Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaGaya HidupNasionalPeristiwaPolkam

Dua Tahun Berturut-Turut, Elvis Tabuni Bawa Pulang Anugerah Cita Negeri

19
×

Dua Tahun Berturut-Turut, Elvis Tabuni Bawa Pulang Anugerah Cita Negeri

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | LINTASTIMOR.ID – Di tengah bentang pegunungan Papua yang menyimpan tantangan geografis, keterbatasan infrastruktur, dan jalan panjang menuju pemerataan pembangunan, sebuah penghargaan kembali mengukuhkan perjalanan Kabupaten Puncak. Bukan semata tentang sebuah piala yang dibawa pulang dari ibu kota, melainkan pengakuan atas ikhtiar membangun daerah yang selama ini berhadapan dengan berbagai keterbatasan.

Bupati Puncak, Papua Tengah, Elvis Tabuni, S.E., M.M., kembali meraih Anugerah Cita Negeri 2026 kategori Cita Negeri Inovasi Berkelanjutan dari Kompas TV, Senin (2/11/2026). Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Menara Kompas, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat.

Example 300x600

Pencapaian ini menjadi catatan tersendiri bagi kepemimpinan Elvis Tabuni. Untuk kedua kalinya secara berturut-turut, pada 2025 dan 2026, ia menerima penghargaan dalam kategori yang sama.

Dua penghargaan dalam dua tahun bukan hanya menghadirkan kebanggaan bagi pemerintah daerah, tetapi juga membawa pesan tentang pentingnya menjaga kesinambungan pembangunan. Sebab, inovasi tidak berhenti ketika sebuah gagasan memperoleh pengakuan. Justru, tantangan sesungguhnya adalah memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Di hadapan penghargaan tersebut, Elvis memilih menempatkan masyarakat Kabupaten Puncak sebagai pemilik utama pencapaian itu. Ia memandang penghargaan bukan sebagai prestasi individual seorang kepala daerah, melainkan buah dari kerja bersama dalam menghadapi tantangan pembangunan.

“Penghargaan ini bukan untuk pribadi saya, tetapi untuk seluruh masyarakat Puncak. Kami akan terus membangun dengan hati.”

— Elvis Tabuni, Bupati Puncak

Pernyataan itu memperlihatkan pesan yang ingin disampaikan Elvis: pembangunan daerah tidak cukup hanya diukur melalui capaian administratif maupun penghargaan, tetapi harus bertumpu pada keberpihakan kepada masyarakat.

Bagi Kabupaten Puncak, tantangan pembangunan memiliki karakter tersendiri. Kondisi geografis pegunungan dan keterbatasan infrastruktur menjadi pekerjaan besar yang membutuhkan kebijakan berkelanjutan, ketekunan, serta kemampuan pemerintah daerah dalam menentukan prioritas.

Karena itu, pemerintah Kabupaten Puncak menempatkan pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur sebagai sektor utama pembangunan. Upaya membuka keterisolasian wilayah berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Membangun bukan hanya membuka jalan

Dalam perspektif pembangunan daerah, infrastruktur memang menjadi salah satu pintu masuk untuk mempercepat perubahan. Jalan dan akses transportasi dapat membuka hubungan antarkawasan, memperlancar distribusi kebutuhan masyarakat, serta mendekatkan pelayanan publik kepada warga.

Namun, bagi Elvis, pembangunan tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik.

Ia menegaskan bahwa investasi terhadap manusia merupakan bagian penting dari masa depan Kabupaten Puncak. Pendidikan harus melahirkan generasi muda yang memiliki kemampuan, pengetahuan, dan daya saing. Sementara pelayanan kesehatan harus semakin mampu menjangkau masyarakat, termasuk mereka yang berada jauh dari pusat pemerintahan.

Dengan demikian, pembangunan tidak semata-mata menghadirkan perubahan pada bentang wilayah, tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik.

Di balik seluruh agenda tersebut, Elvis memberikan perhatian khusus terhadap faktor keamanan dan kedamaian. Baginya, stabilitas daerah merupakan fondasi yang memungkinkan berbagai program pembangunan berjalan secara berkesinambungan.

“Harapan saya, Puncak harus damai, maju, dan bermartabat. Jika daerah aman, pendidikan, pelayanan kesehatan, dan perekonomian masyarakat dapat berjalan dengan baik.”

— Elvis Tabuni, Bupati Puncak

Pesan tersebut menempatkan kedamaian bukan sekadar sebagai harapan politik, melainkan sebagai kebutuhan mendasar bagi kehidupan masyarakat. Sebab, pendidikan membutuhkan ruang belajar yang aman, pelayanan kesehatan membutuhkan akses yang terbuka, dan perekonomian rakyat membutuhkan lingkungan yang kondusif.

Penghargaan dan tanggung jawab pembangunan

Direktur Utama Kompas TV, Rosianna Silalahi, turut menyampaikan apresiasi kepada para kepala daerah yang memperlihatkan komitmen terhadap pembangunan serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Anugerah Cita Negeri 2026 sendiri menghadirkan empat kategori penghargaan, yakni Inovasi Berkelanjutan, Daerah Sejahtera dan Sehat, Daerah Mandiri dan Ekonomi Bertumbuh, serta Daerah Aman dan Damai.

Keempat kategori tersebut mencerminkan beragam dimensi pembangunan daerah, mulai dari pembaruan kebijakan, kesejahteraan masyarakat, penguatan ekonomi, hingga terciptanya stabilitas wilayah.

Bagi Kabupaten Puncak, penghargaan kategori Inovasi Berkelanjutan yang kembali diterima Elvis Tabuni menjadi momentum untuk memperkuat tanggung jawab pemerintah daerah dalam menjaga kesinambungan program pembangunan.

Sebab, ukuran keberhasilan seorang pemimpin pada akhirnya tidak berhenti pada penghargaan yang diterima di panggung nasional. Ukuran yang lebih bermakna adalah perubahan yang dapat dirasakan masyarakat: anak-anak yang memperoleh pendidikan lebih baik, warga yang semakin mudah menjangkau pelayanan kesehatan, wilayah yang semakin terbuka, serta kehidupan yang berlangsung dalam suasana aman dan damai.

Dari Menara Kompas di Jakarta, penghargaan itu memang diserahkan kepada seorang bupati. Namun, sebagaimana pesan yang disampaikan Elvis Tabuni, makna sesungguhnya dari pencapaian tersebut diharapkan kembali kepada masyarakat Kabupaten Puncak.

Di sanalah penghargaan menemukan arti paling penting: bukan hanya menjadi catatan prestasi hari ini, tetapi menjadi pengingat bahwa pembangunan harus terus berjalan, menyentuh kehidupan manusia, dan menghadirkan masa depan yang lebih bermartabat.

Example 300250