Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
Hukum & KriminalNasionalPeristiwa

Kesaksian Ketua DPRD TTU Membuka Tabir Tekanan terhadap Dokter Icha: “Ia Merasa Seolah Melakukan Kesalahan Besar”

89
×

Kesaksian Ketua DPRD TTU Membuka Tabir Tekanan terhadap Dokter Icha: “Ia Merasa Seolah Melakukan Kesalahan Besar”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

KEFAMENANU |LINTASTIMOR.ID — Di balik ruang pemeriksaan penyidik, tersingkap kembali serpihan kisah yang selama ini hanya hidup dalam duka keluarga dan ingatan orang-orang yang pernah menemui almarhumah. Sabtu (4/7/2026), Ketua DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kristo Efi, memenuhi panggilan penyidik untuk memberikan kesaksian dalam penyelidikan dugaan intimidasi terhadap dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni, atau yang akrab dikenal sebagai Dokter Icha. Kesaksiannya menjadi satu mata rantai penting dalam upaya mengurai peristiwa yang berujung pada meninggalnya dokter muda tersebut.

Usai menjalani pemeriksaan sekitar dua jam, Kristo menjelaskan bahwa dirinya dimintai keterangan karena pernah menjenguk Dokter Icha saat menjalani perawatan di rumah sakit.

Example 300x600

“Saya diundang untuk memberikan keterangan sebagai saksi karena saya sempat mengunjungi almarhumah Dokter Icha di rumah sakit. Pertanyaan penyidik berkaitan dengan apa yang beliau sampaikan kepada saya saat itu,” ujar Kristo.

Menurut Kristo, penyidik mengajukan sebanyak 21 pertanyaan. Fokus pemeriksaan tidak hanya menyangkut percakapannya dengan Dokter Icha, tetapi juga laporan keluarga yang sebelumnya telah diterima DPRD TTU.

Dalam keterangannya kepada penyidik, Kristo mengisahkan bahwa almarhumah pernah mengungkapkan tekanan psikologis yang begitu berat setelah menangani seorang pasien. Dokter Icha, kata dia, merasa seolah-olah telah melakukan kesalahan besar, padahal berdasarkan pengakuannya seluruh tindakan medis telah dijalankan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan melalui konsultasi dengan dokter ahli.

“Beliau menyampaikan merasa seperti melakukan kesalahan besar dalam penanganan pasien, padahal menurut pengakuannya sudah sesuai SOP dan dikonsultasikan dengan dokter ahli,” tutur Kristo.

Kesaksian itu juga mengungkap sisi paling kelam yang pernah dialami almarhumah. Di hadapan Kristo, Dokter Icha disebut mengaku telah beberapa kali mencoba mengakhiri hidup akibat tekanan yang dirasakannya.

“Saat itu beliau menyampaikan kepada saya pernah melakukan tiga kali percobaan bunuh diri karena tekanan yang dialaminya,” ungkap Kristo.

Mendengar pengakuan tersebut, Kristo mengaku berusaha menguatkan semangat almarhumah agar bangkit dan kembali menjalankan pengabdian sebagai dokter. Menurutnya, masyarakat TTU masih sangat membutuhkan dedikasi tenaga medis seperti Dokter Icha.

Ia juga menyampaikan bahwa saat itu dirinya telah menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga almarhumah atas nama lembaga DPRD TTU sebagai bentuk empati terhadap peristiwa yang terjadi.

Meski demikian, Kristo menegaskan bahwa Dokter Icha tidak pernah menyebut secara rinci kalimat ataupun identitas pihak yang diduga melakukan intimidasi. Almarhumah hanya menceritakan adanya protes dengan nada keras terkait penanganan pasien, sementara dirinya tetap meyakini tindakan medis yang dilakukan telah sesuai prosedur dan pertimbangan profesional.

Kesaksian Ketua DPRD TTU ini memperlihatkan bahwa penyelidikan tidak hanya berfokus pada rangkaian peristiwa, tetapi juga berupaya memotret kondisi psikologis yang dialami almarhumah sebelum meninggal dunia. Keterangan para saksi yang pernah berinteraksi langsung dengan Dokter Icha menjadi bagian penting untuk membantu penyidik menyusun secara utuh kronologi, konteks, dan dugaan peristiwa yang sedang didalami.

Pada akhirnya, setiap kesaksian bukan sekadar deretan jawaban dalam berita acara pemeriksaan. Di baliknya, tersimpan harapan agar seluruh fakta terungkap secara jernih, sehingga keadilan tidak berhenti sebagai tuntutan, melainkan benar-benar hadir melalui proses hukum yang bekerja secara utuh, objektif, dan berintegritas.

Example 300250
Penulis: Redaksi LINTASTIMOR.IDEditor: Agustinus Bobe