Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
KesehatanNasionalPeristiwaPolkamTeknologi

Gempa Flores: 74 Meninggal, 1.005 Korban Terdampak

41
×

Gempa Flores: 74 Meninggal, 1.005 Korban Terdampak

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MAUMERE |LINTASTIMOR.ID— Di tengah puing yang belum seluruhnya tersingkap dan tenda-tenda yang masih menjadi tempat berlindung, operasi pencarian dan pertolongan pascagempa Flores terus bergerak. Pada Rabu (19/8/2026) sore, tim SAR gabungan masih menyisir sejumlah wilayah terdampak, sementara data korban terus diperbarui dari lapangan.

Berdasarkan pendataan sementara unsur SAR hingga pukul 18.00 Wita, sedikitnya 74 orang meninggal dunia dan 931 orang mengalami luka-luka atau luka berat, sehingga total korban tercatat 1.005 orang di tujuh kabupaten terdampak.

Example 300x600

Angka tersebut merupakan hasil konsolidasi sementara. Data masih dalam proses verifikasi dan pemutakhiran di lapangan.

Koreksi terhadap data sebelumnya terjadi pada Kabupaten Sikka. Data korban meninggal dunia di wilayah itu tercatat 6 orang, bukan lima orang sebagaimana rekap awal. Dengan tambahan satu korban tersebut, jumlah korban meninggal dunia secara keseluruhan menjadi 74 orang dan total korban mencapai 1.005 orang.

SAR Masih Menyisir Wilayah Terdampak

Di Manggarai Timur, tim SAR gabungan melaksanakan penyisiran pada sejumlah bangunan runtuh di sekitar Kampung Dampek, Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda. Dari penyisiran tersebut, tidak ditemukan korban di bangunan yang diperiksa.

Penyisiran juga dilakukan Tim SAR Gabungan Manggarai di sekitar Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai. Hasilnya nihil korban maupun permintaan evakuasi medis.

Di Riung, Kabupaten Ngada, tim melakukan penyisiran sekaligus berkoordinasi dengan masyarakat setempat. Tidak ditemukan korban maupun permintaan evakuasi medis.

Sementara di Mbay, Kabupaten Nagekeo, Tim SAR Gabungan masih menyisir sejumlah wilayah pedesaan. Hingga laporan tersebut diterima, belum ditemukan korban tambahan maupun permintaan evakuasi medis.

Namun, di tengah hasil nihil pada sejumlah titik pencarian, operasi kemanusiaan tetap berjalan. Setiap informasi dari lapangan masih menjadi bagian penting dalam memastikan tidak ada warga yang membutuhkan pertolongan terlewatkan.

Satu Korban Dievakuasi dengan Helikopter

Di Manggarai Timur, Tim SAR Gabungan melakukan evakuasi medis terhadap Adelina Ndimas, warga Desa Golowontong, Kampung Liang Dalo, Kecamatan Lamba Leda Utara.

Adelina mengalami fraktur pada bagian kepala. Dari Posko Medis Damer, Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, korban diterbangkan menuju RSUD Labuan Bajo menggunakan helikopter Dauphin Basarnas AS N3+ HR-3604.

Evakuasi udara menjadi salah satu pilihan penting ketika kondisi korban membutuhkan penanganan lebih lanjut dan akses darat menghadapi keterbatasan akibat dampak gempa.

Selain membawa korban, helikopter Dauphin Basarnas juga bergerak dari Bandara Komodo Labuan Bajo menuju Kecamatan Pota untuk menggeser lima tenaga kesehatan dan logistik kesehatan dari Tim Kementerian Kesehatan.

Data Korban Tersebar di Tujuh Kabupaten

Pendataan sementara unsur SAR mencatat korban tersebar di tujuh kabupaten di Pulau Flores.

Kabupaten Manggarai Timur:

  • Meninggal dunia: 24 orang
  • Luka berat: 198 orang
  • Luka ringan: 421 orang

Kabupaten Sikka:

  • Meninggal dunia: 6 orang
  • Luka berat: 18 orang
  • Luka ringan: 22 orang

Kabupaten Manggarai Barat:

  • Meninggal dunia: 2 orang
  • Luka berat: 2 orang
  • Luka ringan: 4 orang

Kabupaten Manggarai—Reo/Reok:

  • Meninggal dunia: 27 orang
  • Luka berat: 32 orang
  • Luka ringan: 104 orang

Kabupaten Nagekeo:

  • Meninggal dunia: 11 orang
  • Luka berat: 13 orang
  • Luka ringan: 9 orang

Kabupaten Ngada:

  • Meninggal dunia: 2 orang
  • Luka berat: 17 orang
  • Luka ringan: 19 orang

Kabupaten Ende:

  • Meninggal dunia: 2 orang
  • Luka berat: 5 orang
  • Luka ringan: 67 orang

Dengan demikian, rekapitulasi sementara mencatat 74 korban meninggal dunia dan 931 korban luka-luka/luka berat, dengan total keseluruhan 1.005 korban.

“Data korban masih bersifat sementara dan dalam proses verifikasi serta konsolidasi lapangan.”

Kalimat itu menjadi penanda bahwa angka bencana belum sepenuhnya selesai ditulis. Setiap penyisiran, laporan warga, evakuasi medis, dan pemeriksaan bangunan masih dapat mengubah angka tersebut.

Angka yang Berbicara, Kemanusiaan yang Bekerja

Besarnya jumlah korban memperlihatkan bahwa penanganan gempa Flores tidak dapat berhenti pada pencarian korban. Evakuasi medis, distribusi tenaga kesehatan, logistik, pendataan, hingga pemulihan fasilitas publik harus berjalan dalam satu rantai penanganan yang terkoordinasi. Di saat yang sama, ketelitian verifikasi data menjadi sangat penting agar setiap korban tercatat dengan benar dan setiap kebutuhan dapat segera dipenuhi.

Di antara puing-puing bangunan dan jalan yang masih menyimpan jejak guncangan, para personel SAR terus bergerak. Ada yang menyisir reruntuhan, ada yang menerbangkan korban ke rumah sakit, ada yang membawa tenaga kesehatan dan obat-obatan, dan ada pula yang mendatangi kampung-kampung untuk memastikan keadaan warga.

Bagi mereka, operasi belum selesai hanya karena satu lokasi pencarian memberikan hasil nihil.

Sebab di Flores yang sedang berduka, setiap angka memiliki nama, setiap nama memiliki keluarga, dan setiap keluarga sedang menunggu satu hal yang paling sederhana: kepastian bahwa orang yang mereka cintai tidak dilupakan di tengah puing-puing bencana.

Example 300250