JAKARTA |LINTASTIMOR.ID— Ada saat ketika musik tidak lagi sekadar terdengar. Ia menjelma menjadi ruang tempat kenangan, kegembiraan, kerinduan, bahkan kata-kata yang tak sempat diucapkan menemukan jalannya sendiri.
Nuansa itulah yang hendak dibawa Piche Kota bersama Axelo, Manisa, Kenriz, Fajar, dan Vanessa dalam program Idolyfe yang tayang di RCTI+ SuperApp, Kamis, 1 Oktober 2026 pukul 16.00 WIB.
Di tengah hiruk-pikuk industri hiburan yang bergerak cepat, enam wajah muda itu hadir dengan energi yang berbeda. Bukan sekadar berkumpul di depan kamera, melainkan membawa cerita masing-masing—tentang panggung, persahabatan, perjalanan mengejar mimpi, dan musik yang perlahan mengubah hidup mereka.
Di antara nama-nama tersebut, Piche Kota menjadi salah satu sosok yang memiliki perjalanan menarik. Dari Atambua, Nusa Tenggara Timur, ia menempuh perjalanan menuju panggung Indonesian Idol Season 13. Dalam audisinya, Piche membawakan “Superman” milik Ronan Keating dan berhasil memperoleh golden ticket. Perjalanan dari daerah menuju panggung nasional itu kemudian menjadi bagian penting dari kisah kariernya.
Namun, panggung televisi ternyata bukanlah titik akhir perjalanan Piche. Setelah Indonesian Idol, ia mulai membangun identitas musikalnya sendiri. Lagu “Bahagia Lagi”, yang dirilis pada Oktober 2025 melalui Universal Music Indonesia, menjadi salah satu karya yang memperkuat namanya sebagai penyanyi solo.
Ada sesuatu yang menarik dari lagu tersebut. “Bahagia Lagi” tidak berdiri sebagai lagu tentang kebahagiaan yang sederhana. Ia berbicara tentang luka, kehilangan, harapan, dan keyakinan bahwa seseorang pada akhirnya dapat menemukan kembali cahaya setelah melewati masa sulit.
Barangkali di situlah kekuatan Piche sebagai penyanyi muda: ia tidak hanya menyanyikan melodi, tetapi berusaha memberikan ruang bagi pendengar untuk menemukan kisah mereka sendiri di dalam sebuah lagu.
Dari Atambua menuju telinga jutaan pendengar
Perjalanan Piche menjadi menarik ketika melihat bagaimana sebuah suara yang tumbuh dari kota kecil di perbatasan Indonesia itu kemudian menjangkau pendengar yang jauh lebih luas.
Atambua bukan Jakarta. Tidak ada gemerlap industri musik sebesar ibu kota. Tetapi justru dari ruang yang jauh dari pusat industri itulah Piche membangun keberanian untuk bermimpi.
Ia tumbuh dalam lingkungan yang dekat dengan musik. Ketertarikannya terhadap tarik suara telah muncul sejak usia muda, sementara dukungan keluarga ikut membentuk keberaniannya untuk terus mengasah kemampuan vokal.
Kemudian datanglah Indonesian Idol.
Audisi itu menjadi semacam pintu yang menghubungkan Atambua dengan panggung nasional. Dari sana, nama Piche mulai dikenal lebih luas, sementara suaranya menemukan ruang baru di hadapan publik Indonesia.
Kini, perjalanan tersebut berlanjut dalam ruang yang berbeda: Idolyfe.
Ketika enam karakter bertemu dalam satu panggung
Axelo, Manisa, Piche, Kenriz, Fajar, dan Vanessa membawa warna masing-masing. Mereka datang dari perjalanan yang berbeda, tetapi dipertemukan oleh satu bahasa yang universal: musik.
Di sinilah Idolyfe terasa lebih dari sekadar program hiburan.
Ada percakapan, ada canda, ada ekspresi spontan, dan ada kemungkinan lahirnya cerita-cerita kecil yang justru sering menjadi bagian paling menarik dari sebuah pertemuan para penyanyi muda.
Judul yang diusung dalam episode ini pun terasa seperti sebuah kalimat sederhana yang menyimpan makna panjang:
“Kadang Lagu Lebih Jujur dari Kata.”
Kalimat itu seakan menjadi pintu masuk untuk memahami dunia Piche dan kawan-kawannya.
Sebab seorang penyanyi terkadang tidak perlu menjelaskan terlalu banyak. Cukup membuka suara, kemudian membiarkan pendengar menerjemahkan perasaan yang muncul.
Bagi Piche, perjalanan musikal itu juga terlihat dari respons pendengar terhadap karyanya. “Bahagia Lagi” tercatat sebagai salah satu lagu yang memiliki capaian streaming besar di Spotify, dengan jumlah pemutaran yang telah menembus ratusan juta. Data Spotify yang terindeks saat ini menunjukkan angka lebih dari 277 juta pemutaran untuk lagu tersebut.
Angka memang bisa menunjukkan seberapa jauh sebuah lagu berjalan.
Tetapi angka tidak selalu mampu menjelaskan mengapa seseorang menekan tombol play untuk kesekian kalinya.
Di sanalah musik bekerja dengan cara yang lebih sunyi.
Piche dan suara dari sebuah perjalanan
Jika perjalanan Piche dibaca sebagai sebuah biografi musikal, maka kisahnya bukan hanya tentang popularitas.
Ia adalah cerita tentang seorang anak muda dari Atambua yang mencoba mengetuk pintu industri musik, kemudian menemukan bahwa pintu itu ternyata membawa dirinya jauh lebih jauh daripada yang pernah dibayangkan.
“Bahagia Lagi” menjadi salah satu penanda fase tersebut.
Lagu itu dirilis sebagai single pada 23 Oktober 2025 dan kemudian hadir pula dalam versi akustik pada 2026.
Dari panggung kompetisi menuju karya personal, ada proses pendewasaan artistik yang berjalan perlahan. Seorang penyanyi mulai belajar bahwa memenangkan perhatian publik bukan hanya persoalan suara tinggi atau teknik vokal, tetapi juga tentang menemukan karakter.
Dan karakter itu tidak lahir dalam satu malam.
Ia tumbuh dari pengalaman.
Dari kegagalan.
Dari tepuk tangan.
Dari panggung-panggung kecil.
Dari perjalanan panjang.
Dari keberanian untuk kembali bernyanyi setelah sorotan kamera berhenti.
Sore yang dipenuhi musik
Kamis sore, 1 Oktober 2026, ketika Idolyfe mulai mengudara pukul 16.00 WIB, enam nama itu akan kembali hadir dalam satu ruang yang sama.
Axelo.
Manisa.
Piche Kota.
Kenriz.
Fajar.
Vanessa.
Mereka bukan sekadar enam nama dalam sebuah poster promosi. Mereka adalah representasi generasi muda yang sedang mencari tempat di industri hiburan Indonesia—masing-masing dengan karakter, pengalaman, dan warna suara yang berbeda.
Dan ketika musik mulai mengalun, batas antara penyanyi dan pendengar perlahan menjadi tipis.
Sebab pada akhirnya, lagu tidak pernah benar-benar milik penyanyinya.
Ia menjadi milik siapa saja yang pernah merasa kehilangan, mencintai, berharap, menunggu, atau sekadar ingin kembali bahagia.
Mungkin itulah mengapa satu kalimat sederhana terasa begitu kuat:
kadang lagu memang lebih jujur daripada kata.
Dan sore ini, Piche Kota bersama kawan-kawannya akan membiarkan musik berbicara lebih dahulu.
Eksklusif di RCTI+ SuperApp, Kamis, 1 Oktober 2026, pukul 16.00 WIB.
















