Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaGaya HidupNasionalPeristiwaPolkam

Longsor Palue Dibersihkan, Akses Warga Mulai Dipulihkan

17
×

Longsor Palue Dibersihkan, Akses Warga Mulai Dipulihkan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MAUMERE |LINTASTIMOR.ID— Di tengah jejak gempa yang belum sepenuhnya hilang dari tanah Palue, pekerjaan pemulihan terus bergerak. Material longsor yang sempat menutup akses warga perlahan disingkirkan, membuka kembali jalan yang menjadi urat nadi pergerakan masyarakat dan distribusi bantuan.

Penanganan dampak gempa bumi tektonik di Kabupaten Sikka terus dilakukan secara intensif oleh Tim Pos Komando Tanggap Darurat. Salah satu perhatian utama berada di Kecamatan Palue, wilayah yang terdampak longsor pada sejumlah titik.

Example 300x600

Kabar baik datang dari titik pertama. Material longsor di lokasi tersebut telah selesai dibersihkan pada Rabu (19/8/2026). Namun pekerjaan belum berhenti. Kamis (20/8/2026), tim akan bergeser menuju titik longsor kedua.

Ketua Pos Komando Tanggap Darurat Gempa Tektonik Kabupaten Sikka, Margaretha Movaldes da Maga Bapa, S.T., M.Eng., yang akrab disapa Femy Bapa, mengatakan penyelesaian titik pertama menjadi bagian dari langkah bertahap untuk mengembalikan akses masyarakat.

“Untuk lokasi longsor titik pertama di Kecamatan Palue, hari ini sudah selesai digusur. Besok kami akan melanjutkan penanganan pada titik longsor kedua,” ujar Femy Bapa.

Jalan Dibuka, Harapan Bergerak

Pembersihan material longsor bukan sekadar pekerjaan memindahkan tanah dan batu dari badan jalan. Di wilayah yang baru saja diguncang gempa, terbukanya akses berarti membuka kembali jalur bagi masyarakat untuk bergerak, bagi tenaga kesehatan untuk menjangkau warga, serta bagi bantuan untuk tiba ke wilayah terdampak.

Karena itu, percepatan penanganan titik longsor menjadi bagian penting dalam masa tanggap darurat. Tim tetap memperhitungkan kondisi medan dan aspek keselamatan agar proses pembersihan tidak menimbulkan risiko baru bagi petugas maupun masyarakat.

Setelah titik pertama dinyatakan selesai, konsentrasi pekerjaan segera diarahkan menuju titik kedua. Penanganan dilakukan secara bertahap berdasarkan tingkat kerusakan dan kondisi medan di masing-masing lokasi.

“Tim terus bekerja dan berupaya agar akses yang terdampak longsor dapat segera dipulihkan. Kami berharap dengan terbukanya akses, mobilisasi masyarakat maupun distribusi bantuan kepada warga terdampak dapat berjalan lebih lancar,” kata Femy.

Pemulihan Dikerjakan Bersama

Pemerintah Kabupaten Sikka bersama unsur TNI, Polri, BPBD, Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, serta unsur terkait lainnya terus melakukan penanganan darurat di berbagai wilayah terdampak gempa.

Kecamatan Palue menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena dampak gempa turut memicu gangguan akses akibat longsor.

Dalam konteks kebencanaan, akses jalan merupakan bagian dari sistem penyelamatan itu sendiri. Ketika satu ruas jalan terputus, bukan hanya perjalanan warga yang terganggu, tetapi juga distribusi makanan, obat-obatan, tenaga medis, dan bantuan darurat. Karena itu, setiap titik longsor yang berhasil dibersihkan sesungguhnya merupakan satu langkah kecil yang memiliki arti besar dalam mempercepat pemulihan kehidupan warga.

Pos Komando Tanggap Darurat memastikan penanganan akan terus dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan petugas dan masyarakat. Pekerjaan diarahkan untuk mempercepat terbukanya kembali akses menuju wilayah-wilayah terdampak.

Hari ini satu titik telah ditaklukkan. Besok, pekerjaan berlanjut ke titik berikutnya.

Di Palue, jalan yang kembali terbuka bukan hanya membelah timbunan tanah dan batu. Ia juga membuka kembali jalan bagi harapan—bahwa setelah gempa merobohkan banyak hal, manusia masih mampu bergotong royong membangun jalan pulang.

Example 300250