Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
Gaya HidupInternasionalNasionalPeristiwa

Dari Singapura, Rita Uru Hida Menitipkan Harapan untuk Flores

8
×

Dari Singapura, Rita Uru Hida Menitipkan Harapan untuk Flores

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SINGAPURA |LINTASTIMOR.ID— Ada jarak yang bisa diukur dengan kilometer. Tetapi ada pula jarak yang tidak pernah sanggup memisahkan hati manusia dari penderitaan sesamanya.

Ribuan kilometer dari Flores, di sebuah negeri yang jauh dari tanah kelahirannya, Rita Uru Hida, S.H., memilih untuk tidak sekadar menyaksikan kabar bencana dari kejauhan. Ketika gempa bumi meninggalkan luka bagi warga Flores, hatinya bergerak untuk melakukan sesuatu yang sederhana: berbagi.

Example 300x600

Bantuan itu disalurkan Rita melalui Om Kobus kepada warga yang terdampak bencana Flores. Nilainya mungkin tidak besar. Namun bagi seseorang yang sedang kehilangan, sebuah uluran tangan terkadang bukan dinilai dari berapa banyak yang diberikan, melainkan dari pesan yang ikut menyertainya: kamu tidak sendirian.

Kepada Redaksi Lintastimor.id, Kamis, 10 September 2026, waktu Singapura, Rita mengatakan bantuan tersebut diberikan dengan ketulusan untuk membantu warga melewati masa sulit setelah bencana.

“Bantuan ini mungkin tidak seberapa, namun setidaknya dapat membantu dan meringankan beban serta memberi harapan bagi para korban terdampak bencana Flores. Semoga kejadian ini cepat berlalu dan kondisi warga bencana kembali dipulihkan.”

Kata-kata itu terdengar sederhana. Namun di balik kesederhanaannya tersimpan sebuah kesadaran bahwa penderitaan tidak selalu dapat disembuhkan dengan sesuatu yang besar. Kadang-kadang, harapan justru tumbuh dari hal kecil yang diberikan dengan hati yang tulus.

Rita kemudian menitipkan pesan khusus kepada saudara-saudaranya di Flores. Ia berharap masyarakat yang terdampak bencana tetap kuat, menjaga kesehatan, dan mampu melewati hari-hari berat setelah gempa.

“Semoga saudara-saudaraku di Flores tetap kuat dan sehat selalu pasca terjadi bencana ini,” ungkap Rita.

Pesan tersebut seakan menyeberangi batas negara. Dari Singapura menuju Flores, bukan melalui perjalanan panjang, melainkan melalui kepedulian seorang sesama manusia yang memilih untuk hadir ketika saudara-saudaranya sedang menghadapi kesulitan.

Bagi Rita, membantu sesama juga bukan perkara untung atau rugi. Kehidupan, menurut pesan yang ia sampaikan, terlalu singkat untuk dihabiskan hanya dengan menghitung apa yang kita miliki dan apa yang akan kita peroleh kembali.

“Membantu sesama jangan berkata rugi. Ingat, kita lahir tidak membawa apa-apa.”

Kalimat itu menjadi inti paling dalam dari kepedulian Rita. Sebab bencana sering kali mengajarkan manusia tentang betapa rapuhnya kehidupan. Rumah dapat roboh. Harta dapat hilang. Rencana hidup dapat berubah dalam sekejap. Namun di tengah segala kehilangan itu, solidaritas masih mampu menjadi kekuatan yang tidak mudah runtuh.

Bantuan Rita karena itu bukan hanya tentang apa yang disalurkan melalui Om Kobus. Ia adalah simbol kecil dari sebuah ikatan kemanusiaan yang tidak mengenal batas geografis. Ketika seseorang memilih berbagi kepada mereka yang sedang terluka, ia sedang mengatakan bahwa penderitaan orang lain layak untuk dirasakan bersama.

Flores hari ini mungkin masih menyimpan luka. Tetapi di antara kesedihan itu, selalu ada tangan-tangan yang terulur. Ada doa-doa yang dikirimkan dari kejauhan. Ada orang-orang yang mungkin tidak hadir secara fisik, tetapi memilih untuk tidak berpaling.

Dan mungkin, itulah bentuk kemanusiaan yang paling sederhana sekaligus paling indah: ketika kita tidak mampu menghapus seluruh luka seseorang, setidaknya kita hadir agar ia tidak merasa sendirian dalam menjalaninya.

Dari Singapura, Rita mengirimkan bantuan. Tetapi bersama bantuan itu, ia menitipkan sesuatu yang jauh lebih mahal daripada materi—harapan.

Sebab pada akhirnya, manusia datang ke dunia tanpa membawa apa-apa. Yang tersisa setelah perjalanan hidup selesai bukanlah seberapa banyak yang pernah kita miliki, melainkan seberapa tulus tangan kita pernah terulur kepada mereka yang membutuhkan.

Example 300250
Penulis: Agustinus BobeEditor: Agustinus Bobe