Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
Gaya HidupKabupaten MimikaPeristiwaPolkam

Cegah Stunting dari Altar Pernikahan, Dinkes Mimika dan GKI Satukan Langkah Menjaga Generasi Masa Depan

255
×

Cegah Stunting dari Altar Pernikahan, Dinkes Mimika dan GKI Satukan Langkah Menjaga Generasi Masa Depan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA | LINTASTIMOR.ID – Di balik setiap janji suci yang terucap di hadapan altar, tersimpan harapan besar tentang lahirnya keluarga yang sehat, kuat, dan mampu melahirkan generasi terbaik. Kesadaran itulah yang kini mendorong Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika menggandeng Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua untuk memulai perjuangan melawan stunting bahkan sebelum sebuah rumah tangga dibentuk.

Langkah strategis tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi lintas sektor berbasis gereja yang berlangsung di Hotel Grand Tembaga, Timika, Rabu (17/6/2026). Pertemuan itu menghadirkan pengurus Klasis GKI Mimika, para pendeta dan majelis jemaat GKI se-Kabupaten Mimika, serta kepala puskesmas dan pengelola program kesehatan dari 10 puskesmas wilayah perkotaan.

Example 300x600

Bagi Dinas Kesehatan Mimika, pencegahan stunting tidak lagi dimulai saat seorang ibu mengandung. Upaya itu harus dimulai jauh sebelumnya—ketika dua insan sedang mempersiapkan diri memasuki kehidupan berumah tangga.

Kepala Seksi Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Mimika, Nelly Siburian, menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan calon pengantin merupakan langkah penting untuk mendeteksi berbagai faktor risiko kesehatan sejak dini.

╔════════════════════════════════════╗

“Deteksi dini faktor risiko kesehatan sebelum pernikahan sangat penting untuk mendukung kesehatan reproduksi pasangan dan mencegah stunting sejak sebelum kehamilan.”

Nelly Siburian

╚════════════════════════════════════╝

Menurut Nelly, kesehatan reproduksi merupakan fondasi utama dalam membangun keluarga yang sehat dan berkualitas. Ketika pasangan memasuki pernikahan dalam kondisi kesehatan yang terpantau dan terjaga, peluang menghadirkan generasi yang tumbuh optimal menjadi semakin besar.

Karena itu, keterlibatan gereja dinilai memiliki posisi yang sangat strategis. Di Kabupaten Mimika, sebagian besar proses pernikahan masyarakat berlangsung melalui lembaga keagamaan. Gereja bukan hanya menjadi tempat pemberkatan, tetapi juga ruang pembinaan yang membentuk kesiapan pasangan menuju kehidupan keluarga.

Namun demikian, pelaksanaan pemeriksaan kesehatan calon pengantin berbasis gereja selama ini belum berjalan maksimal. Salah satu kendala utama adalah belum terbangunnya koordinasi yang kuat antara sektor kesehatan dan lembaga gereja, termasuk belum terintegrasinya pelayanan kesehatan dalam proses pembinaan calon pengantin.

╔════════════════════════════════════╗

“Di Kabupaten Mimika, mayoritas proses pernikahan dilangsungkan melalui gereja. Karena itu, kami ingin memastikan pemeriksaan kesehatan calon pengantin dapat menjadi bagian dari persiapan menuju keluarga yang sehat.”

Nelly Siburian

╚════════════════════════════════════╝

Melalui forum koordinasi tersebut, Dinas Kesehatan dan GKI Mimika berupaya menyusun kesepahaman bersama mengenai mekanisme pemeriksaan kesehatan calon pengantin, mengintegrasikan pelayanan kesehatan ke dalam pembinaan pranikah, serta membangun komitmen kolaborasi yang berkelanjutan di tingkat jemaat.

Secara kontekstual, pendekatan ini mencerminkan perubahan paradigma penanganan stunting yang kini semakin menekankan aspek pencegahan dari hulu. Pemerintah tidak lagi hanya fokus pada intervensi saat kehamilan atau masa balita, tetapi mulai memperkuat kesiapan kesehatan calon orang tua sebagai fondasi lahirnya generasi yang sehat dan berkualitas.

Nelly berharap hasil pertemuan tersebut segera ditindaklanjuti melalui penyusunan rencana kerja bersama hingga penandatanganan perjanjian kerja sama, sehingga pelayanan pemeriksaan kesehatan calon pengantin berbasis jemaat dapat diterapkan lebih luas di seluruh Kabupaten Mimika.

╔════════════════════════════════════╗

“Melalui kerja sama dengan pihak gereja, kami berharap pelayanan kesehatan calon pengantin dapat terintegrasi dengan pembinaan pranikah sehingga menjangkau lebih banyak masyarakat.”

Nelly Siburian

╚════════════════════════════════════╝

Di tengah berbagai upaya menekan angka stunting, Mimika memilih menanam benih perubahan dari titik yang paling awal: dari ruang-ruang pembinaan pranikah, dari percakapan tentang kesehatan sebelum janji sehidup semati diucapkan. Sebab masa depan generasi yang kuat sering kali tidak dimulai di ruang persalinan, melainkan dari keputusan bijak dua insan yang mempersiapkan kehidupan mereka dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.

Example 300250