembangkan.

“Untuk masyarakat Deliserdang, mari sama-sama mendukung Bapak Bupati untuk Deli Serdang sehat. Kami dari rumah sakit umum menyediakan fasilitas pelayanan yang sudah lengkap,” ujarnya.

Sejumlah layanan telah tersedia, mulai dari penyakit dalam, bedah, mata hingga pelayanan lainnya. Bagi masyarakat kurang mampu yang belum memiliki jaminan kesehatan, rumah sakit juga mengarahkan mereka pada skema bantuan yang disiapkan pemerintah.

Kesembuhan yang Datang Bersama Kepedulian

Rianto dan Rini menyampaikan terima kasih kepada M. Dhanil Ginting yang telah membantu mereka mendapatkan penanganan. Mereka juga mengapresiasi jajaran RSUD Drs. H. Amri Tambunan yang dinilai memberikan pelayanan ramah dan baik.

Keduanya turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Deliserdang atas bantuan melalui program Paspula sehingga biaya perawatan selama menjalani pengobatan dapat ditanggung.

Kisah pasangan tersebut menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan tidak berhenti pada ruang pemeriksaan, obat, atau tindakan medis. Ada kepedulian yang membuat warga merasa tidak sendirian ketika berhadapan dengan sakit dan keterbatasan.

Di titik itu, pertemuan antara kebijakan pemerintah, pengawasan legislatif, tenaga kesehatan, dan kebutuhan masyarakat menemukan maknanya. Pelayanan publik menjadi terasa ketika sistem yang dibangun mampu hadir tepat pada saat seseorang paling membutuhkan pertolongan.

Kegiatan tersebut turut didampingi dr. Prana Jaya, S.Kep., Wakil Direktur Bidang Pelayanan Medis RSUD Drs. H. Amri Tambunan. (Tim)

Pada akhirnya, rumah sakit bukan hanya tentang bangunan yang bersih dan layanan yang lengkap. Ia adalah tempat harapan dipertaruhkan—dan ukuran keberhasilannya terletak pada sejauh mana setiap orang, terutama mereka yang datang dengan keterbatasan, tetap merasa bahwa kesembuhan adalah hak yang tidak boleh berjarak.

Example 300250