Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
Hukum & KriminalKabupaten MappiPeristiwaPolkam

Edera Mereda, Polisi Redam Bara Konflik Warga

30
×

Edera Mereda, Polisi Redam Bara Konflik Warga

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MAPPI |LINTASTIMOR.ID— Di tengah permukiman yang sempat diliputi kecemasan, suasana Distrik Edera, Kabupaten Mappi, perlahan kembali tenang. Setelah pertikaian antarkelompok warga melumpuhkan aktivitas masyarakat dan menghanguskan tiga unit rumah, kepolisian bersama pemerintah distrik serta tokoh masyarakat mempertemukan kedua pihak untuk meredakan ketegangan.

Pertemuan berlangsung di Mapolsek Edera, Senin (7/9/2026). Dari ruang pertemuan itu, sebuah kesepakatan sederhana kembali ditegaskan: menahan diri, menghentikan provokasi, dan menjaga agar pertikaian tidak menjalar menjadi konflik yang lebih luas.

Example 300x600

Kapolsek Edera, Iptu M. Rusli Yusuf, mengatakan kedua kelompok telah menunjukkan iktikad baik untuk meredakan keadaan. Namun, pembahasan mengenai akar persoalan belum dapat dituntaskan karena sejumlah warga yang terlibat langsung dalam pertikaian belum hadir.

“Kedua kubu telah kami pertemukan dan mereka bersepakat untuk sama-sama menahan diri serta tidak saling memprovokasi. Namun, untuk penyelesaian akar pemicu bentrokan, prosesnya terpaksa kami tunda sementara karena beberapa warga yang terlibat langsung dalam pertikaian tersebut belum bisa hadir,” ujar Iptu M. Rusli Yusuf melalui sambungan telepon.

Pertikaian itu bermula dari persoalan yang dipicu minuman keras. Awalnya, bentrokan melibatkan pemuda Kompleks Jalan Angkasa RT 01 dan pemuda Kompleks Jalan Astra RT 01. Ketegangan kemudian berkembang hingga melibatkan warga antarkampung.

Aksi saling serang tersebut sempat melumpuhkan aktivitas masyarakat di ibu kota distrik. Di tengah permukiman warga, tiga unit rumah dilaporkan hangus terbakar.

Untuk mencegah bentrokan susulan, personel Polsek Edera bergerak mengamankan lokasi. Pengamanan diperkuat personel Brimob Kompi 2 Batalyon B. Kehadiran aparat difokuskan pada langkah-langkah preventif untuk menetralisasi keadaan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Namun, pengamanan tidak berhenti pada kehadiran pasukan. Kepolisian juga menempuh jalur dialog dengan menghadirkan tokoh adat serta tokoh masyarakat dari kedua kelompok. Pertemuan itu menjadi ruang untuk meredam emosi dan mencari jalan tengah secara kekeluargaan.

Di tengah situasi yang mulai pulih, proses rekonsiliasi tetap menyisakan pekerjaan rumah. Kesepakatan untuk menahan diri merupakan langkah awal, tetapi penyelesaian akar persoalan dan pengendalian pemicu konflik tetap diperlukan agar ketenangan tidak sekadar menjadi jeda sebelum pertikaian kembali pecah.

Rusli memastikan kondisi keamanan di lapangan kini jauh lebih tenang. Ia mengimbau masyarakat tidak takut dan kembali menjalankan aktivitas seperti biasa.

“Saya harap kepada seluruh masyarakat tidak termakan atau menyebar informasi ataupun isu-isu yang berkaitan dengan situasi kamtibmas saat ini menjadi bola liar yang dapat merusak komitmen kita bersama untuk menjaga kamtibmas,” tandas Iptu Rusli.

Di Edera, ketenangan yang kembali hadir bukan sekadar tanda berakhirnya suara saling serang, melainkan kesempatan bagi warga untuk membangun kembali rasa percaya yang sempat retak—sebab perdamaian yang bertahan selalu dimulai dari keberanian untuk menahan diri.

Example 300250