Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaKabupaten MimikaPeristiwaPolkam

Turnamen Tenis Meja Bupati Cup I Ditutup Johannes Rettob: Dari Denting Bet ke Mimpi Besar Atlet Muda Mimika

91
×

Turnamen Tenis Meja Bupati Cup I Ditutup Johannes Rettob: Dari Denting Bet ke Mimpi Besar Atlet Muda Mimika

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA |LINTASTIMOR.ID – Denting bola kecil yang memantul di atas meja hijau itu belum benar-benar usai ketika tepuk tangan panjang menggema di Gedung Olahraga (GOR) Jalan Poros SP2-2P5, Selasa (26/5/2026). Di ruangan yang dipenuhi semangat muda, harapan-harapan baru tentang masa depan olahraga Mimika perlahan tumbuh—tenang, namun penuh daya ledak.

Turnamen Tenis Meja Bupati Cup I tingkat pelajar SMP dan SMA/SMK resmi ditutup oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob, setelah tiga hari pertandingan berlangsung dalam atmosfer kompetisi yang hangat dan penuh sportivitas.

Example 300x600

Sebanyak 138 peserta dari 24 sekolah ambil bagian dalam turnamen perdana tersebut. Bukan sekadar angka, tetapi gambaran tentang gairah generasi muda Mimika yang mulai menemukan panggungnya di cabang olahraga tenis meja.

Penutupan turnamen turut dihadiri Danyon B Sat Brimob Polda Papua Tengah, Kompol. Onisimus Umbu Sairo, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Maikel Yanwarin, Ketua KONI Mimika Antonius Kemong, Ketua PTMSI Kabupaten Rusli Gunawan, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Di tengah suasana penutupan yang meriah, Johannes Rettob berdiri dengan wajah penuh optimisme. Ia mengaku bangga melihat antusiasme para pelajar, dukungan sekolah, hingga keterlibatan orang tua selama turnamen berlangsung.

╔════════════════════════════════╗
║ “Luar biasa, walaupun sosialisasi belum terlalu banyak tetapi peserta yang hadir mencapai 138 orang dari 24 sekolah. Tentunya kalau sosialisasi lebih luas lagi, mungkin pesertanya akan lebih banyak,” ujar Johannes Rettob.
╚════════════════════════════════╝

Baginya, turnamen ini bukan hanya soal menang atau kalah. Di balik setiap pukulan bet dan setiap reli panjang, ada proses pembentukan karakter yang sedang bertumbuh.

╔════════════════════════════════╗
║ “Kita belajar tentang disiplin, kerja keras, ketekunan, konsentrasi, kejujuran serta semangat pantang menyerah. Nilai-nilai ini penting untuk membentuk generasi muda yang unggul, sehat, cerdas dan berdaya saing,” katanya.
╚════════════════════════════════╝

Sorot mata para peserta yang bertanding sejak babak awal menjadi isyarat tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Mimika. Johannes melihat ada bakat-bakat muda yang tidak boleh dibiarkan tumbuh tanpa arah dan pembinaan.

╔════════════════════════════════╗
║ “Saya bangga melihat antusiasme anak-anak selama pertandingan. Ini membuktikan bahwa Mimika memiliki bibit atlet yang bisa dikembangkan untuk meraih prestasi,” ungkapnya.
╚════════════════════════════════╝

Ia pun memberi ucapan selamat kepada para juara, sembari meminta peserta yang belum berhasil agar tidak kehilangan semangat. Pemerintah Kabupaten Mimika, kata dia, akan kembali menggelar Turnamen Bupati Cup II sebagai ruang lanjutan pembinaan atlet muda daerah.

Tak berhenti pada kompetisi, Johannes juga meminta Dinas Pemuda dan Olahraga untuk mulai menyediakan fasilitas tenis meja bagi sekolah-sekolah secara bertahap. Menurutnya, tenis meja adalah olahraga yang efektif, murah, dan dapat berkembang cepat di lingkungan pendidikan.

╔════════════════════════════════╗
║ “Olahraga tenis meja ini tidak membutuhkan lapangan besar, jadi Dispora harus beli fasilitas tenis meja dan dibagikan ke sekolah-sekolah,” tegasnya.
╚════════════════════════════════╝

Ia berharap melalui turnamen tersebut akan lahir atlet-atlet muda potensial yang kelak mampu mengharumkan nama Mimika di tingkat nasional, bahkan hingga Pekan Olahraga Nasional (PON).

“PTMSI, Dispora dan KONI harus melihat atlet-atlet potensial untuk dilatih menjadi pemain profesional,” tambahnya.

Dalam momen yang mencairkan suasana, Johannes Rettob juga ikut bermain tenis meja melawan salah satu pemain senior. Gelak tawa dan sorakan penonton membuat penutupan turnamen terasa lebih dekat, lebih manusiawi, sekaligus memperlihatkan bahwa olahraga dapat menyatukan semua kalangan tanpa sekat.

Sementara itu, partai final kategori tunggal putri tingkat SMP mempertemukan petenis meja SMP Kartika Yakoba melawan petenis meja SMP Negeri Koperapoka, Shifa. Dalam pertandingan tersebut, Shifa tampil dominan dan menutup laga dengan kemenangan meyakinkan 4-0.

Turnamen ini menjadi penanda penting bahwa Mimika mulai membangun fondasi olahraga dari ruang-ruang sekolah. Ketika daerah lain sibuk berburu prestasi instan, Mimika memilih menanam benih—membina anak-anak sejak dini, memperkuat fasilitas, lalu menyiapkan ekosistem olahraga yang berkelanjutan.

Dan pada akhirnya, dari meja-meja sederhana tempat bola kecil itu dipantulkan berulang kali, Mimika sedang memukul satu harapan besar ke masa depan: melahirkan generasi yang tidak hanya tangguh dalam pertandingan, tetapi juga kuat menghadapi kehidupan.

Example 300250