Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
Hukum & KriminalKabupaten Mappi

Dua Kecelakaan Sehari, Alarm Jalanan Kota Kepi

43
×

Dua Kecelakaan Sehari, Alarm Jalanan Kota Kepi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MAPPI |LINTASTIMOR.ID— Jalan-jalan di Kota Kepi tak pernah benar-benar sunyi. Di antara deru sepeda motor, aktivitas warga, dan lalu lintas yang bergerak dari satu sudut kota ke sudut lainnya, ada sebuah alarm yang terus berbunyi: kecelakaan lalu lintas.

Alarm itu bukan sekadar angka. Dalam sehari, Sat Lantas Polres Mappi dapat menerima dua hingga tiga laporan kecelakaan lalu lintas. Fakta tersebut menjadi perhatian serius kepolisian sekaligus pengingat bahwa keselamatan di jalan tidak boleh dikalahkan oleh kecepatan.

Example 300x600

Kapolres Mappi Kompol Suparmin, S.IP., M.H., melalui Kasat Lantas Polres Mappi IPTU Darna, mengajak seluruh pengguna jalan di Kota Kepi untuk membangun budaya berlalu lintas yang lebih tertib dan saling menghargai.

“Saling menghargai sesama pengguna jalan. Utamakan keselamatan daripada kecepatan, jaga jarak berkendara, gunakan helm berstandar SNI, lengkapi administrasi kendaraan seperti SIM, STNK, dan plat nomor kendaraan, serta hindari berkendara ugal-ugalan maupun melakukan konvoi di jalan raya,” ujar IPTU Darna saat ditemui media ini di ruang kerjanya, Senin (15/9/2026).

Pesan itu terdengar sederhana, tetapi sesungguhnya menyentuh inti persoalan keselamatan di jalan: bahwa setiap perjalanan selalu melibatkan manusia lain. Ada pengendara lain, pejalan kaki, keluarga yang menunggu di rumah, dan kehidupan yang harus kembali dengan selamat setelah perjalanan berakhir.

Menurut IPTU Darna, angka kecelakaan lalu lintas di Kota Kepi masih tergolong tinggi. Karena itu, kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas menjadi bagian penting dalam menekan risiko kecelakaan.

Di tengah kondisi tersebut, Sat Lantas Polres Mappi juga telah memberikan pelayanan pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM). Pengendara yang telah berusia 17 tahun ke atas diwajibkan memiliki SIM sebagai salah satu syarat sah berkendara di jalan raya.

Namun, persoalan di jalan Kota Kepi tidak berhenti pada kepemilikan SIM. Polisi masih menemukan pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm. Di sisi lain, terdapat pula kendaraan yang belum dilengkapi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB).

“Kami masih sering menemukan pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm. Tentu hal ini sangat berbahaya bagi keselamatan pengendara itu sendiri. Selain itu, masih banyak kendaraan yang tidak dilengkapi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB),” jelas IPTU Darna.

Dalam konteks keselamatan lalu lintas, dua hingga tiga laporan kecelakaan dalam sehari menunjukkan bahwa persoalannya tidak semata-mata berada pada penindakan hukum. Keselamatan membutuhkan perubahan perilaku: disiplin menggunakan helm, kelengkapan administrasi kendaraan, menjaga jarak, mengendalikan kecepatan, serta menghormati pengguna jalan lainnya. Dengan demikian, imbauan kepolisian menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif, bukan sekadar mengingatkan pengendara ketika pelanggaran telah terjadi.

IPTU Darna menegaskan, kehadiran Sat Lantas bukan untuk mencari kesalahan masyarakat. Kepolisian ingin memastikan ruang jalan di Kota Kepi menjadi tempat yang aman, tertib, dan lancar bagi seluruh pengguna.

“Sat Lantas hadir untuk memberikan pelayanan dan memastikan masyarakat tertib berlalu lintas. Tujuannya adalah menciptakan kondisi jalan yang aman, tertib, dan lancar demi keselamatan kita bersama,” tegasnya.

Ia kembali mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh keselamatan. Sebab, kecelakaan dapat terjadi dalam hitungan detik, sementara dampaknya dapat meninggalkan luka jauh lebih panjang.

“Dalam sehari kami bisa menerima dua hingga tiga laporan kecelakaan lalu lintas. Karena itu, kami sangat berharap seluruh pengendara dapat meningkatkan kesadaran dan disiplin dalam berlalu lintas demi keselamatan bersama,” pungkasnya.

Di Kota Kepi, jalan raya akhirnya bukan hanya tentang siapa yang lebih cepat sampai. Ia adalah ruang bersama yang menuntut kesabaran, kewaspadaan, dan rasa hormat. Sebab, perjalanan terbaik bukanlah perjalanan yang paling cepat, melainkan perjalanan yang membawa setiap orang pulang dengan selamat.

Example 300250
Penulis: Redaksi Lintastimor.id /KEPIEditor: Agustinus Bobe