Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaGaya HidupKabupaten MimikaKesehatanNasionalPeristiwaPolkam

Pemkab Mimika Bawa Dua Inovasi Pelayanan Publik ke Panggung IGA  2026 Kemendagri

1
×

Pemkab Mimika Bawa Dua Inovasi Pelayanan Publik ke Panggung IGA  2026 Kemendagri

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA | LINTASTIMOR.ID – Inovasi pemerintahan tidak seharusnya berhenti sebagai gagasan di atas meja birokrasi. Ia harus hadir di tengah masyarakat, memangkas kesulitan pelayanan, membuka akses yang lebih luas, dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung.

Semangat itulah yang dibawa Pemerintah Kabupaten Mimika ketika mempresentasikan dua inovasi unggulan daerah dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2026 di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kamis (5/11/2026).

Example 300x600

Dipimpin langsung Bupati Mimika, Johannes Rettob, bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA), Dinas Sosial, serta Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Mimika, pemerintah daerah memperkenalkan dua terobosan pelayanan publik yang menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat: pelayanan sosial dan akses kesehatan.

Kedua inovasi tersebut adalah E-Layanan Dinsos (Amole Dinsos) dan Sa Antar Ko.

Dua nama yang membawa semangat berbeda, tetapi bertemu pada satu tujuan: mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

Amole Dinsos, pelayanan sosial dalam genggaman

Melalui inovasi E-Layanan Dinsos atau Amole Dinsos, Pemerintah Kabupaten Mimika berupaya mengubah pola pelayanan sosial menjadi lebih mudah diakses melalui sistem digital.

Inovasi ini dirancang untuk membantu masyarakat memperoleh berbagai layanan kesejahteraan sosial tanpa harus menghadapi proses pelayanan yang berbelit-belit.

Digitalisasi diharapkan membuat pelayanan berlangsung lebih cepat, transparan, dan terintegrasi. Dengan demikian, teknologi tidak hanya menjadi perangkat administratif, tetapi juga jembatan yang memperpendek jarak antara pemerintah dan warga yang membutuhkan pelayanan sosial.

Di tengah tuntutan masyarakat terhadap birokrasi yang semakin terbuka dan responsif, Amole Dinsos menjadi salah satu upaya Mimika membangun tata kelola pelayanan sosial yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.

Sa Antar Ko, mendekatkan akses kesehatan

Jika Amole Dinsos menghadirkan kemudahan melalui layanan digital, inovasi Sa Antar Ko menjawab persoalan lain yang tidak kalah penting: akses masyarakat menuju fasilitas kesehatan.

Program yang dikembangkan melalui RSUD Kabupaten Mimika ini merupakan layanan antar-jemput pasien untuk membantu masyarakat mendapatkan pelayanan medis.

Kehadiran layanan tersebut diharapkan menjadi solusi bagi warga yang mengalami keterbatasan transportasi ketika membutuhkan penanganan kesehatan.

Sebab, dalam pelayanan kesehatan, persoalan tidak selalu dimulai ketika pasien tiba di rumah sakit. Bagi sebagian masyarakat, perjalanan menuju fasilitas medis justru menjadi tantangan tersendiri.

Melalui Sa Antar Ko, pemerintah daerah berupaya menghadirkan pelayanan yang tidak hanya menunggu masyarakat datang, tetapi juga memberikan dukungan agar mereka lebih mudah menjangkau fasilitas kesehatan.

IGA 2026 bukan sekadar mengejar penghargaan

Partisipasi Kabupaten Mimika dalam ajang IGA 2026 menjadi momentum untuk memperlihatkan arah pembangunan pemerintahan yang semakin bertumpu pada kreativitas, pembaruan sistem, dan kebutuhan masyarakat.

Dua inovasi tersebut mencerminkan upaya pemerintah daerah membangun pelayanan publik yang lebih efektif, responsif, serta berorientasi pada kepentingan warga.

Pemerintah Kabupaten Mimika juga mengharapkan doa dan dukungan seluruh masyarakat agar Amole Dinsos dan Sa Antar Ko memperoleh hasil terbaik dalam proses penilaian IGA 2026.

Namun, capaian tertinggi dari sebuah inovasi pemerintahan sesungguhnya tidak hanya terletak pada penghargaan yang diterima, melainkan pada seberapa besar perubahan yang dihadirkannya dalam kehidupan masyarakat.

Amole Dinsos diharapkan memperluas akses terhadap pelayanan kesejahteraan sosial. Sementara Sa Antar Ko diharapkan membantu masyarakat memperoleh akses kesehatan dengan lebih mudah.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan inovasi bukanlah seberapa canggih sistem yang diperkenalkan atau seberapa tinggi penghargaan yang diraih, melainkan seberapa jauh masyarakat merasakan kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan mereka.

Dari Timika, dua inovasi ini membawa pesan bahwa pemerintahan yang maju bukan hanya pemerintahan yang mampu merancang perubahan, tetapi juga yang sanggup menghadirkan manfaat nyata bagi rakyatnya.

Example 300250
Penulis: Redaksi Lintastimor.idEditor: Agustinus Bobe