Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
Kabupaten MimikaKesehatanNasional

Maulid Nabi Menyalakan Hati Pelayanan Kesehatan

24
×

Maulid Nabi Menyalakan Hati Pelayanan Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA | LINTASTIMOR.ID|– Di ruang Ballroom Hotel Serayu Timika, Selasa (22/9/2026), peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah tidak berhenti sebagai seremoni keagamaan. Di tengah rutinitas pelayanan kesehatan yang berhadapan langsung dengan kebutuhan masyarakat, momentum itu menjadi ruang untuk mengingat kembali satu hal yang sering kali sederhana, tetapi menentukan: bagaimana manusia dilayani dengan hati.

Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan menghadirkan Ustadz Firdaus Amir sebagai penceramah. Jajaran pimpinan, staf dan tenaga kesehatan Dinkes Mimika mengikuti kegiatan tersebut dalam suasana reflektif.

Example 300x600

Kepala Dinkes Mimika, Godfried Maturbongs, menempatkan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk memperkuat kembali semangat pengabdian seluruh jajaran. Baginya, pelayanan kesehatan tidak hanya diukur dari kemampuan menjalankan pekerjaan, tetapi juga dari cara setiap petugas memperlakukan masyarakat yang datang membawa kebutuhan, harapan, bahkan kegelisahan.

“Keramahan dan ketulusan harus menjadi bagian dari pelayanan kita. Bukan hanya ketika memberikan pelayanan medis, tetapi juga saat melayani masyarakat dalam urusan administrasi,” ujar Godfried.

Pesan itu menjadi penting karena wajah pelayanan publik kerap kali pertama kali dirasakan masyarakat bukan melalui kecanggihan fasilitas, melainkan melalui sikap manusia yang berada di balik meja pelayanan. Dalam konteks kesehatan, keramahan, ketulusan, disiplin dan rasa tanggung jawab menjadi bagian dari kualitas pelayanan yang ikut menentukan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah.

Melalui tausiyah bertema “Melayani dengan Hati, Meninggalkan Jejak Kebaikan”, Ustadz Firdaus Amir mengajak para tenaga kesehatan meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW, terutama nilai kejujuran dan sikap dapat dipercaya.

Ia mengingatkan, profesi tenaga kesehatan bukan semata pekerjaan untuk menyelesaikan kewajiban, melainkan ruang pengabdian untuk menghadirkan manfaat bagi sesama. Karena itu, setiap tugas perlu dijalankan dengan tanggung jawab, sekalipun berhadapan dengan beban pelayanan yang tidak ringan.

“Jadikan profesi sebagai jalan untuk memberi manfaat kepada orang lain. Tetap jujur, disiplin dan ramah dalam menjalankan tugas, termasuk ketika menghadapi beban pelayanan,” katanya.

Ustadz Firdaus juga mengingatkan pentingnya memberikan penghargaan dan perhatian terhadap kesejahteraan tenaga kesehatan sebagai bentuk penghormatan terhadap pengabdian mereka.

Pesan tersebut sekaligus menempatkan pelayanan kesehatan dalam perspektif yang lebih luas. Di satu sisi, masyarakat membutuhkan pelayanan yang cepat, tepat dan manusiawi. Di sisi lain, tenaga kesehatan juga membutuhkan dukungan serta penghargaan agar dapat menjalankan pengabdian secara optimal. Keseimbangan antara kualitas pelayanan dan penghormatan terhadap mereka yang melayani menjadi bagian penting dalam membangun pelayanan publik yang berorientasi pada manusia.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di lingkungan Dinkes Mimika pun diharapkan tidak berhenti pada satu hari perayaan. Nilai keteladanan yang disampaikan dalam tausiyah diharapkan tumbuh menjadi etos kerja dalam keseharian—ketika seorang petugas menyambut pasien, menjelaskan prosedur, mengurus administrasi, hingga ketika harus menghadapi tekanan pelayanan.

Sebab pada akhirnya, pelayanan kesehatan bukan hanya tentang bagaimana menyembuhkan tubuh, tetapi juga tentang bagaimana menghadirkan rasa dihargai kepada manusia yang sedang membutuhkan pertolongan. Dan dari situlah, jejak kebaikan bermula: dari hati yang tulus, tangan yang melayani, serta sikap yang membuat masyarakat merasa tidak sendirian.

Example 300250
Penulis: Redaksi Lintastimor.id Editor: Agustinus Bobe